Persoalan sakit perut seringkali membuat saya cukup trauma. Pasalnya dulu pernah sakit perut sampai pingsan. Alhamdulillah-nya ketika dibawa ke UGD hanya gejala gerd saja. Meskipun gerd juga penyakit yang cukup serius ya. Tapi saya bersyukur karena masih gejala.
Saya lupa bagaimana saat itu rasa sakitnya, kejadiannya saat masih kuliah, itu pun juga karena kondisi perut kosong, belum buka puasa, tapi masih harus menetap di laboratorium untuk menunggu giliran laporan pertanggungjawaban proyek yang kami jalani masing-masing. Jadi antara perih karena kelaparan dan gerd saat itu tidak bisa saya bedakan.
Begitu juga dengan teman-teman ya. Kalau ada gejala sakit perut, terutama nyeri perut sebelah kiri, jangan dibiarkan. Itu adalah salah satu alarm yang diberikan oleh tubuh agar tubuh kita segera merespon, alias segera meminta pertolongan dokter, agar tahu apa yang terjadi dan bagaimana langkah selanjutnya.
Pahami Dulu Organ Apa Saja yang Ada di Sisi Kiri Perut
Sebagai lulusan Biologi, organ apa saja yang ada di bagian kiri perut sudah jadi “makanan sehari-hari” sih yaa.
Kurang lebih untuk sisi perut kiri bagian atas ada lambung, limfa dan bagian atas usus besar. Sedangkan sisi perut kiri bagian bawah ada bagian akhir usus besar, ureter, serta organ reproduksi wanita.
Oleh karena itu kalau ada sakit yang datang tiba-tiba, kadang muncul kadang hilang, di bagian perut sebelah kiri, kira-kira ada yang salah dengan organ-organ seperti di atas.
Potensi Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri
Melansir dari website resmi Rumah Sakit EMC disebutkan bahwa ada beberapa potensi penyebab sakit perut sebelah kiri, di antaranya yaitu seperti :
- Masalah Pencernaan seperti misalnya : sembelit, adanya gas dalam perut, hingga Irritable Bowel Syndrome (IBS).
- Masalah Ginjal seperti misalnya : batu ginjal atau infeksi ginjal.
- Masalah Reproduksi seperti : masalah di ovarium hingga endometriosis
- Masalah Lainnya seperti : hernia, peradangan atau infeksi kantong kecil di dinding usus besar atau cedera otot perut di bagian kiri akibat aktivitas fisik yang berlebihan.
Lalu kapan kita harus waspada dan tidak boleh ditunda lagi untuk ke dokter?

Kapan Harus Waspada dan Harus Segera Konsultasi Dokter?
Jika teman-teman mengalami gejala sebagaimana yang ada di bawah ini, segera periksakan ke dokter ya :
- Nyeri yang datang tiba-tiba dan terasa sangat tajam (seperti ditusuk).
- Disertai demam tinggi atau menggigil.
- Adanya darah pada tinja atau urine.
- Perut terasa keras saat disentuh atau tampak membuncit/tegang.
- Mual dan muntah terus-menerus hingga tidak bisa masuk makanan/minuman.
- Penurunan berat badan secara drastis tanpa sebab yang jelas.
Tidak harus menunggu mengalami semua gejala seperti di atas, jika yang terjadi salah satu atau dua dari hal-hal yang telah disebutkan, maka teman-teman harus waspada dan segera konsultasikan ke dokter spesialis penyakit dalam ya!
Mengapa Harus ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam?
Setelah Ibu dan saya menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter, alhamdulillah kini kami bisa menjalani hidup dengan lebih bermanfaat dan tentu saja berharap punya usia yang panjang dan berkah. Pun setelah Ayah saya divonis kanker paru-paru dan saat ini sedang menjalani pengobatan. Alhamdulillah progresnya membaik dan memberi harapan pada kami, anak-anaknya.
Oleh karena itu ketika ada di antara teman atau saudara saya yang sakit pasti akan saya sarankan untuk segera ke dokter spesialis. Jangan sampai menunggu parah baru memeriksakan diri. Begitu juga dengan teman-teman yang kadang-kadang mengalami nyeri di perut kiri. Jangan tunggu ada gejala lain yang lebih menyesakkan.
Karena dengan memeriksakan diri dan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam kita bisa mendapatkan :
- Diagnosis Holistik: karena seorang dokter spesialis penyakit dalam memang dilatih untuk melihat keterkaitan antar organ dalam secara menyeluruh.
- Fasilitas Diagnostik: Penjelasan mengenai perlunya pemeriksaan penunjang seperti USG Abdomen, CT Scan, atau tes darah laboratorium untuk melihat kadar infeksi. Ini penting ya teman-teman, karena kalau kita tidak tahu diagnosanya maka akan sulit menentukan obatnya. Jadi jangan dibiarkan ketika mengalami gejala, apalagi menggunakan rumus “kira-kira” atau “kata tetangga saya..” big no!
- Mencegah Komplikasi: Menjelaskan risiko jika ditunda, seperti pecahnya usus (perforasi), infeksi sistemik (sepsis), atau kerusakan organ permanen.
Kita perlu mengingat bahwa tubuh memiliki cara komunikasinya sendiri, dan nyeri adalah alarmnya. Jadi, jangan mendiagnosis diri sendiri (terlebih menggunakan internet atau kata orang yang bukan ahlinya) secara berlebihan.
Segera jadwalkan pertemuan untuk berkonsultasi bersama dokter spesialis penyakit dalam untuk mendapatkan penanganan yang akurat dan tepat sasaran.
Memeriksakan diri ke dokter bukan berarti kita takut, melainkan bentuk kasih sayang dan tanggung jawab terhadap tubuh kita sendiri.

Jangan sungkan, karena RS EMC punya dokter spesialis penyakit dalam yang responsif, ramah dan juga komunikatif jika kamu ingin memeriksakan diri. Tidak hanya berkonsultasi, teman-teman juga akan mendapatkan penanganan yang nyaman, aman dan akurat.
Semoga artikel ini bermanfaat ya!










