Omong-omong soal memilih niche, hal yang dibingungkan oleh orang yang baru akan memulai ngeblog adalah: apa yang harus ditulis di blog, niche apa yang terbaik? Ada berbagai cara memilih niche blog, salah satunya adalah dengan mencari dalam diri kita sendiri.

Saya pernah memilih niche yang spesifik untuk beberapa blog saya. Yaitu niche kucing, ibu dan bayi, wisata, dan fashion. Dari empat blog itu hanya niche kucing yang cukup bagus dari segi trafik dan monetasi.

Setiap niche sudah saya riset potensi trafik, potensi monetasi, dan skill saya apakah cukup paham dengan niche yang saya pilih. Namun sebagus apapun perencanannya ternyata masih ada potensi gagal.

ide topik paling menarik untuk blog nicheKarena orientasi saya adalah monetisasi, saya malas meneruskan ketiga blog saya karena dalam jangka waktu tertentu tidak menghasilkan. Faktor lain adalah kompetisi di SERP yang tidak sanggup saya kejar, dan rasa bosan menulis di niche ibu dan bayi, wisata, dan fashion.

Saya menyukai dunia wisata, fashion, dan bayi tapi ternyata hanya sekedar suka. Tidak seperti ketika saya ngeblog soal uang atau buku, saya betah berjam-jam belajar tentang semua itu lalu menuliskannya menjadi artikel. Blog saya yang ibu dan bayi, dan fashion sudah saya hapus, yang wisata mungkin sebentar lagi menyusul.

Sebuah niche yang awalnya terasa sempurna, seiring waktu ternyata bisa tidak cocok untuk kita. ‘Salah’ memilih niche ini bisa dialami oleh blogger berpengalaman maupun blogger baru.

Blogger lama mungkin sudah tidak terlalu kehilangan jika salah niche kemudian menghapus blog. Tapi bagi blogger baru hal itu bisa menjadi berat.

Memilih Niche Sesuai Keahlian

Memilih satu niche spesifik untuk blog ada kekurangannya. Misal saya memilih niche kucing lalu ngeblog spesifik tentang kucing. Jika di tengah jalan saya gagal dan ingin ganti niche saya harus hapus semua tulisan soal kucing, lalu mulai dari nol dengan niche baru.

Masalahnya saya terlanjur memilih nama domain Fanicat.com. Jika ingin ganti niche otomotif misalnya, saya harus beli domain baru.

Ada satu cara untuk meminimalisir salah memilih niche yaitu dengan memilih beberapa niche (sub niche) yang kita sukai dan kuasai. Dengan cara ini kita harus mempunyai mindset bahwa ngeblog itu dinamis.

Caranya adalah dengan mengumpulkan apa saja yang kita mempunyai keahlian di dalamnya. Tidak perlu sampai tingkat pakar tapi level mempunyai pengetahuan lebih tinggi dari kebanyakan orang saja sudah cukup. Biasanya adalah hal-hal yang kita tekuni dalam waktu lama, termasuk hal yang terkait dengan pekerjaan kita.

Misalnya saya dulu pernah bekerja jadi IT support, web designer, dan SEO. Pernah juga menangani blog klien, affiliate marketing, dan membuat WordPress theme untuk klien.

Kemudian saya tulis keahlian saya yang bisa dijadikan sub niche:

  • Blogging
  • SEO
  • Review software
  • Review WordPress theme
  • Affiliate marketing

Kelima sub niche di atas saya jadikan kategori artikel. Jadi saya bisa menulis banyak hal di blog saya, namun tetap fokus pada hal-hal yang saya kuasai.

Manfaat Ngeblog Berdasarkan Keahlian

Karena tema blog adalah hal-hal yang kita kuasai maka isi blog jadi lebih bagus, lebih kompetitif, dan lebih bermanfaat. Hal yang dikuasai biasanya adalah hal yang disukai juga, jadi lebih enjoy ngeblognya.

Ketika kita memonetasi blog pun akan lebih terpercaya. Misalnya kamu sangat tahu soal handphone dan membuat artikel rekomendasi smartphone harga dua jutaan yang terbaik.

Dalam artikel kamu sisipkan link afiliasi dimana orang bisa klik dan membeli smartphone. Tulisanmu tentu lebih berbobot dan dipercaya orang sehingga potensi orang untuk membeli via link afiliasimu besar. Jika saya, yang buta tentang handphone, menulis artikel seperti itu hasilnya adalah artikel yang dangkal.

Setelah beberapa lama ngeblog kita akan tahu sub niche apa saja yang sukses. Ukuran sukses tergantung kita masing-masing apakah banyaknya trafik organik, penghasilan, atau hal lainnya.

Kita bisa berhenti menulis sub niche yang tidak sukses, atau bahkan menghapus artikel-artikelnya bila mau. Lalu melanjutkan fokus pada sub niche yang sukses saja. Dengan begini kita tidak mulai dari nol sebagaimana jika kita memilih satu niche spesifik di awal ngeblog dan lalu gagal.

Dinamis

Seiring waktu keahlian kita bisa bertambah baik jenisnya maupun kedalamannya. Bisa jadi satu atau dua tahun ke depan kita menguasai hal baru. Keahlian baru itu bisa menjadi sub niche yang baru di blog.

Dengan demikian blog semakin berkembang. Karena sub niche baru membawa tambahan potensi trafik dan potensi monetasi.

Jadi tidak usah berkecil hati jika saat ini cuma bisa menulis tentang satu atau dua hal di blog. Beberapa tahun pemikiran dan kemampuan kita akan berkembang, begitu juga blog kita. Cara mencari niche ini bisa diterapkan juga untuk blog yang sudah eksis.