Barangkali suatu hari, kita akan menjadi terintegrasi dengan mesin-mesin. Kesadaran individual kita akan diserap. Harapan-harapan independen kita akan lenyap. Kita akan saling berjumpa dan melebur di cloud, dan jiwa-jiwa kita yang telah terdigitalkan akan berkitar dan memutar di badai data, bentangan bits dan fungsi-fungsi secara harmonis ditaruh dalam keselarasan akbar yang tidak terlihat. -Everything is […]

Read More

Kisah sebelumnya : Narasi Sang Gurunda (Prolog) — “Mulai besok kita pindah rumah ya,” kalimat tersebut membuat Taufiq, Hud, Ruqoyah dan tiga saudaranya yang lain tercenung. Tak ada yang menanggapi. Tak ada yang berani berbicara. Namun akhirnya Emak tahu apa yang harus ia katakan. Anak-anaknya  menuntut penjelasan tentang kepindahan yang sudah direncanakan. “Kalau disini terus, kasihan […]

Read More

BAB 1 Membangun Kembali Harapan Life offers you a bazillion chances. All you have to do is take one. – Anonim. “Ayo Ning berangkat, keburu telat!” Seorang anak lelaki kurus tergopoh-gopoh membawa tas sekolahnya yang sudah usang. Warna yang seharusnya biru tua menjadi lebih gelap lagi, entah bisa disebut biru tua atau hitam. Wanita yang […]

Read More