Aku udah ampun deh sama asuransi. Ngga lagi-lagi lah! Daripada asuransi mending kamu investasi yang jelas aja.

Ibu menasihati seperti itu setiap kali saya bilang ingin punya asuransi jiwa atau kesehatan atau bahkan pendidikan untuk anak. Maklum beliau punya pengalaman buruk dengan asuransi yang dulu dibelinya. Asuransi menurutnya saat ini adalah kebohongan semata. Asuransi tipu-tipu semua.

asuransi lifepalDulu Ibu punya riwayat punya asuransi pendidikan dan pensiun warisan. Asuransi pendidikan untuk dua anaknya lancar, lalu ketika klaim asuransi untuk anak ketiga, perusahaan asuransi beliau mulai collaps dan akhirnya sekarang menghilang. Menyisakan banyak luka dan trauma.

Akhirnya buntutnya panjang, padahal uang yang dikumpulkan oleh ibu dan bapak kita tentu penuh perjuangan. Asuransi diharapkan mampu menolong mereka ketika membutuhkan nafas untuk berjuang. Namun nyatanya risiko keuangan yang asalnya dialihkan ke perusahaan asuransi, pada akhirnya menjadi risiko yang harus mereka tanggung hingga hati berlubang.

Sebenarnya mana sih yang salah? Benarkah semua asuransi adalah omong kosong? Benarkah asuransi hanya permainan kata yang menyesatkan?

Rasanya tak adil jika hanya mendengarkan dari salah satu sisi saja. Oleh karena itu saya menuliskan ini, memberikan edukasi pada siapa saja yang membutuhkan informasi tentang asuransi, termasuk sebagai sarana bagi saya untuk belajar lebih banyak tentang sesuatu yang akan saya beli.

Logikanya, kita harus tahu kan apa yang kita beli? Produknya apa, manfaatnya apa untuk kita, berapa harganya dan risiko apa yang kita hadapi kalau memutuskan untuk membeli produk tersebut?

Kenapa Kita Butuh Asuransi?

Sebenarnya pertanyaannya berasal dari satu kalimat ini, untuk apa sih asuransi itu? Kenapa kita butuh asuransi?

kenapa butuh asuransiSebelum menuliskan ini tentu saya banyak mencari tahu soal asuransi itu apa, manfaatnya apa dan bagaimana risikonya. Salah satu sumber yang saya jadikan rujukan adalah dari Live instagram Mbak Annisa Steviani, seorang Certified Financial Planner yang sudah malang melintang di dunia “per-asuransian”.

Mbak Annisa saat itu mengatakan bahwa sebenarnya kalau dalam pengelolaan keuangan, asuransi ini penting banget. Bahkan sebaiknya kita beli asuransi dulu sebelum investasi. Kenapa? Karena sebagai manusia kita punya risiko hidup kan. Risiko hidup itu berupa sakit dan meninggal dunia. Jelas itu pasti akan dialami oleh semua manusia, sebagai makhluk hidup yang bernyawa kan.

Nah, jangan sampai karena terkena risiko hidup tersebut, lalu kita jadi bangkrut karena tak punya cadangan biaya karena kehilangan salah satu potensi untuk mencari nafkah karena sakit misalnya. Atau karena si penanggung nafkah kita tiada. Pasti berat secara mental maupun finansial. Maka alihkan risiko keuangannya pada perusahaan asuransi. Kita memproteksi jiwa dan kesehatan kita dengan harapan : itu semua akan tercover ketika risiko itu terjadi.

Kita ngga bangkrut ketika sakit dan kita ngga bingung anak mau makan apa ketika pencari nafkah utama meninggal dunia.

Banyak kejadian di sekeliling kita lho bangkrut karena sakit. Beberapa kenalan saya yang sakit terpaksa harus menjual rumahnya dengan harga setengah dari harga pasaran bahkan karena memang butuh cepat. Jangan sampai hal itu terjadi pada kita. Karena sebenarnya hal tersebut bisa dicover asuransi. Jangan sampai kita menghabiskan aset untuk membiayai anggota keluarga yang sakit.

