Tenang aja Han, tau kan media besar tempat kerjaku? Dulu, bosnya memulai usaha dari garasi rumah. Penulisnya pun masih dua atau tiga orang. Sekarang, pasang iklan di sana nilainya udah puluhan juta kan.

Jujur saja, kalimat tersebut seolah menjadi cambuk bagi saya. Kalimat dari seorang sahabat yang kadang busuk kadang juga berhati malaikat. Memang bukan sahabat namanya kalau ngga tertawa terlebih dahulu sebelum mengulurkan tangan setelah sahabatnya jatuh ke dalam lubang. Apa adanya meski menyakitkan. Tak jarang mematahkan harapan.

Namun kalimat yang terlontar pada saya di tahun 2019 silam, saat ini justru menjadi kalimat pamungkas ketika saya mulai lelah dan tak percaya diri.

become a boss

Takut Kegagalan

Sejak Taman Kanak-Kanak, saya terbiasa mendapatkan juara. Perlombaan non akademik maupun akademik. Sejak kelas satu SD pun saya selalu mendapat ranking 1 di kelas. Pertama kali menempati ranking 3 ketika duduk di kelas empat. Lalu naik lagi jadi ranking 1. Hal tersebut berlangsung hingga saya duduk di bangku Menengah Pertama. Ranking terburuk saya ada di posisi tiga di kelas.

Inilah mungkin yang menyebabkan saya menjadi pribadi yang takut akan kegagalan. Takut mengambil risiko dan susah move on. Saya menyadarinya ketika kuliah dan merasa bahwa ini tidak benar. Seharusnya tidak seperti ini. Ketika mata kuliah Genetika saya mendapatkan nilai E, saya hancur dan remuk.

Bahkan saya memutuskan untuk tidak kuliah selama satu minggu karena nilai tersebut. Teman-teman mungkin akan mengatakan itu lebay dan sangat tidak sehat untuk diri sendiri. Namun begitulah proses saya menemukan sebuah sudut pandang baru tentang kehidupan. Saya menyadari bahwa ada hal-hal di dunia ini yang tidak bisa kita kendalikan. Hal-hal itulah yang seharusnya tidak menjadi beban kita.

Takut gagal pada akhirnya tidak akan membawa kita kemanapun. Kita akan terus berputar di lingkaran yang sama. Tak sadar bahwa dunia sedang berlari kencang meninggalkan kita.

Maka tak heran ketika memasuki sebuah komunitas atau organisasi, perkataan menyakitkan tentang “Kamu bisa apa selain punya privilege dari orangtuamu?” adalah sesuatu yang sangat mengusik saya sampai saat ini. Padahal saya baru belajar untuk lebih menerima diri sendiri.

Berkali-kali Ditolak Media

Sejak SD saya menemukan passion di bidang jurnalistik. Saya sangat suka menulis. Mulai dari menulis buku harian sampai menulis di papan tulis. Ketika guru menyuruh saya untuk menulis sesuatu di papan tulis, saya kegirangan bukan main. Rasanya saat itu saya menemukan apa yang seharusnya menjadi jalan hidup  sebagaimana doa orangtua dalam nama yang diberikan pada saya.

Menulis menjadi salah satu kegiatan menyenangkan. Sampai lulus kuliah pun saya masih suka menulis meski sempat vakum beberapa tahun karena alasan kesibukan yang dibuat-buat. Hingga sampailah ketika saya mulai berani mengirimkan tulisan ke media.

Pertama kalinya nulis untuk media saat itu ke website organisasi tingkat provinsi. Mengirim tiga kali kesana saya ditolak. Bukannya merajuk, namun beberapa orang teman yang menulis kesana dan ditolak, selalu mendapatkan jawaban, mana yang harus direvisi. Tapi saya tidak mendapatkannya sama sekali. Bahkan pesan whatsapp saya dibaca dan dibalas, “akan kami evaluasi kemudian”. Lalu selesai, tidak ada kabar.

Saya sadar sih mungkin tulisan saya memang tidak cocok dan tidak bagus untuk media tersebut. Hingga akhirnya saya mencoba mengirim tulisan lepas alias esai ke salah satu media nasional. Alhamdulillahnya diterima. Saat media tersebut mengadakan lomba menulis dengan tema stunting bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi saya berhasil mendapatkan nominasinya dan memperoleh hadiah untuk pertama kalinya di media tersebut.

