“Udahlah Han kamu tuh ngga bakat bisnis.” celetuk Ibu saya suatu ketika.

Tidak salah memang ketika beliau mengatakan demikian. Karena sejak lulus kuliah dan mencoba berbisnis, saya selalu gagal. Saya mulai berbisnis sejak zamannya MLM lagi gencar-gencarnya. Sampai ikut seminarnya. Wkwk plis jangan diketawain.

Pernah juga bisnis stiker line yang sempat ramai sekali dan laku keras waktu itu.

Pernah juga jual baju yang berakhir pada… semua dipake sendiri. Beberapa dibawa teman, katanya mau dibayar besoknya. Tapi dia begitu terus sampai saya pikir amnesia.

Pernah juga sewa booth di mall dan berujung pada kebangkrutan. Semuanya berakhir dengan kegagalan. Namun sampai saat ini saya ngga pernah tuh kapok untuk terus mengulang.

Saya sadar pada akhirnya semua yang tidak diawali dengan ilmu, akhirnya ya begitu. Jalannya setengah-setengah dan nanggung. Maju iya mundur juga gakpapa.

Pada akhirnya saya menemukan bisnis yang tepat. Bisnis ketika melakukannya saya berbahagia. Siapa tahu bisa berkembang jadi bisnis level nasional kan. Harapan itu tentunya ingin saya raih bersama dengan Asus ExpertBook B9400. Naik kelas dalam berbisnis? Yuk ah, tancap gas!

Kalau kata Ibu saya seperti itu, mungkin beliau sudah lelah melihat saya gagal, atau mungkin merasa sedikit kasihan. Sudahlah kerjakan apa yang ada saat ini, maksimalkan. Begitu kira-kira kata beliau. Apa mau dikata, saya pun tidak menikmati sama sekali pekerjaan yang saya jalani saat ini. Saya lebih suka punya usaha sendiri ketimbang harus jadi pesuruh di kantor, hehe.

Mulai dari MLM Hingga Uang yang Dibawa Lari Pegawai

Dulu pertama kali bisnis ketika ikut salah satu multilevel marketing yang ditawarkan oleh seorang teman. Sekira tahun 2010, saat masih kuliah. Pembelinya ya hanya berasal dari keluarga sendiri. Bisnis ini berjalan tidak sampai satu tahun. Saya menyerah karena lama-lama ngga ada yang beli. Saat itu saya belum punya pikiran untuk mengevaluasi kenapa bisnis saya gagal.

Kegagalan pertama tentu tidak membuat saya menyerah semudah itu. Bisnis kedua saya mencoba peruntungan di bidang fashion. Modalnya pinjam ke Ibu, karena saat itu juga masih kuliah. Modal dua juta rupiah dari Ibu itu akhirnya hanya kembali satu juta rupiah saja. Tentu saja Ibu marah. Karena akhirnya baju-baju itu tidak dibayar oleh beberapa teman saya, dengan berbekal, “Aku bayarnya nanti ya.”

Lalu entah mereka amnesia atau saya yang terlampau bodoh untuk tidak menagihnya terus menerus. Ya, sebagai penjual saya memang tidak punya bakat untuk menagih perihal hutang. Namun juga tidak sampai hati untuk tidak memberikan pinjaman.

Setelah menikah, saya juga pernah berbisnis makanan. Saya cukup percaya diri saat itu bahwa masakan saya cukup enak untuk dijual. Beberapa minggu ada saja orang yang memesan. Namun sayang tidak bisa maksimal karena diberi sakit yang mengharuskan saya untuk bedrest total. Satu tahun bedrest dengan frekuensi transfusi darah tiga bulan sekali membuat saya akhirnya harus rela melepaskan pelanggan yang kadang masih menanyakan soal masakan yang saya jual.