Apalagi saat-saat pandemi seperti ini. Seorang freelancer dan pegawai honorer yang gajiannya tiga bulan sekali pastinya butuh perlindungan lebih dari itu. Bagaimana jadinya kalau saya sakit, pekerjaan tidak bisa diselesaikan, honor pun tak bisa cair kan?

Begitu juga ketika kita berbicara soal asuransi jiwa. Omong-omong asuransi jiwa, kita juga berbicara soal masalah kekhawatiran. Khawatir bagaimana kalau suami kita meninggal, kerja banting tulang jadi single mom. Beberapa suami teman saya pun telah mendahului sebab gelombang kedua Covid-19 beberapa bulan lalu. Saya jadi berpikir, apa yang harus saya lakukan kalau ditinggalkan suami?

Kalau saya memutuskan untuk membeli asuransi dengan premi 1,5 M, kapanpun suami meninggal, secara finansial kita akan selalu siap meskipun secara mental tidak akan pernah siap. Siapapun yang meninggal terlebih dahulu akan tercover dan kita tidak punya beban finansial nantinya.

prioritas keuanganMari Berbicara Soal Prioritas

Kalau berbicara soal prioritas, kita bisa lihat nih dari penjelasan seorang ahli financial planner, sebaiknya kapan kita membeli asuransi? Kapan asuransi menjadi prioritas? Nah, berikut urut-urutannya ya :

1. Kebutuhan rutin : makan, listrik, bayar sekolah anak, memberi orangtua, termasuk cicilan KPR masuk ke dalam kebutuhan rutin yang menjadi prioritas pertama bagi keuangan kita.

2. Melunasi utang : utang konsumtif (misalnya utang ke e-commerce, cicilan mobil, atau yang dipakai untuk sesuatu yang sebenarnya kalau kita ngga punya pun ngga apa-apa).

3. Dana darurat : dana yang tidak tercover asuransi. Misal : garasi kamu roboh, benerin genteng yang bocor.

Nah, pertanyaannya, seberapa banyak dana darurat yang harus kita sediakan nih? Minimal 1x pengeluaran bulanan adalah dana darurat yang harus kita miliki.

Menurut Mbak Annisa, keuangan yang sehat itu kalau kita memiliki dana darurat dengan jumlah minimal 1x pengeluaran bulanan. Kalau pengeluaran bulanan kita tiga juta rupiah per bulan, maka senilai itulah dana darurat yang harus kita miliki.

Asumsinya, dana darurat itu kita gunakan ketika hal-hal tidak terduga terjadi pada kita. Misalnya ketika kehilangan pekerjaan. Dalam hal ini kalau kita punya dana darurat, kita masih bisa pegang dana untuk 1 bulan ke depan. Minimal kalau mobil harus ke bengkel kita juga ngga perlu hutang.

prioritas manajemen keuangan

4. Asuransi : Kita harus yakin banget kalau suami atau kita yang sakit ada yang bayarin, kita ngga ambil biaya sekolah anak, dan lain-lain. Uang yang tadinya untuk sekolah anak biasanya akan terpakai ketika ada yang sakit. Dan ketika kita sakit kita tidak bisa bekerja, tidak bisa menghasilkan (apalagi untuk freelancer seperti saya). Maka penuhi dulu risikonya.

Kapan perlu beli asuransi? Karena kita melindungi sesuatu yang tidak terduga, meskipun kita sudah kaya, uang banyak, asuransi juga dibutuhkan gengs. Lebih tepat beli asuransi ya ketika sudah bisa nabung, sudah bisa mengalokasikan dana darurat.

