Saat kecil banyak sekali pantangan-pantangan yang saya dengar saat puasa.

Eh, nangis batal lho! Jangan nangis!

Eh, jangan sering-sering gosok gigi nanti batal lho!

Dan berbagai ungkapan lain yang menurut saya ngga masuk akal sekarang, seperti bergandengan tangan dengan seorang bocah laki-laki akan membuat dirimu hamil. Begitu kata teman-teman saat saya masih TK. Entah siapa yang memulai mitos-mitos itu dan akhirnya dipercayai oleh saya yang ingusan ini. Tapi setelah dipikir-pikir mungkin itu cara ibu-ibu kita dahulu untuk mencegah anak zaman now agar tidak terjerumus pada pergaulan yang semakin meresahkan akhir-akhir ini.

Coba kalau anak sekarang disodori mitos seperti itu, pasti tidak akan percaya semudah itu. Mereka punya Mbah Google yang bisa dimintai informasi kapan saja dan dimana saja.

Begitu juga dengan mitos bahwa sering-sering menyikat gigi akan membatalkan puasa. Hal ini tentu tidak benar. Tidak mungkin kita akan membiarkan gigi kita kotor dan bau mulut saat berpuasa. Maka salah satu jalan paling mudah adalah dengan membersihkan gigi sering-sering, asal tidak ada air yang tertelan dan masuk lewat kerongkongan kita. Andai pun tertelan secara tidak sengaja, maka tidak membatalkan puasa.

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah ketika ditanya apa hukum menggunakan pasta gigi saat berpuasa, jawaban beliau, “Membersihkan gigi saat dengan pasta gigi tidak membatalkan puasa sebagai siwak. Hal ini selama menjaga diri dari sesuatu yang masuk dalam rongga perut. Jika tidak sengaja ada sesuatu yang masuk di dalam, maka tidak batal.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 15: 260. Dinukil dari Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab no. 108014).

Bahkan Rosul mengatakan bahwa jika tidak memberatkan umatnya, beliau akan mewajibkan bersiwak setiap kali wudu. Nah lho, jadi setiap kali wudu baiknya menyikat gigi yah. Tentu ini dimaksudkan agar tidak ada sisa makanan yang menempel saat kita akan memulai salat. Semua bersih, termasuk gigi dan mulut. Masya Allah betapa Islam mengajarkan kebersihan hingga sedetail itu ya.

Insya Allah jelas ya bahwa sikat gigi tidak membatalkan puasa. Jangan jadi muslimah nyebelin dengan membawa bau mulut saat bertemu dengan orang lain. Mungkin kita bisa berdalih bahwa bau mulutnya orang berpuasa itu seperti bau kesturi di surga. Tapi kita tidak tahu bahwa lawan bicara kita terganggu atau tidak dengan bau mulut ketika kita tidak menyikat gigi kan? Jadi selama tidak tertelan dengan sengaja dan tidak ada niat untuk itu, bersiwak atau menyikat gigi sesering kita mengambil wudu diperbolehkan kok.

Namun jika ingin bersikap hati-hati dengan memilih tidak menyikat gigi kecuali pada saat berbuka dan sahur itupun tak mengapa. Semua orang berhak memilih dengan ijtihadnya masing-masing.

sumber : unsplash.com