Pasca operasi histeroktomi, saya sudah bisa beraktivitas seperti sedia kala. Satu tahun sakit, lalu memutuskan untuk operasi pengangkatan rahim di usia 24 tahun, hingga pemulihan pasca operasi ternyata tidak membuat semangat saya dalam berbisnis ikut surut.

Saya dan suami mendapatkan rezeki dan akhirnya bisa menyewa sebuah ruang kecil di mall untuk menjual makanan ringan dan minuman. Bulan pertama hingga ketiga berjalan lancar. Penjualan lumayan ramai dan bisa menutup uang sewa di mall bahkan membayar gaji karyawan. Hanya saja kami belum mendapatkan keuntungan. Kami yakin di bulan keempat akan mendapatkan itu.

Namun siapa sangka, pegawai yang kami jadikan penjaga sekaligus kasir membawa lari uang penjualan selama tujuh hari. Pegawai tersebut adalah salah seorang murid dari kakak ipar saya yang kebetulan baru lulus tahun itu. Oleh karena itu kami percayakan padanya soal keuangan. Setiap satu minggu kami hitung dan evaluasi pendapatan yang sudah ada.

Padahal setiap hari saat itu saya masih sering ikut berjualan di stand. Namun ternyata kepercayaan kami disalahgunakan olehnya. Selain kehilangan pegawai, kami juga kehilangan uang. Sehingga bulan berikutnya pun kami terpaksa tutup. Karena suami pun akhirnya diterima bekerja di tempat yang lebih layak dan lebih menghargai dirinya.

Sebelumnya suami saya bekerja di sebuah pabrik keramik. Ijazah S2nya nampaknya tidak berguna di sana. Hingga beliaupun dibayar dengan gaji yang sangat jauh di bawah UMR. Padahal jam kerjanya 9 jam dalam sehari, enam hari dalam satu minggu. Suami sengaja ingin bekerja di kota ini karena beliau tidak ingin meninggalkan ibunya yang sudah sepuh sendirian. Baktinya membuat saya mengalah, tidak apa-apa hidup pas-pasan yang penting suami saya bahagia.

Sejak saat itu, bisnis gerai makanan tidak saya teruskan. Beberapa alat saya pinjamkan pada seorang teman yang juga memulai usaha yang serupa. Bersamaan dengan itu juga saya diterima menjadi salah satu tenaga honorer di Kementerian Agama, spesialisasi bidang pencegahan narkoba. Meskipun pekerjaan ini bukan pekerjaan saya sukai, tapi ayah saya memberikan banyak pengharapan dari sana. Inilah yang sepertinya membuat saya bertahan sampai saat ini. Melihat ayah bahagia karena saya memenuhi permintaannya.

Namun bukan berarti saya membuang mimpi. Saya terus punya keinginan untuk berbisnis, membuka lapangan pekerjaan bagi sebanyak-banyaknya orang nantinya. Sambil kerja, saya pun menjadi reseller salah satu produk kecantikan. Saya juga belajar dari kesalahan-kesalahan di masa lalu. Bahwa ternyata berbisnis itu tidak hanya soal menjual produk atau jasa. Tapi ada ilmu di dalamnya.

Saya mulai mengikuti Coaching Entrepeneur. Saya mulai belajar mengoptimalkan media sosial, membuat foto yang menarik, dan lain sebagainya. Di tengah-tengah kesibukan menjadi ibu pekerja dan pedagang onlineshop, saya masih menyempatkan juga untuk belajar soal blogging dan digital marketing. Bertemu dengan banyak orang yang hobinya sama menjadi salah satu sumber energi besar buat saya.

kelas bisnis

saat diajak menjadi pembicara di AMM Entrepeneur School, karena bisnis yang terus gagal namun tak gentar

Hingga akhirnya saya punya ide bisnis dalam bidang media. Setelah satu tahun belajar sana sini soal ilmu blogging saya menjadi tergerak untuk menciptakan salah satu blog yang bisa menjadi rujukan masyarakat Indonesia di bidang pendidikan dan kesehatan mental. Kolaborasi antara saya seorang sarjana pendidikan dan adik saya seorang sarjana psikologi membuat saya ingin memiliki media besar seperti kapanlagi, idntimes, dan lainnya.