Tidak bisa saling menggantikan antara tabungan dan asuransi. Karena beda fungsinya dan mungkin tabungan kita belum sampai untuk mengcover sakitnya kita. Asuransi ini kan sifatnya bergotong royong (terlebih yang syariah). Kita beli perlindungan ke perusahaan asuransi, lalu kalau kita sampai ngga sakit atau meninggal dunia, uangnya kemana? Uangnya dipakai untuk orang yang sakit dan meninggal dunia lainnya.

Mudahnya, teman-teman bisa intipin video berikut :

5. Investasi :  Asuransi tidak sama dengan investasi. Banyak orang yang salah kaprah. Kesalahpahaman yang paling umum ketika orang membeli asuransi adalah : tandanya kita keluar uang dan ngga balik lagi. Imbal hasilnya bukan semerta-merta seperti kita berinvestasi. Asuransi tidak begitu. Uang yang kita setorkan keluarnya ya ngga full ketika kita membelinya.

Analogi Security Kompleks Bagi yang Takut “Tertipu” Asuransi

Ketika terjadi kesalahpahaman antara agen dan nasabah soal asuransi, setidaknya ada dua alasan kenapa terjadi hal tersebut. Yakni :

agennya ngga paham-paham banget dengan produknya, ya asal kejual aja. Atau nasabah yang ngga paham-paham banget dengan produknya, tapi karena ngga enakan akhirnya beli aja.

Kalau orangtua kita 20 tahun lalu merasa tertipu dengan asuransi, itu karena kurangnya informasi saja. Zaman sekarang, sambil rebahan di rumah kita bisa menggunakan Lifepal untuk memilih perusahaan asuransi dan mencari tahu soal produk tersebut kemudian. Kalau kita paham apa yang kita beli, tidak ada yang namanya penipuan. Karena kita menandatangani hal yang sebenarnya sudah jelas, istilahnya tuh ada perjanjian di atas kertas kan.

Oleh karena itu kita bisa menganalogikan asuransi ini dengan security kompleks.

Kita membayar keamanan security kompleks untuk keamanan tempat tinggal. lalu 10 tahun berlalu dan tidak ada maling, lalu kita tagih uang yang telah kita bayarkan ke security yang telah melindungi kita. 

“Pak mana? Balikin uangnya. Masa ngga ada maling 10 tahun dan ngga balik duitnya.”

asuransi penipuan

Begitu juga dengan asuransi. Sudah beruntung kita ngga sakit parah, panjang umur, sehingga kita ngga perlu minta dibalikin “gaji securitynya” kan? Begitulah asuransi. Kita membeli, yang artinya apa yang kita beli dan yang sudah kita bayarkan ya sudah tidak bisa ditarik lagi. Apa yang kita beli? Balik lagi ke penjelasan sebelumnya, risiko keuangan itulah yang kita beli. Kita mengalihkan risiko keuangan pada perusahaan asuransi.

Memilih Asuransi Terbaik dari Asuransi Lifepal

Sebelum menentukan pada asuransi mana kita akan melabuhkan kepercayaan, kita perlu tahu dulu bahwa memilih asuransi kesehatan, asuransi kendaraan, asuransi pendidikan, hingga asuransi jiwa terbaik bisa didapat dengan mengetahui kebutuhan dan anggaran kita saat ini.

Kemudian bandingkan beberapa polis dari perusahaan asuransi di Indonesia secara online dan ikuti beberapa tips cara memilih asuransi terbaik dari LifePal berikut :

1. Pilih Manfaat Asuransi Sesuai dengan Kebutuhan

Menyesuaikan manfaat asuransi dengan kebutuhan sangatlah penting untuk mendapatkan polis terbaik dengan premi murah. Jadi jangan asal tunjuk mana yang lebih banyak mendapat klaim besar yaa. Hehe.. Kita harus betul-betul memperhatikan dan punya skala prioritas.

Misalnya saja untuk sekarang kita telah memiliki proteksi BPJS Kesehatan dan polis asuransi kesehatan swasta dari kantor. Tapi, karena khawatir polis yang diberikan kantor tidak dapat menanggung biaya penyakit kritis, maka kita tertarik untuk melengkapinya dengan asuransi kritis.