Berangkat dari sinilah kepercayaan diri saya muncul. Beberapa bulan menulis di media tersebut ternyata capek juga. Hehe.. Akhirnya saya memutuskan untuk menulis di blog sendiri. Mengisinya dengan berbagai macam informasi yang saya punya. Rasanya lebih lega. Apa ya namanya kalau orang bilang? Intinya saya merasa lebih bebas gitu.

Berkali-kali ditolak media ternyata membuat saya belajar banyak hal dan sampai di titik ini. Sampai pada titik ketika saya berani untuk bermimpi lagi.

berani bermimpi bersama asus

My 2021 Resolution

Berangkat dari impian untuk punya blog sendiri yang “menghasilkan” dan saya sudah sampai di titik ini. Perjuangannya berdarah-darah ngga? Ngga berdarah sih, tapi memang harus menyediakan banyak waktu untuk blog pada akhirnya. Kalau kata Koh Deddy Huang, jungkir balik ngga? Iya. Tentu saja. Meskipun tidak banyak orang yang menyadari itu. Taunya ya yang enak-enaknya saja.

Mengurus blog, tidak hanya butuh waktu tapi juga punggung yang harus duduk lebih lama, mata yang melek lebih lama, dan tentu saja semua itu tidak dibentuk dengan instan. Karena mulai dari tulisan hingga gambar yang ada di dalamnya saya ingin membuatnya dengan hati. Bukan robot yang sekadar memenuhi target. Paling tidak ada value dan manfaat yang bisa diambil dari tulisan dan gambar saya di sana.

Satu tahun lebih saya mengkondisikan tubuh saya untuk lebih kuat. Agar habit ini tetap terjaga sampai impian saya terwujud. Impian apakah itu? Menjadi fulltime blogger.

Kalau saat ini saya bekerja di salah satu instansi pemerintah, mudah-mudahan tahun ini juga saya bisa benar-benar fulltime untuk ngeblog. Secinta itu saya dengan menulis. Kebetulan blog salah satu jalan ninja saya. Hehe.. Saya dan blog ibarat kunci dan gembok yang sudah pas dan berbunyi “klik” ketika terkunci. Rasanya sulit untuk melepaskan hal yang saya cintai ini.

Satu tahun menimba ilmu soal ngeblog akhirnya saya mendapatkan banyak pencerahan dan ilmu yang luas tentang bloging. Sebagaimana ilmu pengetahuan, ilmu ngeblog juga terus berkembang seiring dengan berkembangnya teknologi. Oleh karena itu perjalanan ini masih terus ada, selama saya masih menulis. Artinya memang menuntut ilmu itu sepanjang hayat. Kata pepatah dari buaian hingga liang lahat. Ilmu terus berkembang dan kalau tidak mau ketinggalan kita harus menyesuaikan itu kan.

Dua tahun jeyjingga dan satu tahun lebih saya menuntut imu soal blog, akhirnya ada belasan kompetisi yang bisa saya menangkan. Tidak semuanya juara utama memang, tapi saya cukup puas dengan pencapaian ini. Kemudian mengingat-ingat kembali saat saya berkali-kali ditolak media. Dulu sakitnya ngga ada obat. Sekarang seolah menjadi kerikil kecil yang seolah menjadi dendam yang terbalaskan. Betul apa kata orang, balas dendam terbaik adalah dengan mengukir prestasi sebanyak-banyaknya.

Rasanya tahun 2021 menjadi tahun yang akan lebih menantang karena kalau kata Donny Dirgantara, sudah 5 cm di depan mata. Justru karena terlihat sangat dekat, saya akan berusaha keras untuk segera meraihnya. Meskipun 5 cm mungkin butuh waktu bertahun-tahun. Namun, saya tak mau putus asa.

mimpi bersama asus zenbook flip s

Mimpi Punya Kanal Informasi Berlevel Nasional

Bukannya jumawa karena prestasi yang pernah didapat. Mungkin ada tanggapan, masih jadi blogger cupu aja sudah berani bermimpi untuk punya kanal informasi berlevel nasional. Tapi proses menyakitkan yang pernah saya alami dulu, akhirnya membawa saya pada satu mimpi yang menjadi resolusi tahun 2021 atau tahun-tahun berikutnya jika belum tercapai di tahun ini.

