Pernah melihat anak dengan koreng kekuningan di sekitar mulut dan hidung yang tak kunjung sembuh? Bisa jadi itu impetigo, infeksi kulit akibat bakteri yang cukup sering ditemui, terutama pada anak-anak dan balita. Kabar baiknya, impetigo umumnya tidak berbahaya dan bisa diobati. Namun karena mudah menular dan bisa menimbulkan komplikasi pada kasus tertentu, penanganan yang tepat oleh dokter tetap penting.
Apa itu impetigo, jenis dan gejalanya, kapan harus ke dokter kulit, bagaimana pengobatan dan pencegahannya, serta referensi rumah sakit untuk konsultasi dan penanganan penyakit kulit? Yuk kita bahas lebih lanjut dalam artikel ini.
Apa Itu Impetigo?
Melansir dari laman RS EMC, Impetigo adalah infeksi bakteri pada lapisan atas kulit. Penyebab utamanya adalah bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes. Infeksi dapat terjadi pada kulit yang sebelumnya sehat (impetigo primer) atau muncul pada kulit yang sudah bermasalah, misalnya akibat eksim atopik, luka garukan, atau gigitan serangga (impetigo sekunder).
![]()
Impetigo lebih sering dialami anak-anak karena sistem kekebalan tubuh mereka belum sekuat orang dewasa, dan karena anak lebih sering bersentuhan langsung satu sama lain saat bermain atau di sekolah. Meski begitu, orang dewasa juga bisa terkena.
Jenis dan Gejala Impetigo
Gejala biasanya baru terlihat sekitar 4 sampai 10 hari setelah seseorang terpapar bakteri. Ada dua jenis utama impetigo dengan tampilan yang berbeda.
1. Impetigo krustosa (non-bulosa)
Ini jenis yang paling umum, terutama pada anak, dan lebih mudah menular. Ciri-cirinya:
- Muncul bercak atau luka kemerahan, sering di sekitar hidung dan mulut.
- Luka kemudian pecah dan membentuk kerak berwarna kuning keemasan atau kecokelatan.
- Dapat terasa gatal dan menyebar ke area kulit lain, terutama jika digaruk.
2. Impetigo bulosa
Jenis ini ditandai dengan lepuhan berisi cairan (bula) yang lebih besar. Lepuhan dapat pecah dan meninggalkan area kulit merah yang basah serta kerak tipis. Impetigo bulosa dianggap lebih serius dan, terutama pada anak, kadang disertai demam atau pembengkakan kelenjar getah bening.
Bentuk yang lebih dalam: ektima
Pada sebagian kasus, infeksi dapat masuk lebih dalam dan membentuk luka seperti borok (ektima). Bentuk ini memerlukan penanganan medis yang lebih cermat.
Bagaimana Impetigo Menular?
Impetigo menular melalui kontak langsung dengan luka atau cairan dari luka penderita. Penularan juga bisa terjadi lewat barang yang dipakai bersama, seperti handuk, pakaian, mainan, atau seprai. Karena itu impetigo mudah menyebar di lingkungan padat seperti rumah tangga, sekolah, dan tempat penitipan anak.
Faktor yang meningkatkan risiko antara lain usia anak, kulit yang terluka atau bermasalah, kebersihan yang kurang terjaga, dan kontak erat dengan penderita.
Kapan Harus ke Dokter Kulit?
Sebaiknya periksakan diri atau anak ke dokter, idealnya dokter spesialis kulit dan kelamin, jika:
- Muncul lepuhan, koreng, atau kerak kuning yang tidak membaik dalam beberapa hari, atau berlangsung lebih dari seminggu.
- Luka bertambah banyak atau meluas.
- Disertai demam, kemerahan yang melebar, nyeri yang bertambah, atau tampak bernanah.
- Luka memburuk setelah memakai salep antibiotik selama sekitar dua hari.
- Lebih dari satu anggota keluarga atau teman sekolah mengalami gejala serupa.
- Penderita adalah bayi atau memiliki kondisi kulit lain seperti eksim.
Dokter perlu memastikan bahwa luka tersebut memang impetigo, karena beberapa kondisi kulit lain tampak mirip.
Diagnosis oleh Dokter Kulit
Diagnosis impetigo umumnya ditegakkan dari riwayat keluhan dan pemeriksaan fisik pada kulit. Lepuhan, luka, serta kerak kuning keemasan di lokasi yang khas sudah sangat menggambarkan penyakit ini. Pemeriksaan laboratorium, seperti pengambilan sampel cairan atau kerak untuk menentukan jenis bakteri, biasanya dilakukan bila gejala tidak membaik dengan pengobatan atau dokter mencurigai penyebab lain, termasuk kemungkinan bakteri yang kebal antibiotik.
Penanganan Impetigo
Pengobatan impetigo ditentukan oleh dokter berdasarkan luas dan beratnya infeksi.
