Uncategorized

The Wizard of Once (2) Twice Magic Setelah baca seri 1 kemarin, jadi ketagihan untuk baca lanjutannya. Nah, di Twice Magic ini ternyata tidak kalah serunya dengan buku pertama. Diawali dengan keterkejutanku bahwa ternyata Xar tengah ditahan di Penjara GorminCrag yang mengerikan. Cressida menggambarkan penjara sihir yang paling buruk, lebih buruk daripada Lapas yang biasa […]

Read More

The Wizard of Once, Buku 1 Siapa yang menginginkan lahir dengan ketidaksempurnaan? Xar yang lahir tanpa sihir dalam darahnya. Sedangkan ayahnya adalah Raja Sihir yang menguasai hutan. Lalu, kebanggaan macam apa yang bisa Xar tunjukkan pada ayahnya? Wish, putri seorang Ratu Ksatria dengan penampilannya yang kusut, acak-acakan, satu mata ditutup dan tampak mengerikan, lalu tentu […]

Read More

“Hanya tujuh hari saja kok aku dibuatnya malas mengerjakan apapun, tugas kuliah terbengkalai dan seolah tak ada yang bisa membuatku bangkit kembali. Namun lama aku berpikir bahwa tidak ada gunanya seperti ini. Penghianatannya mungkin berbekas dan menjadi luka yang sewaktu-waktu bisa menjadi sakit kembali. Tapi aku tidak akan membiarkannya hidup berlama-lama dalam hidupku sebagai parasit. […]

Read More

Jika Anda mencari hikmah dari buku ini, maka jawabannya adalah tidak ada.   Bukankah setiap buku selalu ada ilmu di dalamnya? Tidak ada selain membunuh, minum-minuman alkohol dan tentu saja kawin sembarangan. Hanya saja, secara unik Puthut menuliskan bahasa satire dan yang paling kasar diantara semua bukunya lewat sebuah kehidupan seorang laki-laki yang tak pernah […]

Read More

Kim Ji Yeong sama sekali tidak sedih. Yang tidak tahan dihadapinya adalah saat-saat seperti itu. Kim Ji Yeong ingin berkata bahwa ia sangat sehat, tidak butuh vitamin apa pun, dan ia ingin membahas rencana keluarganya dengan suaminya sendiri, bukan dengan kerabat-kerabat yang baru pertama kali ditemuinya. Namun yang bisa dikatakannya hanya, “Tidak apa-apa. Aku baik-baik […]

Read More

Aku pulang sambil mendekap kostum badut itu. Tak dapat kutahan air mataku. Tak tega melihat ke belakang. Semua hal terbaik dalam hidupku terjadi di sirkus itu. Teringat akan kisah sedih badut yang pernah diceritakan Tara kepadaku dahulu. Badut yang berlinang air mata, pontang-panting membawa ember, sia-sia memadamkan api yang membakar sirkusnya. Hari ini sirkus kami […]

Read More

Dulu sempat bangga kalau berhasil menjejak kaki di negara lain. Apalagi kalau sampai bisa hidup di luar sana. Memiliki keluarga kecil di luar Indonesia. Punya anak yang lahir dan tumbuh dengan budaya yang selama ini disebut-sebut modern dan berkemajuan, dibanding budaya warisan nenek moyang yang menjadi kekayaan Indonesia. Punya Gen persilangan sehingga bisa menurunkan gen-gen […]

Read More

Menjadi seorang pemimpin sesungguhnya harus memiliki bekal etika moral. Etika moral yang dibangun di dalam diri sebelum membangun orang lain. Kalau begini terus negeri ini, bagaimana anak muda bisa bangga dengan sawah mereka? Pikir Koplak. Persawahan di Jati Luwih sudah dinyatakan sebagai salah satu world heritage kekayaan alam, khususnya di bidang pengaturan dan perawatan sistem […]

Read More

Ketika diketahui satu batalyon TNI/APRIS yang berkekuatan seribu orang, di bawah komando Mayor H. V. Worang sedang dalam perjalanan ke Sulawesi Selatan, unsur federalis dalam pemerintahan Negara Indonesia Timur (NIT) memutuskan untuk mengambil tindakan preventif. Bekas menteri kehakiman NIT, Soumokil, yang tampaknya mengabaikan nasihat Presiden, meyakinkan Andi Azis bahwa pendaratan batalyon TNI/APRIS harus dicegah dengan […]

Read More

TIBA SEBELUM BERANGKAT   Kau serius bertanya kenapa bissu-atau sebutlah orang Sulawesi Selatan mengutuk perang? Kau tahu, hanya karena kau punya otak, bukan berarti kau bisa berpikir, dan entah kenapa saya pikir kau tidak memanfaatkan otakmu ketika menanyakan hal itu. Jelas, sekali lagi, jelas, perang hanyalah perbuatan sia-sia yang mengatasnamakan kehidupan yang lebih baik-tetapi sungguh […]

Read More