Selain itu bukankah memiliki mimpi itu gratis dan tidak merugikan orang lain?

Seperti yang telah disampaikan seorang teman saya di awal paragraf, mimpi saya memang memiliki media nasional. Jadi bos yang memiliki dedikasi literasi untuk negeri. Seperti bos Kapanlagi. Mimpi itu ingin saya catat di sini, di blog pertama saya dan yang menjadi branding saya selama ini.

Halah, mimpi lo kejauhan!

Ngga apa-apa, namanya juga mimpi kan? Konon katanya mimpi itu memang harus setinggi bintang di langit. Karena kalau dekat kayak di kantor kecamatan, mungkin effortnya jadi beda. Mungkin juga kita tidak akan berjuang keras untuk meraihnya seperti orang yang mimpinya ingin pergi ke bulan. Nyatanya ada kan orang yang mendarat di bulan. Padahal mereka bisa punya mimpi yang sama kok. Bedanya ada pada call to action setelah bermimpi itu.

Kalau saat ini saya hanya punya laptop harga tujuh hingga delapan jutaan dengan performa yang biasa saja, siapa tahu tahun ini saya bisa punya laptop dengan performa yang lebih baik. Laptop adalah salah satu kendaraan penting yang harus saya miliki menuju pencapaian yang sudah saya rencanakan. Bisa dibilang produktivitas saya tergantung pada kendaraan yang saya pakai ini.

Kalau panglima perang butuh kuda bagus untuk menaklukkan musuh. Maka saya butuh laptop yang tidak sekadar bagus, tapi juga kuat dan mendukung segala aktivitas saya sebagai content creator menuju bos media besar. Salah satu kendaraan yang saya maksud yaitu Asus ZenBook Flip S (UX371).

Asus Zenbook Flip S (UX371) Sebagai Kendaraan Menggapai Mimpi

Laptop adalah salah satu kendaraan terpenting untuk pekerjaan saya. Sebagai salah satu tenaga honorer pelayan publik sekaligus blogger yang punya mimpi ingin jadi fulltime mother, digital creator sekaligus pegiat literasi di dunia maya, tentu saja keberadaan laptop seperti nyawa untuk karir saya selanjutnya.

Sepertinya tidak hanya pekerja, bahkan pelajar pun membutuhkan perangkat komputasi yang paling banyak diandalkan saat ini. Laptop seolah menjadi kebutuhan primer sejak pandemi. Karena situasi yang memaksa untuk bekerja, sekolah, dan berkegiatan dari rumah.

Namun sebagai blogger sekaligus digital content creator, laptop dengan dormat “standar” bisa jadi belum mampu menunjang seluruh kegiatan dan kreativitas kita. Biasanya untuk design gambar yang harus ditampilkan di blog saya harus menggambarnya dengan tangan terlebih dahulu, lalu difoto dan dimasukkan ke blog.

gambar tangan

salah satu hasil kreasi menggunakan jari-jari saya sendiri (gambar manual)

Laptop dengan design clamshell memang pada dasarnya dirancang untuk digunakan bersama touchpad atau tetikus yang bukan merupakan perangkat kontrol terbaik untuk digital content creator. Kita membutuhkan perangkat kontrol yang lebih intuitif seperti pen tablet. Sehingga laptop dapat dijadikan kanvas digital untuk mewujudkan konsep tulisan yang sudah dibuat.

Selain tidak ada dana, penggunaan pen tablet untuk menggambar pun rasanya tidak praktis dan akan cukup merepotkan. Selain menambah jumlah perangkat yang harus dibawa kemana-mana, pen tablet standar juga tidak memiliki layar sehingga mata harus melihat laptop sedangkan tangan harus tetap berkreasi. Ini sangat sulit. Karena tidak seperti menggambar di atas kertas, dimana goresan pena dapat dilihat secara langsung setelah ujung pena bergerak.

Oleh karena itu Asus ZenBook Flip S (UX371) sepertinya menjadi salah satu perangkat impian saya untuk menunjang karir saat ini dan mimpi untuk ke depannya. Sebagaimana yang telah disebutkan bahwa :

Komputer masa kini memiliki tampilan berbeda karena mereka memang berbeda. Dengan solid-state drive (SSD) dan teknologi terkini, Anda mendapatkan kecepatan, keamanan, ketahanan, dan desain yang cantik. Kami telah melakukan jajak pendapat, dan hasilnya, orang-orang lebih senang saat bepergian dengan PC modern.

