Memilih pasangan hidup adalah salah satu upaya agar kelak kita memiliki rumah tangga yang bahagia. Terlebih ketika menjadi seorang ibu, pasangan hidup salah satu penentu, disamping diri sendiri, agar hidup bahagia. Berikut tulisan Guest Post hari ini, dari Chairina.

Menjadi Ibu Bahagia

memilih pasangan hidup

Ibu adalah sosok yang sangat mulia. Seorang ibu akan sangat mencintai dan menyanyangi anaknya tanpa melihat sisi kekurangan sang anak. Bagaimanapun keadaan seorang anak, ia akan tetap menyayangi dan menerima seutuhnya.

Sebagai seorang ibu, kita bisa merelakan segalanya. Bukan hanya harta, bahkan jiwa sekali pun. Ia rela mengorbankan semuanya demi sang anak yang disayangi. Maka tak jarang saat ternyata sang anak lebih dulu diambil kembali oleh pemilikNya, banyak sang ibu yang merasa seperti tak ingin hidup lagi.

Tapi jangan kita lupakan, bahwa anak yang meninggal sebelum ia dilahirkan atau saat bayi akan menjadi penyebab terhalangnya orang tua dari api neraka. Ia adalah tabungan akhirat untuk orang tuanya.

Ketika kita menjadi seorang Ibu dengan keimanan yang teguh, insyaAllah kita akan merasa lapang dan legowo dengan ujian berat seperti ini. Buatku menjadi seorang ibu adalah hal termulia yang pernah aku rasakan. Ibadah yang tidak ada putusnya. Pelajaran hidup yang paling indah yang aku rasakan.

’Salah satu tujuan terbesar pernikahan adalah untuk menjalin rumah tangga yang harmonis. Bahagia penuh cinta.”

Ketika kita menjalani kehidupan rumah tangga, kita jugalah yang harus merawat rumah tangga itu. Kita bisa mencontoh kehidupan rumah tangga Rasulullah yang penuh kedamaian dan menjali keluarga idaman seluruh manusia.

Bagaimana rasa kasih sayangnya Rasulullah dengan Aisyah RA. Beliau turun tangan sendiri untuk membantu pekerjaan rumah tangganya. dan banyak lagi contoh-contoh sederhana yang bisa ditiru untuk membangun rumah tangga yang Sakinah Mawaddah wa Rahmah.

Rumah tangga yang penuh dengan ketenangan, penuh cinta dan penuh dengan kasih sayang. rumah tangga yang bisa menghadirkan ketenangan adalah rumah tangga yang selalu bersama di jalan yang sudah Allah tunjukan di dalam Al-Qur’an.

Selektif dalam Memilih Pasangan Hidup

Semua orang pasti ingin memiliki rumah tangga yang di dalamnya banyak kebaikan. Saling rangkul menuju keridhoan Allah. Itulah mengapa ketika kita ingin membangun suatu hubungan yang serius, menjalin rumah tangga yang SAMARA. Maka selektif dalam memilih pasangan hidup adalah suatu hal yang sangat penting.

Bagaimana bibit bebet dan bobot pasangan kita. Semua itu bertujuan agar kelak setelah menjalani rumah tangga tidak ada lagi  PR  yang menumpuk untuk kita selesaikan. Karena rumah seharusnya adalah tempat kita berteduh, tempat kita akan bernaung dari segala kelelahan yang kita terima di luar.

Bagaimana bisa kita betah tinggal di rumah yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Itulah pentingnya perencanaan awal yang juga harus kita benahi sebelum menjalin hubungan yang serius.

Tujuan Pernikahan

Apa tujuan dari pernikahan? Apa hanya karena terpaksa? Atau hanya karena iri melihat teman-teman yang seumuran sudah menikah bahkan memiliki anak? Apa menikah hanya sebagai lelucon kita saja? Untuk menjadi ibu yang bahagia kita harus sudah memikikan ini sebelum kita memiki rencana untuk menikah.

Perencanaan yang matang sebelum proses ijab qobul akan sangat memberikan pengaruh dalam rumah tangga. Beberapa rencana yang akan membuat kita bahagia menjadi seorang ibu di antaranya :

  1. Sebelum menikah pastikan calon kita adalah calon terbaik yang kita minta setelah berusaha dan beristikharah.
  2. Ketika ingin menjalin sebuah hubungan yang lebih serius pastikan rencana dan masa depan yang jelas di awal.
  3. “SALING” ketika kita sudah sampai di tahap menjalin rumah tangga. Kata saling adalah yang paling aku tekankan. Dalam rumah tangga kita harus saling menerima kekurangan satu sams lain. harus saling terbuka dengan masalah dan uneg-uneg kecil sekali pun. Kita harus saling mengerti dan saling membantu dalam rumah tangga.
  4. “SABAR” dalam menjalin rumah tangga. tidak ada yang namanya tidak pernah ada masalah. ujian akan selalu datang kapan saja dan di mana saja.

Apalagi dalam rumah tangga ujian bisa datang dari mana saja. Mulai dari dalam rumah tangga sendiri, dari keluarga, kerabat bahkan orang yang kita anggap jauh pun bisa menjadi ujian untuk kita. Begitu juga dari masalah yang sangat besar sampai masalah yang hampir semua rumah tangga pernah alami yaitu masalah ekonimi. Hanya satu hal yang perlu kita ingat. Yaitu sabar. Karena sabar adalah kunci untuk kita menjalani masalah apapun.

Setiap masalah pasti akan ada akhirnya. Jadikanlah Allah sebagai penolong kita. Bukankah Dia Maha Mendengar? Bukankah Dia yang menguasai seluruh alam ini dan seisinya? sangat mudah untuk Allah menerima semua doa kita. hanya kitanya saja yang harus sabar.

Dibalik kelelahan dalam menjalani peran kita ini. Banyak sekali pahala dan berkah yang insyaallah kita dapatkan jika kita memang niat lillah dalam menjalaninya. Aku pun sebagai ibu terkadang merasa lelah dan bosan. Juga kadang merasa berat untuk menjalani kehidupan ini.

Tapi hati kecil selalu berucap syukur atas semua yang aku alami ini. Ada rasa bahagia di balik lelahnya mengurus anak. Sabar dan Syukur memang 2 hal yang tidak bisa aku pisahkan dalam menjalani peranku sebagai seorang istri dan seorang ibu. Bersyukur adalah satu hal yang bisa aku ucapkan karena bisa menjalani peran mulia ini. Semoga Allah selalu membimbing setiap gerak langkah kita untuk berada di jalan yang ia ridhoi. Agar bisa membangun rumah tangga yang bahagia.

 

Hai, aku Chairina biasa disapa Rina. Seorang ibu 2 anak yang suka bercerita lewat tulisan. Aku banyak menulis di blog https://chairinabawazir.com dan berbagi momen bersama anakku di instagram @chairinabawazir. selain bercerita di blog aku juga turut berkontribusi di beberapa buku Antologi. hingga kini sudah ada 6 buku Antologi yang aku tulis.