Nah, sebaiknya tidak gegabah langsung mengambil tindakan untuk melengkapi dengan asuransi kritis. Kita bisa melakukan tes darah lengkap terlebih dahulu di laboratorium untuk mengetahui risiko kesehatan. Jika hasilnya tidak ada risiko penyakit kritis, sebaiknya tidak perlu melengkapi rider atau polis tambahan asuransi penyakit kritis. Begitupun sebaliknya.

Kalau untuk saat ini sih saya lebih butuh asuransi jiwa.

2. Bandingkan Polis Secara Online

Agar tidak salah pilih, teman-teman dapat memanfaatkan situs marketplace asuransi seperti Lifepal.co.id untuk membandingkan 500+ polis dari beberapa pilihan perusahaan asuransi di Indonesia. Melalui situs Lifepal, calon nasabah dapat membandingkan detail manfaat hingga premi satu polis dengan lainnya secara mudah.

bandingkan polis secara onlineDalam hal ini kita bisa tahu nih perbandingan secara transparan seluruh perusahaan asuransi di Indonesia. Semakin banyak pilihan, semakin banyak pula tentunya yang akan kita pertimbangkan. Namun inilah hal baiknya. Kita akan berpikir lebih dalam mengenai kebutuhan serta prioritas mana yang seharusnya didahulukan.

Banyaknya perbandingan polis yang dapat dilihat secara online ini tentu saja juga berpengaruh pada bagaimana kita mengambil keputusan. Sehingga kita tidak akan terburu-buru dan bisa berpikir lebih matang. Zaman Ibu saya dulu belum ada situs marketplace asuransi seperti ini, jadi belum bisa membandingkan dan memilih perusahaan asuransi yang terpercaya.

3. Pilih Manfaat Polis yang Sebanding dengan Biaya Rumah Sakit

Teman-teman, jangan langsung tergiur melihat premi murah ya. Apalagi ibu setengah muda seperti saya nih yang suka ngga tahan lihat harga murah. Wkwk..

Sebaiknya pilih premi asuransi yang sebanding dengan manfaat yang diberikan. Sebab, percuma jika preminya Rp30 ribu per bulan tapi polisnya hanya menanggung biaya rawat inap Rp100 ribu per hari. Tentu saja tidak bisa menutupi biaya rawat inap rumah sakit yang berkisar Rp500 ribuan per hari atau bahkan lebih.

Berdasarkan pengalaman sih untuk biaya rawat inap bisa 500ribu hingga 700ribu per hari. Belum biaya obat dan tindakan (jika memang dibutuhkan tindakan). Jadi pilih premi asuransi yang dapat kita ambil manfaatnya saat dibutuhkan secara wajar ya.

tips memilih asuransi terbaik

4. Pilih perusahaan asuransi yang kredibel

Saat ini semakin banyak perusahaan asuransi yang bermunculan di Indonesia. Karenanya, penting untuk setiap nasabah lebih teliti dan jeli dalam memilih brand atau perusahaan asuransi yang kredibel.

Sebelum menentukan pilihan, ada baiknya kita mencari tahu track record perusahaan, apakah pernah tersandung masalah atau tidak. Seperti yang telah dialami oleh keluarga saya mengenai klaim asuransi kendaraan dan asuransi pendidikan yang akhirnya hilang karena perusahaan beralasan kollaps. Jangan sampai terjadi deh ya.

Selain itu, pastikan perusahaan telah berlisensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terdaftar di AAJI untuk perusahaan asuransi jiwa atau AAUI untuk perusahaan asuransi umum. Sehingga jika ada permasalahan di kemudian hari, kita bisa melaporkannya pada OJK di Indonesia.

Pilih perusahaan yang sehat. Ketika perusahaan asuransi kita gagal bayar, itu semua karena perusahaannya tidak sehat.