 

PC modern juga dilengkapi dengan pena digital yang memiliki banyak manfaat. Sentuhan khas tercipta saat Anda membuat sketsa atau coretan pada dokumen dengan pena digital. Penelitian juga menemukan adanya peningkatan kinerja hingga 38% pada pelajar ketika mereka menggunakan pena digital untuk mengerjakan soal-soal sains. Tidak semua ide berupa kalimat, kini saatnya untuk tuangkan inspirasi segera dalam sketsa atau coretan pena digital di PC modern.

Keunggulan ASUS ZenBook Flip S (UX371), Laptop Convertible Solusi Digital Creator

Bersyukur sekali ASUS memproduksi laptop inovatif untuk mendukung mimpi saya ini. Berbeda dengan laptop standar, laptop convertible memiliki layar yang dapat diputar hingga 360 derajat dan dapat digunakan selayaknya tablet. Adanya layar layaknya canvas digital yang interaktif seperti inilah saya merasa mimpi saya bisa tercapai.

Asus Zenbook Flip S (UX371)

Asus Zenbook Flip S (UX371) dengan layar seperti kanvas digital

Jika ZenBook S adalah seri laptop paling premium dari ASUS, maka ZenBook Flip S merupakan versi convertible-nya. Pada tahun 2021 kali ini, ASUS memperkenalkan ZenBook Flip S (UX371) yang tidak hanya memiliki desain premium dan ringkas, namun juga powerful dan dilengkapi dengan fitur penunjang untuk pegiat kreatifitas di dunia digital.

1. Panel Layar OLED Asus ZenBook Flip S (UX371) dengan Resolusi 4K

Kreativitas yang berasal dari imajinasi memang harus dituangkan dengan bebas seperti melukis di atas kanvas. Oleh karena itu pertama kali yang ditingkatkan oleh ASUS khusus untuk kita-kita yang butuh karya seni sebagai penunjang tulisan adalah layarnya.

ZenBook Flip S (UX371) dilengkapi dengan panel layar OLED yang memiliki resolusi 4K. Spesifikasi Flip S (UX371) tampil lebih unggul dibandingkan kompetitornya, dimana kita sebagai digital creator seperti fotografer, komikus atau ilustrator, hingga blogger yang punya mimpi untuk jadi bos ini lebih membutuhkan layar berkualitas.

Terlebih jika membutuhkan gambar sebagai penunjang tulisan seperti saya. Sehingga setiap detail gambar dapat ditampilkan di layar laptop ini.

Kualitas reproduksi warna di layarnya pun bisa dibuktikan oleh tingkat reproduksi warna pada color space DCI-P3 hingga 100% sertifikasi dari PANTONE. Sehingga laptop ini dapat dipastikan dapat menunjang kebutuhan profesional kreatif.

Layar OLED menawarkan kualitas dan akurasi warna yang lebih baik. Khususnya pada reproduksi warna hitam dimana hanya panel OLED yang mampu mereproduksi warna hitam yang sesungguhnya. Sebenarnya terdengar simple, namun warna hitam adalah warna penting untuk sketsa maupun gambar.

Asus Zenbook Flip S UX 371

Panel OLED juga mampu menghasilkan kontras warna yang lebih baik dan telah mendukung fitur HDR yang tersertifikasi langsung oleh VESA. Untuk yang belum tahu, VESA ini adalah organisasi yang secara resmi dikenal sebagai Video Electronics Standards Association, adalah organisasi standar teknis Amerika untuk standar tampilan komputer.

Jadi sebagai laptop convertible, ZenBook Flip S (UX371) ini hadir dengan layar yang dapat diputar 360 derajat. Oleh karena itu lebih fleksibel untuk digunakan dalam berbagai mode. Bisa mode tablet (jadi seperti kanvas digital).

