
Pada beberapa waktu lalu, Pengabdian Masyarakat UMM bersama dengan PDPM Kota Malang mengembangkan unit usaha percontohan budidaya ikan nila menggunakan sistem bioflok. Pengembangan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Malang.
Teknologi bioflok dipilih tim pengabdian karena terbukti meningkatkan produktivitas kolam, efisien dalam penggunaan pakan, dan lebih ramah lingkungan dibandingkan metode budidaya konvensional. Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan mikroorganisme yang membentuk agregat atau flok di dalam air kolam, yang berfungsi menjaga kualitas air sekaligus menjadi sumber pakan tambahan kaya protein bagi ikan.
Sebelum mengikuti program ini, mitra sama sekali belum mengenal teknologi bioflok. “Kami dulu kalau dengar budidaya ikan ya bayangannya kolam tanah biasa, tidak tahu soal aerasi, probiotik, apalagi manajemen kualitas air yang terukur. Setelah ikut pelatihan, baru paham bahwa ini sistem yang jauh lebih efisien,” ungkap salah satu kader PDPM Kota Malang yang terlibat langsung dalam proses instalasi kolam.
Pelatihan budidaya bioflok dilaksanakan dengan pendekatan praktik langsung di lapangan. Mitra dilibatkan sejak tahap awal instalasi kolam, mulai dari pemasangan liner atau pelapis kolam, pemasangan sistem aerasi, pemasangan pipa distribusi air, hingga pemasangan filter. Tim pengabdian turut mendampingi proses inokulasi probiotik yang menjadi kunci utama keberhasilan sistem bioflok.
Anggota tim dari Jurusan Vokasi Bisnis Properti UMM turut berperan penting dalam merancang tata letak sarana kolam agar operasional berjalan efisien dan memenuhi standar teknis.
“Penataan lahan itu menentukan keberlanjutan usaha. Kami pastikan posisi kolam, jalur air, dan akses perawatan dirancang sehingga mitra bisa mengelolanya sendiri tanpa kesulitan teknis di kemudian hari,” jelas anggota tim dari bidang vokasi tersebut.
Setelah instalasi selesai, mitra mendapat pendampingan intensif dalam manajemen pakan, pengendalian kepadatan ikan, serta pemantauan pertumbuhan dan kesehatan ikan nila secara berkala. Evaluasi yang dilakukan tim pengabdian menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen peserta pelatihan kini dapat menjelaskan dan mempraktikkan sendiri proses budidaya bioflok, mulai dari persiapan kolam hingga tahap panen.

Selain manfaat teknis, sistem bioflok ini dirancang sebagai unit usaha percontohan yang menjadi bagian dari strategi income center PDPM Kota Malang secara keseluruhan, berdampingan dengan unit usaha produksi jamu herbal instan yang juga dikembangkan dalam program yang sama. Kedua unit usaha ini diharapkan saling melengkapi sebagai sumber pendapatan organisasi yang stabil dan berkelanjutan.
“Yang membuat kami optimis adalah antusiasme kader. Mereka aktif memantau perkembangan ikan, bahkan berinisiatif mendiskusikan strategi pengembangan ke depan tanpa harus selalu menunggu instruksi dari kami,” kata Ahmad.
Sebagai langkah lanjutan, tim pengabdian akan terus memantau perkembangan kolam bioflok melalui kunjungan rutin dan diskusi evaluatif, sembari membantu mitra menyusun rencana pengembangan skala usaha. Rekaman audio-video yang mendokumentasikan seluruh proses instalasi dan pengoperasian kolam juga telah disiapkan sebagai media pembelajaran mandiri bagi mitra maupun komunitas lain yang berminat menerapkan teknologi serupa.










