Tingkatan derajat manusia di akhirat berbeda-beda sebagaimana dunia menggolongkan manusia dalam tingkatan-tingkatan fana yang berbeda pula. Manusia ketika di akhirat kelak, akan terbagi menjadi empat golongan yaitu : orang-orang yang celaka, orang-orang yang disiksa, orang-orang yang selamat, dan orang-orang yang beruntung.

Empat tingkatan tersebut berbeda-beda pula dalam merasakan kenikmatan dan siksaan, sebagaimana amalan yang telah dilakukan di dunia. Seperti yang telah disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari, no.7349, no.302 dari Abu Sa’id Al Khudri tentang penetapan berjalannya manusia di atas jembatan (ash-Shirath) di atas Jahanam, dimana diantara mereka ada yang berjalan seperti kilat menyambar, ada yang mendeka, di neraka selama tujuh ribu tahun, dan diantara tujuh ribu tahun itu juga memiliki perbedaan tingkatan yang banyak.

tingkatan derajat manusia di akhirat

Empat Tingkatan Derajat Manusia di Akhirat

Empat tingkatan derajat manusia di akhirat berdasarkan kebaikan dan keburukannya selama di dunia antara lain :

  • Orang-orang yang celaka, termasuk di dalamnya adalah orang-orang yang mengingkari Allah dan RasulNya.
  • Orang-orang yang disiksa, termasuk di dalamnya adalah orang-orang yang mengaku beriman namun mengingkari Allah dan RasulNya dengan masih melakukan dosa besar selama hidupnya. Lalu mati dalam keadaan tidak bertaubat dan tidak menyadari segala keburukan-keburukan yang penah diperbuatnya selama di dunia. Pada tingkatan ini pun ada bermacam-macam pula tingkat penyiksaannya. Ada siksa yang disebut paling ringan dengan dipersulitnya hisab.
  • Orang-orang yang selamat, termasuk di dalamnya adalah anak-anak orang kadir (tidak beriman atau mengingkari Allah dan RasulNya), anak-anak kecil, orang gila atau hilang kesadaran, serta orang-orang yang di daerahnya belum sampai satupun kabar gembira atau ajaran yang dibawa oleh Rasulullah. Mereka ini termasuk ke dalam golongan orang-orang yang masuk surga karena rahmat Allah. Tapi hanya selamat saja, karena belum termasuk kebahagiaan dan keberuntungan.
  • Orang-orang yang beruntung, termasuk di dalamnya adalah orang-orang mukmin yang beriman kepada Allah dan RasulNya serta selalu mengamalkan syariat yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, serta menjauhi segala larangan-laranganNya. Mereka inilah yang termasuk ke dalam golongan orang-orang yang masuk surga dengan rahmat Allah melalui amalan mereka. Surga yang diberikan oleh Allah pun bertingkat-tingkat derajatnya. Mereka inilah orang-orang yang sudah diberikan ilmu, lalu bersegera ke dalam kebaikan, dan keinginan mereka bukan surga, melainkan bertemu Allah dan melihat Allah.

Mudah-mudahan kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung. Meraih kebahagiaan yang kekal karena ilmu yang kita dapat, lalu diamalkan serta diajarkan sehingga menjadi amal jariyah bagi kita semua. Mudah-mudahan rahmat Allah turun pada kita hingga saat roh terpisah dari raga pun kita dipanggil dengan sebutan “jiwa yang tenang”.

Mengetahui tingkatan derajat manusia di akhirat seperti di atas membuat saya berpikir, “sampai manakah tingkatan saya?”. Mengingat mencapai derajat beruntung tidak semudah ketika kita menjalankan syariat lalu selesai. Namun proses panjang hingga akhir hidup itulah yang membuat saya tidak akan pernah berhenti berdoa untuk diberi akhir hidup yang khusnul khatimah/akhir yang baik. Karena bagaimanapun orang-orang beruntung yang disebut oleh Allah adalah orang yang beriman, berilmu serta beramal.

 

Resume Materi Mukhtashar Minhajul Qashidin tugas Mulazamah binaan Ustadz Abdullah Hadrami
Pasal Tingkatan-tingkatan Derajat di Akhirat Berdasarkan Kebaikan dan Keburukan di Dunia
Malang, 6 November 2020