2. Stylus dengan 4096 Pressure Level 

Tidak cukup itu saja, ASUS juga mendukung layar agar lebih intuitif dengan menghadirkan stylus dengan 4096 pressure level. Perlu diketahui bahwa level tekanan stylus mengindikasikan sensitivitas stylus untuk dapat mendeteksi tekanan yang diberikan. Stylus dengan 4096 pressure level ini cocok untuk pemula maupun level advance lho. Cocok untuk digital creator hingga komikus 🙂

Untuk fitur snap and sketch di Windows Stand ini juga mudah banget. Cocok untuk menandai poin-poin penting saat presentasi atau sedang membaca e-book melalui laptop ini. Nah pada penempatan magnet pada bodi kanan dan kirinya bisa untuk menempatkan pen tablet ketika tidak digunakan. Jadi praktis banget dan pen ngga gampang keluyuan kemana-mana ketika dianggurin.

Teman-teman bisa nonton penggunaan stylus dengan 4096 pressure level pada ZenBook Flip S (UX371) dalam video berikut :

3. Layar dengan Minim Emisi Gelombang Cahaya Biru

Layar ZenBook Flip S (UX371) juga dapat menjaga kesehatan mata penggunanya, apalagi untuk saya yang tidak terasa empat hingga lima jam sekali duduk di depan laptop. ZenBook Flip S (UX371) ini telah mengantongi sertifikat dari TÜV Rheinland untuk flicker free dan low blue light.

Artinya, layar ZenBook Flip S (UX371) memiliki layar yang minim emisi gelombang cahaya biru dan tidak menghasilkan efek flicker. Apa efeknya bagi kesehatan? Sertifikasi tersebut menendakan bahwa layar ZenBook Flip S (UX371) tidak akan membuat mata penggunanya cepat lelah dan terpapar gelombang cahaya biru yang berlebihan sehingga dapat menjaga kesehatan mata dalam jangka panjang.

4. Desain Premium dan Sangat Ringkas

Zenbook Flip S (UX371) ini mengusung desain premium yang sangat ringkas. Bagian sudut-sudutnya misalnya, dimana ASUS sengaja memangkas sedikit beberapa bagian menyudut dan membentuk potongannya mirip dengan potongan berlian. Inilah yang disebut dengan diamond-cut design yang banyak diapresiasi karena terlihat mewah dan premium.

Untuk menambah kesan premium, ASUS menambahkan desain ekstra berupa garis berwarna tembaga atau disebut dengan Red Copper mengelilingi bodi ZenBook Flip S (UX371). Berkat desain ekstra tersebut, ZenBook Flip S (UX371) terlihat sangat berbeda dan lebih mudah dikenali dari jauh. Hal tersebut sangat penting untuk menegaskan bahwa ZenBook Flip S (UX371) adalah produk premium.

Siapa sih yang level kepercayaan dirinya tidak meningkat dengan membawa ZenBook Flip S ini?

Mungkin beberapa dari kita tidak terlalu peduli dengan desain tersebut. Ada juga tipe orang yang mementingkan performa saja, tampilan belakangan. Nah, kalau bisa maksimal di keduanya, kenapa tidak ya kan?

Huruf “S” yang terdapat di nama ZenBook Flip S (UX371) memiliki arti “slim” dan “sophisticated” atau tipis dan mewah.

ketebalan bodi ZenBook Flip S (UX371)

ketebalan bodi ASUS Zenbook Flip S (UX371)

Ketebalan bodinya hanya 11,9mm dengan bobot hanya 1,2 kilogram. Artinya laptop ini bisa masuk ke dalam tas dengan mudah menjadi teman kita semua, digital content creator untuk tetap bisa berkarya dimanapun dan kapanpun.

Satu hal yang perlu diketahui, ZenBook Flip S (UX371) bukanlah laptop convertible paling tipis. Hal tersebut dikarenakan ASUS lebih mengutamakan pengalaman penggunaan yang maksimal pada laptop ini. Pengalaman penggunaan yang dimaksud adalah menghadirkan port yang lengkap. Selain dua port USB Type-C dengan dukungan koneksi Thunderbolt 4, ZenBook Flip S (UX371) juga dilengkapi dengan USB Type-A 3.2 dan HDMI.

5. Asus ZenBook Flip S (UX371) Lebih Nyaman dan Ergonomis

ZenBook Flip S (UX371) dirancang agar penggunanya lebih nyaman ketika menggunakan laptop ini. Selain berkat 360 ErgoLift Hinge yang dapat membuat posisi mengetik menjadi lebih ergonomis, ZenBook Flip S (UX371) kali ini juga tampil dengan beragam fitur yang membuat pengalaman penggunaannya lebih nyaman.

