Iam Sarahza, Review.

Ada banyak pikiran yang timbul sebelum membaca buku mbak Hanum yang ini. Sarahza. Antara takut dan penasaran.

Takut mengkerdilkan jiwa saya yang saat ini juga masih belum kokoh berdiri jika dihantam angin kencang. Takut setelah membacanya, kerinduan akan Sarahza versi saya sendiri akan semakin merongrong mental saya. Antara ya dan tidak. Namun, orang-orang di sekeliling saya begitu berisik dan sibuk membicarakan buku ini. Awalnya saya selalu membuang muka, menulikan telinga untuk tidak mendengar tentangnya. Namun kian hari kian menguat rasa penasaran saya akan buku ini. Saya pun menguatkan diri untuk mengadopsinya dari toko buku, dengan diskon. Sahabat saya Lee mendapatkannya tanpa diskon-meskipun cuma 10%-ini membuat saya sedikit bangga. Maaf ya Lee 😝 oke ini tidak penting.

MasyaAllah, dari awal hingga akhir mbak Hanum berkisah dengan sangat apik, menyentuh hati, menyentuh rasa sakit hati saya yang paling dalam. Sekaligus menyembuhkannya dari lembar ke lembar hingga sampai pada epilog.

Membacanya, saya teringat sosok Amien Rais yang sangat saya kagumi dari kecil. Mendengar cerita beliau dari ayah yang juga aktivis Muhammadiyah yang dulu juga sempat bertemu dengan Pak Amien saat Muktamar. Begitu kokohnya pondasi hidup beliau, mengingatkan pada ayah yang juga selalu menjadi tempat mengaduh ketika jiwa saya kosong, kemudian selalu menuntun saya untuk kembali pada Allah.

Membaca ini ternyata tidak menggoyahkan perjuangan saya dan keluarga seperti mbak Hanum dan Mas Rangga. Rasa yang saya takutkan sebelum memutuskan untuk membacanya tidak terjadi.

Justru dari sini saya banyak memetik hikmah, mengambil banyak pelajaran tentang hidup dan takdir.

Halaman tentang Surat As-Syura yang dituturkan Pak Amien pada Mbak Hanum segera saya catat seberes membaca Sarahza. Doa Pak Amien dan Bu Kus seolah menggema juga dalam hati saya.

Rabbana Habla naa milladunka dzurriyatan thayyibatan innakassami’ud du’aa.

Mbak Hanum, terimakasih tulisannya. Semoga menjadi amal jariyah bagi Mbak Hanum dan keluarga. Terimakasih untuk tulisan yang sungguh menguatkan saya untuk selalu punya harapan.

9 Syawal 1439 H.

#gerakanoneweekonebook #bookreview

Leave a Reply