Suami saya pun memiliki keinginan yang sama. Keahliannya dalam bidang sistem informasi kini juga sudah mulai diasah dengan membuat website dan aplikasi kecil-kecilan yang dapat dimanfaatkan oleh rumah sakit tempatnya bekerja sebagai Electronic Data Process. Empat tahun suami saya menabung untuk membeli sebuah PC yang mumpuni ketika ia harus bekerja dengan kode-kode yang dimilikinya. Meskipun perangkatnya belum sebagus impiannya, namun lumayan lah untuk menunjang pekerjaannya.

Coba kalau ada Asus ExpeertCenter D500SA untuk suami saya dan ExpertBook B9400 mungkin kami jadi duet maut pebisnis hehe..

Beberapa waktu lalu saya tanyakan pada suami, apa keinginannya dalam pekerjaan? Ternyata benar, dia ingin upgrade PC. Tapi masih ngumpulin uang. Saya pun begitu. Ingin upgrade laptop, siapa tahu bisa lebih dekat dengan impian dan cita-cita.

Asus ExpertBook B9400 Harapan Menjadi Tenaga Honorer Sekaligus Pebisnis Handal

Berapa sih gaji honorer itu? Kalau saya sebutkan mungkin teman-teman tidak akan percaya. Hehe. Honorer seperti saya menerima gaji satu juta rupiah per bulan, itu pun kadang dirapel untuk beberapa bulan sekali. Pekerjaannya memang tidak seberat ASN, tapi tetap saja sebagai corong Kementerian Agama kami jadi salah satu barisan paling depan yang menghadapi sekaligus mengabdi pada masyarakat.

Terlebih karena saya spesialiasi Narkoba, saya jadi banyak bergaul juga dengan narapidana yang sedang menjalani rehabilitasi Narkoba. Apakah cukup dengan honor segitu? Kalau dipikir memang tidak akan pernah cukup, namun saya selalu teringat dengan nasihat ayah saya perihal menggali sumur.

pelayanan pada masyarakat sebagai penyuluh narkoba

Bahwa pengabdian untuk umat dan negara memang tidak seharusnya kita hitung-hitung untung atau rugi. Ia ibarat sumur yang terus kita gali dan suatu saat akan memancarkan sumber penghidupan bagi saya nantinya. Perkara gaji adalah bonus yang diberikan Allah untuk kita. Kalau mengingat ayah saya yang pernah tidak gajian selama 8 tahun sebagai guru di sekolah rintisan, rasanya malu mau mengeluh. Sudah diberi honor sebulan, masa iya masih hitung-hitungan soal pengabdian?

penyuluh agama islam

salah satu kegiatan yang dilakukan secara daring bersama para narapidana rehabilitasi narkoba

Oleh karena itu saya mencari sumur di tempat lain. Dimana lagi kalau bukan dari bisnis yang saya jalani? Bisnis di bidang content writer yang harapannya ingin saya kembangkan menjadi bisnis media elektronik. Selain membuka kesempatan untuk sesama rekan-rekan penulis lain, saya juga ingin memberikan informasi serta edukasi yang baik untuk semua orang.

Kalau saat ini mungkin sedang dalam tahap branding, mudah-mudahan nantinya saya bisa berkembang dan ikut maju bersama Asus ExpertBook B9400.

Kenapa saya katakan ExpertBook B9400 bisa menunjang bisnis saya di bidang kepenulisan dan media nantinya? yuk simak beberapa kelebihan Asus ExpertBook B9400.