Saat memilih laptop, blogger sekaligus digital creator tentu memperhatikan posisi ergonomis ini ya, sehingga posisi lebih nyaman, persoalan mengetik pun lancar.

Hal pertama yang perlu kita tahu adalah fitur Edge-to-Edge Keyboard, yaitu desain keyboard terbaru yang lebih lebar dan memiliki ukuran tombol lebih luas. Fitur ini memaksimalkan ruang yang sangat terbatas pada ZenBook Flip S (UX371) agar dapat menghadirkan pengalaman mengetik terbaik.

Ngetik pun harus punya posisi yang pas ya? Iya dong. Coba deh kalau sudah terbiasa mengetik dengan keyboard yang nyaman, pasti mengetik di tempat lain akan menjadi persoalan. Meskipun bukan perkara besar, namun bukankah kenyamanan menjadi nomor satu yang juga harus dipertimbangkan?

asus dengan numpad

Menemani keyboard-nya adalah sebuah touchpad dengan ukuran lebih untuk kontrol yang lebih baik. Selain itu, ZenBook Flip S (UX371) juga hadir dengan touchpad yang telah dilengkapi dengan fitur NumberPad 2.0.

Fitur tersebut memungkinkan pengguna ZenBook Flip S (UX371) mengubah fungsi touchpad menjadi numpad melalui satu sentuhan saja. Bagi mereka yang sering menggunakan numpad untuk bekerja, ZenBook Flip S (UX371) adalah laptop ringkas yang tepat untuk digunakan.

6. Port dan Konetivitas yang Lengkap, Istimewa Pake Telor

Pernah tidak terganggu ketika mau presentasi ternyata ada salah satu kabel untuk HDMI yang tidak terbawa? Saya sering seperti ini. Maunya laptop ergonomis dan ringkas. Tapi ternyata portnya tidak lengkap. Sehingga saya harus punya dongle. Lain nih dengan Asus ZenBook Flip S (UX371) dengan paket super lengkap.

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, ZenBook Flip S (UX371) memiliki port lengkap sehingga penggunanya tidak perlu lagi menggunakan dongle. Tidak hanya dua port Thunderbolt 4 USB Type-C, ZenBook Flip S (UX371) juga masih dibekali dengan port HDMI dan USB Type-A.

nyaman dan ergonomis

 

Bagaimana dengan koneksi nirkabelnya?

Saya pernah nih punya pengalaman menggunakan laptop di rumah. Ketika posisi agak jauh dari WiFi otomatis sinyal jadi lemah dan koneksinya buruk. Bahkan terkadang nyambungnya butuh waktu yang agak lama. Tentu saja ini menghambat ya, apalagi kalau kita sedang terburu-buru.

Nah, sebagai laptop modern yang berkelas, ZenBook Flip S (UX371) tentu saja dilengkapi dengan teknologi konektivitas terkini. Salah satunya adalah WiFi 6. Teknologi WiFi terbaru tersebut tidak sendirian. Ia ditemani dengan fitur WiFi Smart Connect yang membuat pengalaman menggunakan ZenBook Flip S (UX371) semakin mudah dan nyaman.

Fitur WiFi Smart Connect memungkinkan ZenBook Flip S (UX371) untuk dapat mendeteksi sinyal WiFi paling optimal yang bisa ditangkap oleh laptop ini. Dari sana, fitur WiFi Smart Connect dapat menghubungkan ZenBook Flip S (UX371) secara otomatis ke sumber sinyal (router) yang paling optimal sehingga kita akan selalu mendapatkan konektivitas terbaik meski sering berpindah tempat.

7. Laptop Terbaik untuk Work From Home

Sebagai ibu rumah tangga sekaligus seorang wanita yang masih bekerja di salah satu instansi Pemerintah tentu saja work from home kadang menjadi berkah tersendiri. Namun setiap hari memang harus bergantung pada laptop.

Tidak hanya saya, tapi juga suami, adik, bahkan ibu saya. Rencana ke depannya nanti setelah kontrak habis, saya tetap ingin berkegiatan dimanapun dan kapanpun. Kebebasan waktu inilah yang sebenarnya tidak bisa dibeli oleh apapun.

