gejala skoliosis

Jangan Anggap Remeh Gejala Skoliosis, Yuk Simak Penanganan dan Sebabnya!

No Comments

Photo of author

By jeyjingga

Mbak, doakan  yaa saya bisa jalan dengan lancar lagi..

Salah satu teman mengaji saya berucap demikian saat kami bertemu di salah satu majelis. Memang beliau kemana-mana harus selalu digandeng, berdiri juga harus dengan bantuan. Usianya masih kurang dari 50 tahun. Meskipun belum termasuk usia lansia, ternyata ada sesuatu yang terjadi di tulang belakangnya. Hingga beliau merasa kesakitan dan kesulitan berjalan.

Beberapa waktu lalu sudah saya bujuk untuk segera memeriksakan diri ke Rumah Sakit. Terutama dokter spesialis ortopedi. Namun beliau selalu menolak. Katanya tidak biasa dengan pengobatan medis. Sedih rasanya kalau ada orang yang berpandangan demikian. Karena segala sesuatu, apalagi soal kesehatan harusnya diserahkan pada ahlinya, yaitu dokter.

Selain itu, kalau kita langsung berkonsultasi dengan ahlinya, dalam hal ini yaitu dokter ortopedi, maka kita juga bisa berkonsultasi tentang terapi apa yang akurat, apakah membutuhkan fisioterapi atau tindakan minimal invasif yang tepat.

Apa Itu Skoliosis dan Bagaimana Gejalanya?

gejala skoliosis

Menurut dr. I Made Buddy Setiawan, M.Biomed, Sp.OT(K)Spine, salah satu dokter ortopedi di RS EMC, skoliosis adalah kondisi kelainan tulang belakang yang menyebabkan tulang belakang melengkung kesamping secara tidak normal. Meskipun awalnya tampak ringan atau tanpa gejala yang jelas, skoliosis yang tidak ditangani dengan baik dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang secara signifikan.

Mulai dari rasa nyeri, gangguan poster tubuh, hingga masalah pernapasan bisa menjadi komplikasi serius dari kondisi ini.

Selain teman yang mengalami gangguan di tulang belakangnya, saya juga pernah mendengar salah satu tetangga yang mengeluh tentang skoliosis ini. Katanya, hari demi hari ia kesakitan dan tidak bisa beraktivitas secara normal dengan baik. Ia pun juga harus dibantu untuk sekadar berjalan, bahkan berdiri. Tentu saja hal ini sangat mengganggu aktivitas. Oleh karena itu sebaiknya harus segera diperiksakan dengan ahlinya.

Gejala-Gejala Skoliosis

Gejala Skoliosis yang saat itu juga dirasakan oleh anak tetangga saya seperti:

  • Salah satu bahu tampak lebih tinggi dari yang lain.
  • Tulang belikatnya menonjol
  • Panggul tidak sejajar
  • Salah satu sisi tulang rusuk terlihat lebih menonjol saatmembungkuk mengambil sesuatu atau saat rukuk (Ketika mengerjakan salat).
  • Postur tubuh tampak miring ke satu sisi.
  • Nyeri punggung atau kelebihan otot, apalagi setelahberdiri atau duduk dalam waktu lama.

Namun gejala tersebut, dalam kasus berat bisa munculgangguan pernafasan karena tekanan pada paru-paru.

Penyebab Skoliosis

Yang perlu kita ketahui penyebab dari Skoliosis ini di antaranya adalah sebagai berikut (patut diketahui agar tidak ada lagi anak-anak di Indonesia yang mengalami Skoliosis) :

  • Idiopatik : yaitu jenis scoliosis yang paling umum (yaitusekitar 80% dari kasus keseluruhan scoliosis) dan penyebab pastinya belum diketahui. Biasanya munculpada masa pertumbuhan remaja.
  • Kongenital : Untuk kasus yang satu ini, yaitu kasus yang dialami oleh anak dari tetangga saya merupakan scoliosis yang dialami sejak lahir. Hal ini disebabkan karenaperkembangan tulang belakang yang tidak sempurna saatdalam kandungan.
  • Neuromuskular : Bagi anak-anak maupun orang dengancerebral palsy, scoliosis bisa terjadi karena ini. Hal inidikarenakan adanya gangguan saraf dan otot.
  • Degeneratif : Skoliosis ini biasa terjadi pada orang dewasa, biasanya akibat kerusakan tulang belakangkarena usia, osteoarthritis, atau cedera tulang belakanghingga menyebabkan scoliosis. Contohnya adalah teman mengaji yang sudah saya ceritakan di atas, yang pernah mengalami skoliosis degenerative yang memang bisa terjadi pada saat dewasa.

Cara Mencegah Skoliosis

Meskipun tidak semua jenis scoliosis bisa dicegah, terutamayang terjadi sejak lahir atau bawaaan namun ada beberapaLangkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi Risiko ataumencegah keparahan scoliosis yang terjadi :

  1. Perhatikan Postur Tubuh : teman-teman harus mulaimembiasakan untuk duduk tegak. Selain itu juga kitaperlu menghindari kebiasaan membungkuk ataumenyandarkan berat tubuh pada satu sisi terlalu lama.
  2. Gunakan Tas Punggung dengan Benar : Pastikan tassekolah anak tidak terlalu berat dan selalu digunakan di kedua bahu, bukan satu bahu saja.
  3. Olahraga secara teratur : Aktivitas fisik seperti berenang, yoga, atau senam punggung dapat membantumemperkuat otot-otot penyangga tulang belakang.
  4. Pemeriksaan rutin anak : dengan melakukan pemeriksaanrutin tulang belakang terutama pada masa pertumbuhananak, maka kita bisa mendeteksi lebih awal/lebih diniagar mendapatkan penanganan yang efektif.
  5. Nutrisi yang baik : Mengonsumsi makanan yang kaya kalsium dan vitamin D untuk menjaga Kesehatan tulangsejak dini, kita bisa mencegah scoliosis sejak dini.

Skoliosis memang sering dianggap sepele, namun dampaknyabisa sangat berbahaya atau sangat besar jika diabaikan.

Deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius di masa depan. Jika teman-temanatau anak-anak kita mengalami tanda-tanda scoliosis, segera konsultasikan ke tenaga medis atau dokter ortopedi sesegera mungkin untuk mendapatkan pemeriksaan dan saran terbaik.

Salah satu Rumah Sakit yang bisa menjadi rujukan untuk menangani masalah ortopedi ini Adalah RS EMC. Tim dokter dan perawat dari EMC HealthCare siap membantu masalah-masalah yang teman-teman hadapi untuk mendapatkan penanganan terbaik yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

RS EMC

Yuk percayakan perawatan teman-teman di Rumah Sakit EMC baik untuk aktivitas pra-operasi, pasca operasi maupun perawatan ortopedi untuk mendapatkan layanan terbaik yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Kesehatan kita yang tak ternilai harganya ini harus dijagabaik-baik, jangan sampai sudah terlambat lalu menyisakanpenyesalan tak berkesudahan.

Semoga artikel ini bermanfaat ya, jaga Kesehatan selalu ya teman-teman!

Leave a Comment