1. Asus ExpertBook B9400 Mendukung Mobilitas dan Produktivitas Sebagai Penyuluh Honorer Sekaligus Ibu Pebisnis

Seorang Direktur Regional SEA Asus, Jimmy Lin mengatakan bahwa, “dunia bisnis yang sangat dinamis menuntut setiap pebisnis untuk lebih cepat dalam merespon setiap detik dinamikanya. Untuk itulah mereka membutuhkan perangkat yang tidak hanya kencang dan mudah dibawa bepergian. ASUS ExpertBook B9400 adalah laptop yang dirancang khusus untuk mengakomodasi hal tersebut karena telah dilengkapi dengan berbagai fitur yang dapat membuat sesi berbisnis lebih produktif dan tanpa gangguan.”

Menjadi seorang ibu penuh waktu sekaligus pegawai honorer, blogger, serta seller paruh waktu saya yakin Asus ExpertBook B9400 adalah laptop yang cocok untuk mendukung mobilitas kinerja saya. Selain karena Asus ExpertBook B9400 yang memiliki ukuran lebih kecil dari ukuran kertas A4, ketebalannya lebih tipis dari baterai AA. Laptop ini juga punya layar dengan ukuran 14 inci dengan resolusi FHD yang akan melegakan penggunanya berkat bezel tipis.

Meskipun tipis, bodinya pun juga diklaim tidak panas meskipun dipakai berjam-jam. Cocok sekali untuk kita yang pekerjaannya di rumah seringkali terdistraksi dengan bocah. Selain itu, sejak pandemi yang terjadi, seluruh kegiatan saya dalam bidang penyuluhan Narkoba memang harus diadakan secara daring. Pertemuan tiga kali dalam seminggu ini harus siap sedia melakukan virtual meeting kapanpun dan dimanapun.

asus expertbook b9400

Bahkan ketika saya terpaksa harus berada di jalan atau berada di rumah. Karena saya tidak memiliki asisten rumah tangga, mau tidak mau ketika berlangsung virtual meeting pun saya harus bisa berkonsentrasi juga meskipun keadaan rumah sedang ramai karena anak sedang bermain-main. Beruntungnya jika menggunakan Asus ExpertBook B9400 yang menyediakan mikrofon berteknologi AI Noise Cancelling ini, suara bising di sekitar saya bisa teredam saat melakukan sesi konferensi atau virtual meeting.

2. Asus ExpertBook B9400 Memiliki Keamanan Kelas Enterprise

Selain designnya yang mendukung untuk mobilitas dan produktivitas dalam berbisnis, kelebihan ExpertBook B9400 lainnya adalah adanya perlindungan tangguh tidak hanya ada pada bodinya, namun juga pada bagian sistem atau data yang tersimpan di hardware. Selain itu juga dilindungi dengan enkripsi ke BIOS dan SSD storage di dalamnya.

Disebut sebagai kelas enterprise karena memang sudah memenuhi standart laptop untuk korporasi besar.

Canggihnya ada fitur Trusted Platform Module yang sudah dipasang di dalamnya. Inilah yang disebut sebagai keamanan kelas enterprise. Namun tidak hanya berhenti di fitur tersebut. Karena Asus semakin lengkap dan kini menyediakan fitur Secure File Shredder untuk menghancurkan file digital yang aman sehingga tidak bisa dipulihkan (recovery). Pada sistem keamanannya pun akses laptop terdapat pemindai sidik jari dan wajah yang terhubung ke WIndows Hello di Laptop Asus ExpertBook B9400.

Karena pebisnis sudah pasti memiliki data konsumen yang harus dilindungi, juga berkaitan dengan marketing yang selama ini saya pelajari bersama dengan Coach Faizal Alfa. Hal-hal seperti itulah yang menjadi rahasia “dapur” perusahaan yang tidak boleh jatuh di tangan orang lain di luar perusahaan. Maka pemilihan Asus ExpertBook B9400 ini sangat cocok untuk pebisnis.

