Cara membersihkan babat dengan mudah ini saya dapat dari sepupu sekaligus tetangga sebelah rumah. Seumur hidup jujur saja saya belum pernah melihat babat sebersih dan seputih itu. Rahasianya ternyata hanya satu : siapkan kapur sirih. Bukan kapur gamping ya, tapi kapur sirih. Bagaimana caranya? Kok bisa? Yuk simak cara dan ulasannya berikut.

cara membersihkan babat

source : portalmadura / babat dengan warna asli :p

Cara Membersihkan Babat dengan Mudah

Babat jarit atau yang biasa kita sebut babat saja sebenarnya adalah lambung dari sapi atau kambing atau hewan ternak lainnya. Sedangkan sapi atau hewan ternak mamalia lainnya memiliki tiga jenis lambung, sehingga mungkin kita melihat babat dalam bentuk yang berbeda-beda juga. Namun asalnya sama, lambung. Nanti kita bahas ya tentang jenis babat ini.

Cara membersihkannya cukup mudah lho ternyata. Bahkan kita tidak butuh banyak waktu agar bisa menghasilkan babat yang putih kinclong.

  1. Ketika menerima babat langsung cuci babat sampai bersih dan buang airnya
  2. Lalu lumuri babat dengan kapur sirih (tidak usah lama-lama ya, cukup 2 menit saja)
  3. Angkat dan letakkan talenan, lalu kerok menggunakan pisau. (Kerok itu semacam menggaruk ya teman-teman, cuman ini menggaruknya pakai pisau wkwk)
  4. Selesai

PS : ketika membersihkan, tentu saja kita harus tahan dengan baunya ya. Bau menyengat karena memang lambung adalah tempat makanan ternak diolah dan bakal feses yang akan disalurkan ke usus. Jadi wajar banget kalau berbau.

babat tanpa diberi perlakuan dengan kapur sirih

Dengan sendirinya kotoran-kotoran yang menempel dalam lapisan lambung akan rontok ketika kita bersihkan. Barulah direbus sampai empuk hehe.

Lho memang harus ya dibersihkan? Biasanya memang kalau di warung-warung atau resto kita menjumpai babat bentuk dan warnanya ya seperti itu kan. Bagian dalam putih dan bagian luar kehitaman (karena sudah direbus, aslinya mah hijau gelap). Jawabannya adalah tidak harus. Ini hanya saran saja. Karena yang sudah terbiasa dengan warna babat yang seperti itu maka tidak mengapa jika tidak dibersihkan sekalipun.

babat dengan perlakuan kapur sirih

photo credit to Sevti Sitompul

Apakah tekstur babat akan berubah setelah dikerok?

Tidak. Sama sekali tidak. Kita bisa melihat di gambar, serabut-serabut yang merupakan termasuk bagian dari lambung tetap ada dan tidak merusak tekstur babat itu sendiri. Jadi tidak perlu khawatir dengan cita rasa setelah dimasak nanti. Untuk diketahui, babat itu tempat yang kotor, jadi kalau saya sih inginnya dibersihkan sampai bersih dan tidak berbau.

Setelah saya tahu bahwa ternyata babat bisa dibersihkan sampai putih bersih seperti ini, guess what? Saya jadi ngga doyan sama babat yang warnanya menghitam, hiks. Well, tapi itu pilihan ya 🙂

Jenis-Jenis Babat

Kita perlu tahu juga ya jenis-jenis babat yang selama ini kita tahunya sudah dipotong-potong setelah hewan Qurban disembelih. Namun ternyata jenis-jenis babat ini cocok di masakan-masakan tertentu lho. Apa saja sih jenis-jenis babat?

Babat Rumen

Ini merupakan jenis babat pertama. Babat rumen disebut juga sebagai babat handuk. Babat ini teksturnya lembut dan halus seperti handuk. Babat rumen sangat cocok dimasak menjadi masakan berkuah misalnya sop atau soto.

Babat Retikulum

Babat ini merupakan perit sapi kedua bilik kedua. Melansir dari laman sajiansedap.com, babat ini disebut juga sebagai babat tawon karena bermotif seperti sarang tawon. Babat ini memiliki tekstur yang lebih keras, liat dan membutuhkan waktu cukup lama untuk pematangannya. Masakan yang bisa dibuat dari babat ini ada soto, sopo atau gulai.

Babat Omasum

Ini merupakan babat dari bilik perut ketiga di sistem pencernaan sapi. Babat ini disebut juga sebagai babat buku karena bentuknya berlembar-lembar mirip buku. Ada juga yang menyebut babat ini sebagai babat jarit. Dibandingkan jenis babat lainnya, babat satu ini memiliki cita rasa paling gurih. Babat ini cocok dimasak ungkep, digoreng atau dimasak berkuah seperti halnya soto dan gulai.

Itulah beberapa jenis babat yang perlu diketahui. Karena beda babat beda rasa dan tekstur, usahakan untuk memilih babat yang paling cocok di lidah kita ya. Kalau saya sih paling suka dengan babat retikulum, tekstur seperti sarang tawonnya kenyal dan enak. Babat omasum juga jadi salah satu jenis babat favorit saya ketika menyendok gulai. Wuih, bayanginnya aja udah enak ya. 

Jadi jelas ya, beda babat hitam dan babat putih menurut saya ya berbeda pada cara membersihkannya saja. Ada yang membersihkan babat dengan cara merebusnya sampai puluhan kali (ini cara saya dulu sebelum tahu ilmunya), ada juga yang membersihkannya hanya dengan kapur sirih lalu merebusnya hingga empuk tanpa kehilangan tekstur dari babat itu sendiri.

Bagaimana cara membersihkan usus sapi? Sama saja kok, teman-teman juga bisa menggunakan kapur sirih atau kalau kata fimela sih bisa menggunakan baking soda juga. Untuk cara membersihkan babat dengan baking soda saya belum pernah mencobanya. Jadi teman-teman bisa bagikan pengalaman membersihkan usus sapi atau cara memasak babat sapi di kolom komentar ya. Siapa tahu ada yang bisa saya adopsi nih caranya.

Sekian, mudah-mudahan artikel cara membersihkan babat ini bermanfaat ya 🙂 Kalau kamu, suka babat yang mana? Hitam atau putih? :p

Big thanks to Sevti dan Mama Uci yang sudah kasih ilmu ini untuk saya. Hehehe..