Nama jeyjingga ini sebenarnya tidak ada kaitannya sama sekali dengan warna kesukaan. Karena banyak orang yang menanyakan, “Mbak Jihan suka warna jingga ya?” 

Sebenarnya kalau ditanya warna kesukaan tuh saya suka bingung. Karena saya tidak hanya menyukai satu warna tertentu. Jingga pun sepertinya tidak masuk ke dalam warna yang saya sukai juga. Justru saya menyukai warna ungu, pink, dan hitam, bukan jingga.

Lah terus kenapa namanya Jeyjingga?

Begini ceritanya…

jeyjingga

Jeyjingga dalam Antologi Masa

Berangkat dari sebuah ide dari sahabat-sahabat saya sejak SMA untuk membuat sebuah blog yang kontennya berisi kolaborasi dari kami bersama, lahirlah Jeyjingga. Ada empat orang di dalam putaran waktu yang menjadi cikal bakal lahirnya Jingga ini. Entah bagaimana, kami yang menyukai langit ketika ia cerah berawan di pagi dan siang hari, juga garis cakrawala yang nampak di sore hari akhirnya memutuskan untuk membuat sebuah blog untuk bersama.

Satu blog dengan empat penulis. Awalnya hanya iseng untuk menulis sebuah fiksi bersambung bertema Romance. Jangan diketawain ya.

Berawal dari situlah kemudian lahir yang namanya Antologi Masa, dengan orang-orang yang disebut : Mentari, Sore, Senja, dan Jingga.

Mari saya perkenalkan satu per satu karakter dalam Antologi Masa ini ya.

Karakter Mentari memiliki karakter yang kuat dalam hal kegigihan dan ketabahannya. Bahkan ketika gempa yang terjadi pada beberapa hari yang lalu di kota Malang, ia tampak sangat biasa saja dari luar. Ketika sahabat-sahabatnya heboh dan panik, si mentari justru dengan entengnya berkata,

“Iyanih etalase tokoku goyang-goyang tadi. Dah ah, mau tidur.”

Tidur lho pemirsa! Padahal gempa baru beberapa menit yang lalu terjadi dan ia bisa tidur dalam kondisi seperti ini. Betapa tabahnya dirinya itu. Padahal lutut saya saat itu sudah gemetar, jempol pun demikian, tidak bisa mengetik balasan whatsapp dengan baik.

Saking takutnya karena tidak pernah merasakan gempa sebesar ini. Durasinya pun berlangsung cukup lama.

Begitulah mentari, si cuek bebek namun baik dan lembut hatinya. Ia benar-benar menjadi seperti seorang kakak yang menenangkan adik-adiknya yang alay dan heboh itu. Si Mentari juga selalu menjadi jujukan alias rumahnya hampir selalu menjadi base camp kami untuk berkumpul sebelum pergi kemana-mana. Maklum, rumah Mentari memang yang berada di tengah-tengah. Jadi cukup adil bagi kami ketika harus berkumpul di suatu tempat.

Sedangkan Karakter Sore merupakan sosok perempuan yang sebenarnya masih samar-samar saya kenal. Hal ini karena Sore adalah satu-satunya diantara content creator Antologi Masa yang tidak dekat dengan saya. Kami pun belum pernah bertemu sebelumnya.

Sore ini teman dekat Mentari dan Senja. Maka mau tidak mau saya pun harus ikut mengenalnya karena kita adalah satu team.

Karakter Senja merupakan sosok yang mirip Sung Bo Ra di film Reply 1988. Kasar, tampak kuat, namun sebenarnya hatinya lembut. Saya yakin pasti setelah dia baca ini bakal mesam mesem ngga punya malu deh. Wkwk. Salah satu anak yang paling tinggi di geng kami. Dia juga yang seringkali memberikan perhatian lebih dibalik sikapnya yang acuh itu pada saya.

Keinget banget ketika saya harus isolasi mandiri karena suami positif Covid-19 tahun lalu, Si Senja ini membawakan makanan kesukaan saya dan menaruhnya begitu saja di pagar. Senja, seperti namanya, dia juga menyukai langit senja seperti saya. Oleh karena itu saya mengalah biar dia yang membawa nama itu.

Lalu Jingga, adalah saya sendiri. Nama blog yang kata orang sebenarnya ngga nyambung dengan karakter saya. Namun karena saya menyukai langit yang jingga, tak mengapalah jingga menjadi nama belakang dari sebuah kata Jey, branding nama saya sendiri sejak dulu. Walaupun nama ini hasil dari “kecelakaan” dari sebuah proyek antologi saya bersama dengan para sahabat, namun saya tetap ingin mempertahankan jeyjingga menjadi brand nama saya sendiri.

Sebagaimana Sore, Mentari dan Senja yang juga menyukai menulis, saya pun demikian. Siapa sangka nanti dalam perjalanannya, kami akan bertemu dalam project besar yang menguntungkan kan? Aamiin.

Teruntuk sahabat-sahabatku yang ikut memberi andil dalam memberi nama jeyjingga untuk blog ini, terimakasih yaa. Mudah-mudahan kalian juga sukses dengan cara masing-masing. Doa dan peluk jauh dari saya, Jeyjingga yang suka dengan langit senja yang jingga 🙂