Kisah

Flash fiction adalah karya fiksi yang sangat singkat, bahkan lebih ringkas daripada cerita pendek. Walaupun tidak ada ukuran jelas tentang berapa ukuran maksimal sebuah flash fiction, umumnya karya ini lebih pendek dari 1000 atau 2000 kata. Jingga mencoba belajar untuk membuat karya ini. Saran dan kritik dari pembaca sangat kami nantikan :)

Part sebelumnya : Membangun Kembali Harapan “Mak, rumah kita yang baru terbuat dari bambu begini?” Ruqoyah memandang rumah baru yang akan ditempatinya dan keluarganya di kota Mojokerto. Perbedaannya sangat jauh jika dibandingkan dengan kondisi rumah mereka di desa. Emak tidak menjawab pertanyaan Ruqoyah, Emak seketika langsung membereskan berbagai macam barang yang masih berceceran disana-sini. Ruqoyah melirik […]

Read More

Kisah sebelumnya : Narasi Sang Gurunda (Prolog) — “Mulai besok kita pindah rumah ya,” kalimat tersebut membuat Taufiq, Hud, Ruqoyah dan tiga saudaranya yang lain tercenung. Tak ada yang menanggapi. Tak ada yang berani berbicara. Namun akhirnya Emak tahu apa yang harus ia katakan. Anak-anaknya  menuntut penjelasan tentang kepindahan yang sudah direncanakan. “Kalau disini terus, kasihan […]

Read More

BAB 1 Membangun Kembali Harapan Life offers you a bazillion chances. All you have to do is take one. – Anonim. “Ayo Ning berangkat, keburu telat!” Seorang anak lelaki kurus tergopoh-gopoh membawa tas sekolahnya yang sudah usang. Warna yang seharusnya biru tua menjadi lebih gelap lagi, entah bisa disebut biru tua atau hitam. Wanita yang […]

Read More

Ted mengundangku untuk mampir ke kedai kopinya yang baru dibuka siang ini. Maka disinilah aku, jalan kaki menuju kedai kopi Ted yang berjarak sekitar sepuluh menit saja dari kampus. “Hey Ted!” Seruku begitu aku memasuki kedai dan melihat teman kuliahku sedang sibuk ikut melayani pelanggannya. Ted menoleh dan tersenyum lebar, kemudian membungkuk mohon izin undur […]

Read More