Kadihan vs Hulagu Khan

Ada satu kisah yang sekelebat saya baca saat berselancar di instagram. Pesan yang kemudian saya catat dan simpan entah mulai kapan. Hingga saya merasa mungkin ada orang yang belum tahu dan perlu tahu tentang pesan-pesan indah dalam kisah ini. Maka kisah singkat tersebut saya tulis di blog ini untuk sekedar mengingatkan alih-alih bisa menginspirasi kita semua agar tidak berhenti berjuang disini. Masih ada banyak tugas yang kita emban sebagai khalifah di muka bumi ini. Masih ada banyak tugas kita untuk mencerdaskan dan menyuluh umat agar mereka lebih dekat dengan Tuhannya, terlebih berkesadaran untuk memperbaiki hidupnya lewat agamanya.

Mudah-mudahan apa yang saya kutip ini bisa mempersatukan perbedaan sudut pandang yang selama ini tidak kunjung kita sikapi dengan dewasa. Untuk memahami sebuah perbedaan tentu tidak bisa kita paksakan dengan kaca mata kita sendiri. Coba tengok sudut pandang orang lain dengan kaca mata yang dipakainya, kelak kita akan tahu betapa luasnya ilmu Allah. Betapa perbedaan itu harusnya bukan sebab yang menjadikan kita terpecah belah. Ingatlah Hulagu Khan modern di zaman ini sudah mengintai kita, mengawasi kita, dan tentu saja menanti kehancuran kita karena perpecahan.

Mari kita kosongkan gelas bersama, berusaha menerima perbedaan, berlapang dada dan mengesampingkan apa-apa yang menyebabkan pertikaian diantara tubuh umat kita.

Pict from Pinterest

Pemuda Kadihan vs. Hulagu Khan

The founder of the Mongol Dynasty, Genghis Khan’s grandson, Hulagu Khan, conquered and burned the city of Baghdad.

One source said that in this incident 200,000 people were killed at that time, and there were also other sources that said 400 thousand people were killed at that time.

Every beautiful and historic mosque in Baghdad, as well as palaces, libraries, was burned by Hulagu Khan’s army.

Hulagu Khan, who built his headquarters outside Baghdad, then sent an announcement that he wanted to meet the biggest cleric in the area.  Of course none of the ulama dared to meet Hulagu.

In the end, someone named Kadihan, a very young madrasa teacher who had not even bearded, dared to meet Hulagu … very interesting …

He came to Hulagu Khan’s headquarters while carrying a camel, a goat and a rooster with him

He also arrived at Hulagu headquarters …
Hulagu immediately looked at the young man from the tip of his hair to the tips of his feet, then asked the young man, “all this time have they only found someone like you to face me?” Hulagu asked the young man

Kadihan replied: “If you want to meet the big one, there is a camel on the outside, if you want a beard outside there is a goat, if you want the one that is loud, outside there is a rooster … You can call as you like.  “

After Hulagu understood that what was before him was not just anyone, he said, “Tell me, what is the reason that can bring me here?”

The young man also gave a very touching answer,
“What brings you here are our deeds.
We do not ignore / forget / neglect of the blessings that God has given us.
We fall into the abyss of pleasure and spree.
We are busy pursuing the position, rank and wealth of the world.
Then God brings you to take back the favors. “

Hulagu also gave a second question: “Then who can get me out of here?”

Kadihan also answered:
“If we are aware of ourselves.
If we are grateful for all the blessings God has given us.
If we stop fighting with one another, then that’s when you won’t be able to survive in this land.

Extracted from RT Erdogan’s President’s Turkish Speech before the Turkish Parliament.  Translator @alfath_elfath uploader @ariekuntung

Pemuda Kadihan vs Hulagu Khan

Pendiri Dinasti Mongol, cucu Jenghis Khan, Hulagu Khan, menaklukkan lalu membumihanguskan kota baghdad.