Kerja sambil nungguin anak di sekolah, atau sambil antar anak main di taman, semua tetap ingin saya kerjakan tanpa harus kehilangan moment bersama anak. Untuk itulah saya kepincut banget dengan ZenBook Flip S (UX371) ini. Karena ia memiliki beberapa keunggulan sebagai sebuah laptop penunjang kegiatan work from home or anywhere. 

Selain dibekali dengan spesifikasi yang sangat mumpuni dan memiliki mobilitas tinggi berkat desain bodinya yang sangat ringkas, ZenBook Flip S (UX371) ternyata juga ditemani oleh dua fitur baru penunjang WFH lho.

Pertama yaitu fitur yang memungkinkan kamera pada ZenBook Flip S (UX371) dapat menampilkan gambar yang lebih baik, jernih, dan lancar dibandingkan sebelumnya. Asus menghadirkan teknologi bernama IR camera-turning yang membuat kamera infra merah pada ZenBook Flip S (UX371) dapat menampilkan gambar yang lebih baik.

kamera infra merah pada asus zenbook flip S

Kamera infra merah yang ada pada ZenBook Flip S (UX371) juga berguna sebagai fitur keamanan lho. Jadi dia memiliki kemampuan untuk memindai wajah pengguna secara presisi. Bahkan dalam kondisi kurang pencahayaan. Sistem pemindaian wajah tersebut membuat ZenBook Flip S (UX371) lebih aman. Kita tidak perlu lagi mengetikkan password yang kemungkinan bisa dilihat oleh orang lain.

Kedua, ZenBook Flip S (UX371) dilengkapi juga dengan array microphone yang didukung oleh teknologi AI Noise Cancelling. Bicara soal teknologi AI (Artificial Intelligence) ini saya jadi teringat dengan Nam Do San di drama Start-Up. Canggih dan memukau inovasinya. Seperti Asus ini.

Jadi fitur AI Noise Cancelling ini bisa dikatakan sangat penting jika kita sering melakukan call conference atau video conference.

AI Noise Cancelling di ZenBook Flip S (UX371) mampu meredam suara bising belakang kita dan memperjelas suara kita yang sedang berada di depan laptop.

Ini bikin ngiler sih. Karena seringkali ketika ada live atau zoom meeting untuk rapat maupun webinar, suara bising anak kadang tak bisa terhindarkan. Adanya teknologi AI Noise Cancelling ini cocok untuk yang seringkali bekerja di lingkungan yang berisik. Jadi kita tidak perlu lagi khawatir sesi conference call terganggu oleh suara berisik di sekitar tempat ketika bekerja.

Asus ZenBook Flip S (UX371) Laptop Performa Terbaik di Kelasnya

ASUS ZenBook Flip S (UX371) merupakan salah satu jenis ZenBook terbaru yang ditenagai oleh prosesor 11th Gen Intel Core. Bayangkan ya, 11th Gen Intel Core. Jadi kalau berbicara soal prosesor sudah pasti ZenBook Flip S (UX371) menjadi laptop terbaik di kelasnya.

Tidak hanya dari sisi performa CPU, ZenBook Flip S (UX371) juga memiliki performa grafis yang lebih baik berkat chip grafis terintegrasi Intel Iris Xe Graphics terbaru.

Sebagai digital creator atau blogger yang seringkali membuat gambar sendiri untuk konten, tentu saja kita tidak hanya membutuhkan performa CPU, tapi juga performa grafis yang bagus. Kombinasi inilah yang dimiliki ZenBook Flip S (UX371) sehingga tampak gesit dan powerful untuk sebuah ultrabook convertible yang sangat ringkas.

Ada lagi nih soal ketahanan baterai. Ada ngga diantara teman-teman yang kalau kerja atau pergi ke working space harus bawa colokan laptop? Itu tuh ngga keren dan praktis banget ya. Apalagi kalau buat desain dan nonton film untuk intermezo di tengah-tengah kesibukan. Biasanya memang memakan banyak baterai. Namun, ZenBook Flip S (UX371) ini beda. Meskipun bodinya tipis dan ringkas bukan berarti daya tahan baterainya juga setipis bodinya.

ZenBook Flip S (UX371) hadir sebagai laptop berlabel Intel EVO Platform, yang artinya laptop ini mampu bekerja secara responsif dan memiliki daya tahan baterai yang panjang.

