Ketika ditanya apa yang melatarbelakangi seorang Syahid Muhammad menulis Novel Egosentris? Bang Iid menjawab, “jadi Egosentris ditulis berdasarkan keresahan banyak orang, termasuk saya. Karena rasanya kok sulit sekali cari buku yang isinya mengangkat isu sosial, terlebih pada kesehatan mental. Dalam Egosentris, saya menciptakan 3 tokoh utama yang ketiganya punya masalah masing-masing, setiap tokoh memiliki rahasia.” […]

Read More

“Halo Monyet!” Door! Senjata serbu meledak di kepala Atino. Tiga tentara muncul dari ruang belakang. “Aman.” Sesudah mengamankan perimeter dan berbicara cukup lama dengan Martin Kabiti, tentara-tentara itu pun pulang. Keesokan harinya, tersiarlah kabar yang sampai hari ini selalu dikisahkan turun-temurun itu, di gereja dan di Toko Subur, di kelas dan di musim hujan. Oetimu […]

Read More

Dobro pozholavats. Selamat datang! Ucap seorang perempuan tua pada Agustinus yang saat itu tengah ditolongnya dari kejaran pencuri di Karakol, Kirgiztan. Menyambut seorang tamu di negara-negara Asia Tengah adalah sebuah kebanggaan. Afghanistan, Pakistan, Kirgiztan bahkan di Tajikistan yang serba mahal sekalipun. Jika umumnya santapan malam hari bagi mereka selalu berat, berminyak, dan menyenangkan, namun malam […]

Read More

“Jangan berputus asa seperti itu,” aku bilang. “Kiram, tadi kamu mengandaikan kabar dan selebaran itu benar. Dengan demikian ada kemungkinan tanda tangan Khalifah pada selebaran yang menganjurkan kita untuk meletakkan senjata adalah benar pula. Kamu tidak mau taat kepada Khalifah?” Hening. Tiba-tiba Kiram bangkit meraih senjatanya. Aku tak sadar betul apa yang kemudian terjadi, yang […]

Read More