Jika saya memiliki Asus ExpertBook B9400 untuk bisnis media yang akan saya jalankan, rasanya pasti tidak akan ragu lagi untuk persoalan keamanan data. Yeay! Mengapa? Karena ExpertBook B9400 sudah mendukung fitur Windows Hello sehingga penggunanya tidak perlu lagi mengetikkan password untuk masuk ke dalam sistem. Dua opsi login menggunakan sistem biometrik pun disediakan di ExpertBook B9400, yaitu melalui fingerprint sensor dan facial recognition sensor.

Bergerak ke keamanan data, ExpertBook B9400 memiliki fitur yang memungkinkan pengguna laptop ini untuk mengunci BIOS dan SSD-nya menggunakan sistem proteksi password. Jika diaktifkan, pengguna yang ingin mengubah pengaturan BIOS atau mengakses data di SSD harus memasukkan password terlebih dulu sebelum dapat benar-benar mengaksesnya. Hayolooo siapa yang suka asal nancepin flashdisk ke laptop orang hehe..

Kalau saya menggunakan ExpertBook B9400 byebye deh pada siapa saja yang mau membawa malware ke laptop baik sengaja maupun tidak.

ExpertBook B9400 juga memiliki fitur ekstra yang tidak dapat ditemukan di laptop mainstream. Pertama adalah fitur USB Storage Block yang memungkinkan pengguna ExpertBook B9400 tidak dapat menghubungkan USB flash disk atau penyimpanan eksternal lainnya tanpa izin dari administrator. Hal tersebut dikarenakan USB flash disk dapat berisi malware yang bisa menyebar melalui jaringan internal perusahaan.

Tidak hanya memiliki sisi keamanan yang ketat, namun Asus ExpertBook B9400 dilengkapi dengan fitur penutup webcam demi menjamin privasi. Pada bagin USB port juga ada fitur USB Storage Block untuk mencegah masuknya malware ke laptop dengan akses internal perusahaan.

Masih ingat dengan Start-Up kan? Perusahaan rintisan milik Nam Do San pernah terkena malware. Jika tidak segera diatasi pasti akan sangat merugikan perusahaan. Oleh karena itu, kelas bisnis memang harus sudah saatnya memiliki Asus ExpertBook B9400 sih. Karena masuknya malware ke akses internal perusahaan ini benar-benar harus diwaspadai.

3. Asus ExpertBook B9400 Memiliki Dapur Pacu Oke Punya untuk Pebisnis

Selain keamanan dengan level corporate, ExpertBook B9400 juga memiliki dapur pacu yang mumpuni lho. Menggunakan Intel Core i-7-1165G7 dengan sertifikasi Intel Evo. Kapasitas RAM 16 GB LPDDR4X dengan didukung storage 2TB M.2 NVMe PCle 3.0 serta mengandalkan kartu grafis Intel Iris Xe.

Kebayang ya gimana cepatnya dapur pacu laptop ini. Untuk rekap keuangan level kacangan seperti bisnis saya sih harus segera say No pada laptop lama yang lemotnya minta ampun ketika membuka banyak tab saja masih suka ngehang. Harapannya sih memiliki Asus ExpertBook B9400 akan membuat bisnis saya lebih berkembang karena kinerjanya lebih cepat dan didukung oleh teknologi terbaik.

asus expertbook b9400

4. Asus ExpertBook B9400 Mendukung Sistem Manajamen IT Kelas Enterprise

ExpertBook B9400 juga telah mendukung sistem manajemen IT kelas enterprise. Jika saya bisa memiliki ExpertBook B9400, saya dan suami bisa joinan nih untuk urusan pekerjaan. Suami seorang lulusan master di bidang sistem informasi, tentu dapat mengembangkan potensi impiannya melalui ExpertBook B9400.

Bisnis pun bisa berjalan dengan bantuan suami, sebagaimana yang telah kami lalui bertahun-tahun yang lalu. Kegagalan saya dalam berbisnis justru membuat suami saya belajar lebih banyak soal bisnis, bukan hanya soal coding.