Antibiotik topikal (oles). Untuk infeksi ringan dengan luka yang sedikit, dokter biasanya meresepkan salep atau krim antibiotik, misalnya mupirocin.
Antibiotik oral (minum). Jika luka banyak, meluas, atau tidak membaik dengan obat oles, dokter dapat memberikan antibiotik oral. Bila pengobatan awal tidak berhasil, dokter dapat menyesuaikan jenis antibiotik.
Habiskan obat sesuai resep. Jangan menghentikan antibiotik hanya karena luka tampak membaik. Menghentikannya terlalu dini membuat infeksi mudah kambuh dan meningkatkan risiko bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik.
Perawatan di rumah (pendukung). Beberapa langkah berikut dapat membantu, tetapi tidak menggantikan obat dari dokter:
- Bersihkan luka dengan lembut menggunakan air dan sabun, lalu keringkan dengan handuk bersih. Jangan menggosok kasar atau mengelupas kerak secara paksa.
- Tutup luka dengan kasa bersih jika diperlukan agar tidak digaruk dan tidak menularkan ke orang lain.
- Jaga kuku tetap pendek supaya garukan tidak memperluas infeksi.
- Cuci tangan dengan sabun setelah menyentuh luka atau mengoleskan obat.
- Gunakan handuk, pakaian, dan seprai terpisah, dan cuci secara rutin.
Sebagian sumber menyebut bahan alami seperti lidah buaya atau madu memiliki sifat antibakteri. Bahan-bahan ini sebaiknya hanya dijadikan pelengkap dan dikonsultasikan dahulu dengan dokter, bukan pengganti antibiotik.
![]()
Komplikasi yang Perlu Diwaspadai
Impetigo umumnya tidak berbahaya, tetapi pada kasus tertentu dapat terjadi komplikasi, misalnya infeksi menyebar lebih dalam ke jaringan kulit (selulitis), berkembang menjadi ektima, atau pada kasus yang jarang memicu reaksi pada ginjal setelah infeksi bakteri streptokokus (glomerulonefritis). Itulah alasan kenapa impetigo yang tidak membaik atau disertai demam sebaiknya segera diperiksakan.
Pencegahan Impetigo
Beberapa langkah sederhana yang dapat membantu mencegah impetigo:
- Biasakan cuci tangan dengan sabun, terutama setelah bermain dan sebelum makan.
- Bersihkan dan tutup luka kecil, goresan, atau gigitan serangga sejak dini.
- Hindari berbagi handuk, pakaian, atau barang pribadi dengan penderita.
- Anak yang sedang menderita impetigo dianjurkan tidak bersekolah atau bermain bersama anak lain sampai gejala mereda atau sesuai anjuran dokter. Pada kasus ringan dengan luka yang tertutup rapat, dokter dapat memberi kelonggaran.
- Jaga kondisi kulit yang rentan, seperti eksim, agar tetap terawat.
Konsultasi dan Penanganan Impetigo Atau Penyakit Kulit Lain di RS EMC
Jika Anda atau anak Anda mengalami keluhan kulit yang mengarah ke impetigo, salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah RS EMC yang sudah memiliki beberapa cabang dan jaringan di berbagai kota.
Sebelum datang, ada beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan:
- Cek cabang dan jadwal dokter. Ketersediaan dokter spesialis kulit dan kelamin serta jam praktiknya dapat berbeda di tiap cabang, jadi pastikan lewat kanal resmi RS EMC atau hubungi langsung rumah sakit.
- Buat janji lebih dulu bila memungkinkan agar tidak menunggu terlalu lama.
- Catat keluhan. Kapan luka muncul, bagaimana perkembangannya, ada demam atau tidak, serta obat atau salep yang sudah dipakai.
- Jangan menutupi luka dengan kosmetik atau bahan lain sebelum diperiksa, supaya dokter dapat menilai kondisi kulit dengan akurat.
- Tanyakan jaminan dan biaya. Biaya konsultasi bervariasi tergantung dokter dan rumah sakit.
Dokter akan memeriksa kulit, menentukan apakah itu impetigo atau kondisi lain, lalu menyusun rencana terapi serta memberi edukasi pencegahan penularan di rumah.
Tidak perlu takut, meskipun Impetigo adalah infeksi kulit bakteri yang mudah menular namun umumnya dapat diatasi dengan penanganan yang tepat. Kenali gejalanya, yaitu lepuhan atau luka dengan kerak kuning keemasan, jaga kebersihan, dan jangan menunda ke dokter kulit di RS EMC bila luka tidak membaik, meluas, atau disertai demam. Dengan pengobatan yang sesuai dan kebiasaan hidup bersih, impetigo biasanya sembuh dengan baik dan penularannya bisa dicegah.
Semoga artikel ini bermanfaat yaa!








