“Halo Monyet!” Door! Senjata serbu meledak di kepala Atino. Tiga tentara muncul dari ruang belakang. “Aman.” Sesudah mengamankan perimeter dan berbicara cukup lama dengan Martin Kabiti, tentara-tentara itu pun pulang. Keesokan harinya, tersiarlah kabar yang sampai hari ini selalu dikisahkan turun-temurun itu, di gereja dan di Toko Subur, di kelas dan di musim hujan. Oetimu […]

Read More