Ada satu sumber yang mengatakan bahwa dalam peristiwa itu 200 ribu orang dibunuh saat itu, Dan ada pula sumber lain yang mengatakan 400 ribu orang dibunuh pada saat itu.

Setiap masjid-masjid di Baghdad yang indah indah dan bersejarah, juga istana-istana, perpustakaan-perpustakaan, dibumihanguskan oleh tentara Hulagu Khan.

Hulagu Khan yang membangun markas besarnya di luar kota Baghdad ini kemudian mengirim suatu pengumuman, bahwasanya dirinya ingin bertemu dengan ulama terbesar di daerah itu. Tentu saja tidak ada satupun ulama yang berani bertemu dengan Hulagu.

Pada akhirnya, seseorang bernama Kadihan, seorang guru madrasah yang sangat muda bahkan belum berjanggut, berani bertemu Hulagu… sangat menarik….

Dia datang menuju markas besar Hulagu Khan sambil membawa seekor onta, seekor kambing dan seekor ayam jago bersamanya

Diapun sampai di markas Hulagu…
Hulagu langsung menatap pemuda itu dari ujung rambut hingga ujung kaki, lalu bertanya kepada si pemuda, “selama ini apakah mereka hanya menemukan orang sepertimu untuk menghadapku?” Hulagu bertanya kepada si pemuda

Kadihan pun menjawab: “Jika kamu ingin bertemu dengan yang besar, di luar ada seekor Onta, jika kamu ingin yang berjenggot diluar ada kambing, jika kamu ingin yang suaranya lantang, di luar ada seekor ayam jago… Kau bisa panggil sesuka hatimu..”

Setelah Hulagu paham bahwa yang dihadapannya bukanlah sembarang orang, maka dia berkata, “Beritahu padaku, apakah sebab yang mampu mendatangkan aku ke sini?”

Sang pemuda pun memberikan jawaban yang sangat menyentuh,
“Yang mendatangkanmu kemari adalah amal-amal kami.
Kami tidak menghiraukan/lupa/lalai dari nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepada kami.
Kami jatuh ke dalam jurang kesenangan dan berfoya-foya.
Kami sibuk mengejar jabatan, pangkat dan kekayaan dunia.
Maka Allah mendatangkan kalian untuk mengambil nikmat-nikmatnya kembali.”

Hulagu pun memberikan pertanyaa kedua: ”Kalau begitu siapa yang bisa mengusirku dari sini?”

Kadihan pun menjawab:
“Jika kami menyadari akan diri kami.
Jika kami mensyukuri segala nikmat Allah yang diberikan kepada kami.
Jika kami berhenti bertikai satu dengan yang lain, maka pada saat itulah kau tidak akan bisa bertahan di tanah ini.

Disarikan dari Pidato RT Erdogan Presiden Turki di Hadapan Parlemen Turki. Penerjemah @alfath_elfath pengunggah @ariekuntung

  1. Reply

    Indah sekali, bijaksana, dan benar2 butuh keluasan ilmu, kedalaman hati, dan kedewasaan untuk jd Kadihan. I salute him. Dan memang ku baru tahu kisahnya. Ya Allah…jdi miris, hrus banyak bersyukur, berdoa, dan bertawakkal.

    This is very touching and enlightening. Thank you so much for sharing this beautiful post.

      • jeyjingga on August 20, 2019 at 4:57 am
      • Author

      Reply

      your welcome Miss, and thankyou for visited my blog uwuwuwuw~

    • Uswatul Hamidah on August 20, 2019 at 1:58 pm

    Reply

    Woow…. sungguh berani, karena Allah

    • teetea (hartintea) on November 22, 2019 at 11:58 am

    Reply

    Kirain gada terjemahannya mbak, tiwas berusaha mati2an memahami versi Inggris nya😁.. Blog nya cakep mbak, kontennya juga keren.. Selamat berkarya ..😍

      • jeyjingga on November 22, 2019 at 12:27 pm
      • Author

      Reply

      Masya Allah terimakasih mba sudah mampir. mudah-mudahan bermanfaat.

Leave a Reply