Perhatikan RBC (Risk Based Captial) atau indikator kesehatan keuangan ketika memilih perusahaan asuransi. Patokan kemampuan perusahaan dalam membayar utang jangka panjang minimal 120%. Ada aturan OJKnya lho itu. Kasarnya, kekayaan besar perusahaan itu bisa melunasi semua utangnya perusahaan. Perusahaan asuransi yang sehat RBCnya bisa sampai 600-700%.

Jadi kalau ada orang yang klaim dalam waktu bersamaan dengan jumlah banyak mereka masih bisa ngeklaim. Jadi coba kita googling mana RBC yang paling besar di Indonesia, itulah perusahaan yang sehat. Kalau ada yang tidak mau mempublikasikan RBCnya, jangan mau haha. Karena harusnya bangga kalau RBCnya tinggi.

Semua survey tersebut ada di Lifepal : teman-teman bisa nyari tuh mana 10 perusahaan asuransi dengan RBC terbaik. RBCnya jauh dari 120% yang ditentukan oleh OJK. Setiap tahun kalau perlu direview, karena naik turunnya biasanya ngga jauh-jauh banget kalau kata ahli financial planner mah.

Hal-hal yang Harus Dipahami Sebelum Memilih Asuransi :

  1. Sesuai kebutuhan dan sesuai kemampuan. Beli asuransi itu butuhnya apa dan mampunya yang mana. Jangan dibolak balik. Jangan stress kalau agen bilang harganya mulai sekian, coba kita tanya : kalau budgetnya segini sebulan. Jangan ragu-ragu atau takut kelihatan miskin, mampunya berapa, kalau produknya tidak cocok maka agen akan sadar dan akan merekomendasikan produk yang lain. Bandingkan juga dengan harga premi yang sama dapatnya lebih banyak atau sedikit. Kita bandingkan dari perusahaan yang punya RBC terbesar tadi. Coveragenya apa saja, pengecualiannya apa saja.
  2. Minta ilustrasi kenaikan premi sampai beberapa tahun ke depan. Kira-kira kita akan sanggup ngga membayarnya sampai beberapa tahun ke depan.
  3. Sebagai seorang awam atau tidak paham dengan asuransi : harus kita tanyakan dengan detail dan harus berani bilang tidak ketika itu di luar kemampuan kita atau memang tidak sesuai kebutuhan. Kalau kita tidak paham, jawab engga jadi jangan merasa “saya telah tertipu dengan asuransi” hanya karena kita tidak memahami produk yang kita beli.

tips membeli asuransi

Tanya terus sampai paham! Jangan pernah merasa tidak enak atau takut dibilang bodoh. Jangan. Kita harus paham dengan apa yang kita beli sehingga kita ngga akan merasa tertipu dengan apa yang sebenarnya sudah kita sepakati.

Apakah BPJS atau Asuransi Kantor Cukup?

Kalau kita masih punya sisa uang untuk dialokasikan untuk asuransi, maka disarankan untuk membeli asuransi ini. Apalagi perempuan risiko kesehatannya paling tinggi. Kalau teman-teman mengikuti financial planner yang biasanya dibagikan secara gratis oleh Mbak Annisa Steviani melalui akun instagramnya @annisast pasti akan lebih memahami mengapa asuransi ini penting banget dan kalau ada biaya lebih disarankan untuk membeli asuransi jiwa juga.

Jadi bisa dibilang asuransi ini akan bersifat komplementer nantinya. Meskipun sudah BPJS, tidak ada salahnya juga punya asuransi kesehatan kalau kita mampu membayarnya. Kembali lagi pada risiko kesehatan pada perempuan. Itulah kenapa perempuan itu premi asuransinya lebih tinggi. Karena dianggap risikonya lebih tinggi juga.

Aduh, aku udah telat nih udah umur segini baru mau beli asuransi. Worth it ngga sih?

Pembelian asuransi jiwa di usia 30 tahunan? Terlambat? Ngga juga sih. Tapi pastinya lebih mahal tuh harganya. Namun lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan?