Hadir dengan sistem operasi hingga Windows 10 Pro, ExpertBook B9400 dapat diatur untuk terhubung ke jaringan intranet perusahaan secara cepat dan aman. Dukungan terhadap aplikasi ASUS Control Center dan ASUS Business Center juga membuat tim manajemen IT dengan mudah melakukan control dan manajemen terhadap ExpertBook B9400, bahkan dari jarak jauh.

Ini pas banget dengan pekerjaan suami saya. Jadi ingat satu cerita beberapa tahun yang lalu. Ketika temannya mendadak takut masuk ruangan beliau karena layar komputer di mejanya bisa beroperasi sendiri. Padahal mah suami saya mengendalikan komputer kantor dari rumah, karena saat itu sedang sakit. Hihi..

Selain itu ASUS ExpertBook B9400 dibangun di atas fitur Trusted Platform Module. Fitur tersebut memungkinkan data dalam perangkan serta aktivitas datanya diproses melalui sistem enkripsi. Di dalam ExpertBook B9400 terdapat sebuah chip khusus yang berisikan RSA encryption key unik yang hanya tersedia dan dapat digunakan oleh satu perangkat saja. Dengan demikian data yang dienkripsi di ExpertBook B9400 tidak akan bisa dibaca atau diakses di perangkat lainnya.

Untuk spesifikasi lengkapnya, ASUS Expert B9400 dipersenjatai dengan Intel Core i7-1165G7. Selain powerful, prosesor Intel Core generasi ke-11 ini juga lebih hemat daya dan dilengkapi dengan GPU terintegrasi Intel Iris Xe Graphics yang juga menawarkan performa grafis yang lebih baik tanpa konsumsi daya besar. Untuk memori RAM-nya sebesar 16 GB LPDDR4X dan penyimpanan berupa NVMe PCIe SSD 3.0 berkapasitas 2TB. Untuk baterainya memiliki kapasitas 4-cell 66Wh yang diklaim mampu bertahan hingga 20 jam.

ExpertBook B9400 juga merupakan laptop yang tervalidasi Intel EVO, yang menandakan bahwa laptop ini memenuhi standar kualifikasi dari Intel sebagai laptop modern. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah laptop untuk memenuhi validasi Intel EVO di antaranya adalah performa gesit dan responsif, memiliki daya tahan baterai minimal 10 jam, serta dilengkapi dengan konektivitas modern seperti Thunderbolt 4 dan WiFi 6.

Bisnis mana yang tidak akan berlari kencang dengan ExpertBook B9400? Impian ini menjadi satu hal yang saya semogakan sebelum mencapai umur 35 tahun. Memiliki perusahaan media nasional yang menyajikan edukasi sekaligus informasi untuk masyarakat Indonesia.

Sebagai laptop tipis yang biasanya rentan panas, Expert B9400 telah dilengkapi dengan sistem pendingin yang disebut dengan Advanced Thermal Module. Sistem pendingin tersebut hadir dengan dimensi 25% lebih kecil dari sistem pendingin laptop pada umumnya namun tetap mampu memberikan performa pendinginan yang mumpuni. Jadi saya pun tidak perlu was-was ketika harus memakai laptop dengan durasi yang lama.

Tiga Kelebihan Utama dari Advance Thermal Module

Terdapat tiga kelebihan utama dari Advanced Thermal Module yang digunakan di ExpertBook B9400. Pertama, sistem pendinginnya menggunakan tilted heatsink design, di mana heatsink yang digunakan hadir dengan desain khusus sehingga dapat mengalirkan udara secara optimal. 

Kebanyakan dari kita jika menggunakan laptop dengan durasi waktu yang cukup lama dalam kondisi duduk, laptop akan cepat panas. Laptop menjadi panas karena udara panas dari dalam tidak bisa dialirkan keluar. Oleh karena itu kita perlu nih yang namanya desain khusus dengan sistem pendingin agar laptop dapat mengalirkan udara secara optimal.