Dalam pengujian yang telah dilakukan oleh Tim ASUS, ZenBook Flip S (UX371) yang menggunakan layar OLED beresolusi 4K mampu bertahan hingga 9 jam 52 menit menggunakan PCMark Battery Test pada mode Modern Office. Artinya, secara kasar saja kita prediksi laptop ini sudah mampu menemani penggunanya hingga hampir 10 jam untuk bekerja dan menjalankan aplikasi kantoran. Duh ngga perlu susah-susah bawa colokan deh kemana-mana.

hasil uji pcmark

hasil uji pcmark

Lalu bagaimana jika digunakan dengan mode tablet? Pasti jadi cepat panas ngga sih? ZenBook Flip S (UX371) menjawab tantangan melalui sistem pendingin khusus yang digunakan. Sistem pendingin tersebut mampu menjaga suhu laptop convertible ini secara stabil pada kisaran 65 derajat Celsius dalam kondisi full load. Hal tersebut membuat ZenBook Flip S (UX371) tetap nyaman digunakan di berbagai mode penggunaan.

Berikut tabel spesifikasi secara ringkas laptop Asus ZenBook Flip S (UX371) :

Main Spec. ASUS ZenBook Flip S (UX371)
CPU Intel® Core™ i7-1165G7 Processor 2.8 GHz (12M Cache, up to 4.7 GHz)
Operating System Windows 10 Home
Memory 16GB LPDDR4X
Storage 1TB M.2 NVMe™ PCIe® 3.0 SSD
Display 13.3″ (16:9) OLED 4K UHD (3840 x 2160), 400 nits, 100% DCI-P3, 133% sRGB, NanoEdge Display, Touchscreen, PANTONE® Validated display, TÜV Rheinland eye-care certified display
Graphics Intel® Iris® X Graphics
Input/Output 1x HDMI 1.4, 1x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 2x Thunderbolt™ 4 USB Type-C supports display and power delivery
Camera HD camera with IR function to support Windows Hello
Connectivity Intel Wi-Fi 6(Gig+)(802.11ax)+Bluetooth 5.0 (Dual band) 2*2
Audio SonicMaster, Smart Amp Technology, Built-in array microphone, harman/kardon certified
Battery 67WHrs, 4S1P, 4-cell Li-ion
Dimension 30.50 x 21.10 x 1.19 ~ 1.39 cm
Weight 1.20 kg
Colors Jade Black
Price Rp24.999.000
Warranty 2 tahun garansi global

Storage yang dimiliki Asus ZenBook Flip S (UX371) sudah SSD dengan tipe NVMe PCIe® 3.0, ini artinya read speed SSD tersebut sampai 3.5GB/s. Sedangkan write speednya mencapai 3.1 GB/s. Ibaratnya ketika mengcopy satu DVD game sebesar 30 GB maka dibutuhkan waktu antara 10-30 detik saja. Dengan kapasitasnya sebesar 1 TB, maka kita bisa menyimpan setidaknya 1500-1800 episode drama korea dengan kualitas 720p (besar file antara 400-500MB). Wow. Jadi bos beneran, hihi.

Membaca dan menulis soal Asus ZenBook Flip S (UX371) ini saya merasa impian sudah dekat dan akan menjadi kenyataan. Tidak hanya sekadar mimpi yang saya letakkan 5 cm di depan mata. Asus ZenBook Flip S yang punya arti Slim and Sophisticated ini satu hal yang memang harus saya usahakan sebagai kendaraan untuk mencapai mimpi dan harapan yang sering diremehkan orang-orang itu. Sungguh bangga jika suatu saat kendaraan ini akan membawa saya pada perubahan yang lebih besar, mimpi yang lebih tinggi dan bermanfaat.

Bagaimana dengan resolusimu tahun ini? Sudah sampai mana? Tentu butuh “kendaraan” untuk mencapainya kan? Yuk manfaatkan waktu sebaik-sebaiknya. Jadikan 2021 lebih produktif dan bermanfaat ya!

We all want 2021 to be better, thus we all need to be more productive, agile, and flexible.

Artikel ini diikutsertakan dalam ASUS ZenBook Flip S (UX371) Blog Writing Competition bersama deddyhuang.com

Referensi : https://www.asus.com/

Baca juga rekomendasi laptop bisnis terbaik di sini ya!