Ketika diketahui satu batalyon TNI/APRIS yang berkekuatan seribu orang, di bawah komando Mayor H. V. Worang sedang dalam perjalanan ke Sulawesi Selatan, unsur federalis dalam pemerintahan Negara Indonesia Timur (NIT) memutuskan untuk mengambil tindakan preventif. Bekas menteri kehakiman NIT, Soumokil, yang tampaknya mengabaikan nasihat Presiden, meyakinkan Andi Azis bahwa pendaratan batalyon TNI/APRIS harus dicegah dengan […]

Read More