Kelebihan kedua adalah struktur sistem pendinginnya, dari heatpipe, heatsink, hingga case untuk kipas, merupakan satu bagian dan bukan terdiri dari beberapa bagian yang disambung. Menggunakan desain tersebut dapat meningkatkan performa pendinginan, khususnya pada proses pelepasan panas dari komponen pendingin.

Kelebihan ketiga adalah setiap sirip (fin) yang ada di heatsink dibuat menggunakan bahan alluminium alloy. Bahan tersebut memiliki performa pelepasan panas yang sama dengan tembaga yang banyak digunakan di laptop pada umumnya, namun memiliki bobot yang lebih ringan.

Oleh karena itu ExpertBook B9400 menjadi laptop yang cocok untuk digunakan kita-kita yang kegiatannya seringkali mobile.

5. Asus ExpertBook B9400 Hemat Daya dan Telah Teruji Ketahanan Berstandar Militer AS

Untuk layarnya berukuran 14 inci dengan aspect ratio 16:9 serta resolusi full HD. Sementara dengan color gamut sRGB 100%, tingkat kecerahan 300 nits, serta pelindung anti glare, memberikan kenyamanan pengguna. Selain itu, layarnya dilengkapi pula dengan teknologi Panel Self Refresh (PSR) yang mengkonsumsi daya jauh lebih rendah dari layar standar.

Layar berteknologi PSR dilengkapi dengan memori khusus yang terintegrasi. Berkat memori tersebut, setiap tampilan statis pada layar dapat diproses tanpa melalui chip grafis sehingga konsumsi daya dapat dikurangi hingga ke angka 1 Watt, sedangkan pemrosesan tampilan layar menggunakan chip grafis dapat memakan daya hingga 3 Watt. Layar berteknologi PSR sangat cocok untuk pengguna yang sering menjalankan aplikasi bisnis dan kantoran seperti Microsoft Office, serta membuka dokumen PDF dan gambar statis. 

Untuk memastikan durabilitasnya, ExpertBook B9400 dibekali dengan engsel berbahan stainless steel yang lebih tebal dan dihubungkan menggunakan sekrup yang lebih besar sehingga layarnya dapat bertahan hingga 50 ribu kali buka-tutup dengan kekuatan tekanan hingga 50Kg.

Hal yang sama juga diberlakukan pada port-nya, di mana ExpertBook B9400 memiliki port yang teruji dapat bertahan hingga 5000 kali pasang-cabut. Ketangguhannya pun teruji karena ExpertBook B9400 telah menerima sertifikasi lolos uji ketahanan berstandar militer AS (MIL-STD 810H). 

Kalau sudah lolos uji standar milites AS sih tidak perlu diragukan lagi soal kekuatannya ya. Bahkan ketika kondisi darurat seperti gempa dan terbanting pun sepertinya laptop ini akan bertahan.

ASUS Expert B9400 hadir dengan pilihan warna star black dan dibanderol seharga Rp31.999.000 dengan 3 tahun layanan garansi di tempat.

Berani Resign dan Bisnis Naik Kelas Bersama ExpertBook B9400

Kalau pada paragraf sebelumnya sudah dikatakan bahwa harga ExpertBook B9400 ini berkisar Rp 31.999.000 maka menurut saya harga tersebut worth it jika disandingkan dengan teknologi dan kemampuan laptop bisnis tanpa ampun.