Mengapa #AsuransiLifepal

asuransi lifepalLifepal sebagai perusahaan online marketplace asuransi di Indonesia, dapat membantu nasabah membandingkan dan beli polis asuransi secara online. Melalui situs resmi Lifepal.co.id, teman-teman bisa dengan mudah memilih dan membeli produk asuransi secara transparan, sesuai kebutuhan dengan premi bersahabat.

Lifepal telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan asuransi di Indonesia untuk menghadirkan pilihan produk asuransi kesehatan, asuransi jiwa (termasuk bisa digunakan untuk asuransi pendidikan), asuransi motor, dan asuransi mobil terbaik serta asuransi syariah. Adapun polis yang tersedia mencakup plan individu, keluarga, dan perusahaan.

Beli asuransi online menjadi pilihan praktis yang dapat memudahkan teman-teman dalam melindungi diri dan keluarga secara finansial. Sebab, situs asuransi online memungkinkan nasabahnya untuk mengukur kebutuhan dan anggaran, dengan cara membandingkan 500+ pilihan polis dari perusahaan asuransi yang ada di Indonesia. Cukup gunakan smartphone, nasabah dapat daftar asuransi online kapan saja, bahkan dari rumah.

kelebihan lifepalBerikut ini beberapa keuntungan yang bisa diperoleh:

  • Membandingkan Asuransi : Misalnya, asuransi mobil terbagi menjadi asuransi all risk dan asuransi TLO yang mana kedua pilihan ini memiliki manfaat pertanggungan yang berbeda. Nah, Lifepal akan membantu untuk memilihkan jenis asuransi yang tepat sesuai kebutuhan nasabah.
  • Membandingkan Polis : Platform marketplace asuransi Lifepal dapat membantu nasabah dalam membandingkan polis secara online. Dengan cara ini, kita dapat membuat keputusan tepat dan memilih manfaat polis yang benar-benar sesuai kebutuhan. Selain itu, nasabah juga dapat membandingkan manfaat polis, premi, hingga pengecualian klaim dari berbagai perusahaan asuransi sekaligus.
  • Menghemat Waktu : Di era yang serba cepat ini, membeli asuransi secara offline – bertatap muka dengan agen – rasanya memang merepotkan. Alhasil, banyak yang akhirnya menunda beli asuransi karena tidak ada waktu. Hadirnya platform all-in-one asuransi online ini dapat membandingkan dan membeli asuransi yang dibutuhkan di mana dan kapan saja. Untuk dokumen pembelian polis pun semuanya dapat dilakukan secara online dalam bentuk PDF format, dan polis akan dikirimkan ke rumah nasabah.

asuransi lifepal

asuransi lifepal

  • Keamanan Dokumen : Tidak jarang nasabah dihadapkan dengan isu kehilangan dokumen polis. Tanpa dokumen polis, tentu saja nasabah akan kesulitan dalam mengajukan klaim. Keadaan ini bisa dihindari jika kita beli polis secara online. Karena biasanya selain dikirimkan buku polis dalam bentuk  hardcopy tapi juga softcopy melalui email.
  • Layanan Nasabah 24×7 Risiko kerugian bisa terjadi kapan saja. Menyadari hal itu, Lifepal sebagai marketplace asuransi online menyediakan layanan nasabah yang dapat diakses 24 jam. Artinya, jika nasabah mengalami risiko kesehatan darurat di malam hari, tim Lifepal dapat membantu nasabahnya dalam pengajuan proses klaim. Layanan konsultasi asuransi ini dapat diakses via telepon di nomor (021) 3111 6121 atau WhatsApp di 0823 3003 0027.

Lengkap banget kan? Jadi yuk, tunggu apalagi? Alihkan risiko keuanganmu pada Lifepal 🙂

Referensi :

lifepal.co.id

Youtube/Lifepal

instagram.com/annisast