Memiliki ExpertBook B9400 adalah salah satu batu loncatan bagus agar bisnis dapat berkembang dengan baik. Inginnya memang setelah ini saya fokus pada apa yang saya cintai. Menulis, memiliki bisnis sendiri, dan punya waktu bersama anak. Keputusan berani resign ini adalah salah satu pandangan saya sejak beberapa tahun yang lalu.

media jinggagroup

salah satu rintisan bisnis saya untuk menjadi media besar

Bukan karena menjadi tenaga honorer lalu kemudian saya ingin resign, bukan. Namun karena saya ingin berbahagia saja ketika bekerja. Meskipun penghasilan dari bisnis untuk saat ini belum seberapa. Namun, siapa sangka nantinya akan jadi luar biasa? Keinginan untuk menjadikan bisnis luar biasa ini tentunya tidak bisa lepas dari sebuah kendaraan bukan? Perjalanan menuju bisnis yang bisa “naik tingkat” ini tentu tidak mudah, namun saya harus yakin dengan mimpi saya.

Asus ExpertBook B9400 menjadikan saya lebih yakin lagi untuk fokus dalam berbisnis. Selain mendukung produktivitas, ExpertBook B9400 juga memiliki keamanan kelas enterprise yang saya yakin pasti sangat menopang keberlangsungan bisnis saya hingga puluhan tahun mendatang, aamiin. Begitu juga dengan dapur pacu serta performanya yang mendukung sistem manajemen IT kelas enterprise.

Selain ExpertBook B9400 dengan nilai khasnya yang,
– Laptop ringkas dan ringan untuk bisnis
– Perlindungan dari kejadian tak terduga
– Keamanan kelas enterprise

bisnis bersama asus

Juga ada lho PC yang juga menjadi idaman suami saya yang berprofesi sebagai karyawan swasta sekaligus programmer dan memulai bisnisnya dengan pembuatan aplikasi jasa layanan antar obat untuk rumah sakit tempat beliau bekerja. Hal ini tentu saja akan sangat didukung oleh ExpertCenter D300TA dan Expert Center D500SA dengan performa :

ExpertCenter D300TA
– PC desktop terjangkau dan upgradable
– Didesain untuk meminimalisir Total Cost of Ownership
– Mendukung bisnis dengan fitur keamanan lengkap

ExpertCenter D500SA
– PC desktop ringkas performa tinggi
– Mudah dalam penggunaan, pengelolaan dan upgrade
– Menyederhanakan proses bisnis dengan ASUS Control Center

Mudah-mudahan Ramadan kali ini membawa berkah bagi semua pebisnis yang ingin naik kelas seperti saya ya 🙂

Spesifikasi dan Harga ASUS ExpertBook B9400

CPU
Intel Core i7-10510U (1.8GHz quad-core with Turbo Boost (up to 4.9GHz) and 8MB cache)
Intel Core i5-10210 processor (1.6GHz quad-core with Turbo Boost (up to 4.2GHz) and 6MB cache)
OS
Windows 10
Memori
8GB / 16GB 2133MHz LDDR3 onboard (dual channel support)
Penyimpanan
Dual M.2 NVMe PCIe® 3.0 x4
512GB / 1TB / 2TB SSD (up to dual 2TB)
Layar
14″ LED-backlit, IPS Full HD (1920 x 1080), 16:9 aspect, anti-glare screen, 300nits brightness display
SreenPad
Grafis
Intel® UHD Graphics 620
Slot
2 Thunderbolt™ 3 USB-C; 1 USB 3.1 Gen 2 Type-A; 1 HDMI;1 RJ45 LAN via micro HDMI port; 1 Kensington® lock slot; 1 Audio combo jack
Kamera
720p HD camera with microphone; IR camera
Koneksi
Wi-Fi 6 (802.11ax)
Bluetooth 5.0
LAN
Audio
Harman Kardon
Baterai
66Wh, 4-cell lithium-polymer battery
33Wh, 2-cell lithium-polymer battery
Dimensi
1.49cm x 32.0cm x 20.3cm
Berat
870 gram with 33W battery
995 gram with 66W battery
Warna
Star Black
Harga
Rp27,4 sampai Rp36,9 juta
Garansi
3 tahun

Referensi :

Asus.com

CNN Indonesia

Baca juga rekomendasi laptop bisnis terbaik di sini ya!