Makanan tinggi kolesterol seperti udang, cumi, kepiting, dan segala macam seafood adalah salah satu makanan favorit saya. Sayangnya semua yang disebut tadi tergolong dalam makanan yang berisiko menaikkan kadar kolesterol dalam darah. Jenis makanan tersebut memang bagus untuk dikonsumsi di usia pertumbuhan. Nah, kalau sudah usia kepala tiga begini, masihkah makanan tersebut aman? Dalam batas tertentu mungkin masih aman, namun jika dikonsumsi berlebihan, bisa juga berdampak pada naiknya kadar kolesterol dalam darah lho. 

Bukan hanya orang yang berisiko, bahkan yang tidak berisiko pun bisa jadi meningkat kolesterolnya. Karena kolesterol tinggi dapat dirasakan oleh siapa saja, teman bloger barangkali salah satu yang mengalami keadaan itu. Bila takaran kolesterol teman bloger cenderung tinggi, saat ini waktunya untuk menurunkan takaran kolesterol dalam darah untuk menghindari berbagai kompleksitas kolesterol yang bisa terjadi pada masa yang akan datang. 

Untuk menurunkan dan menjaga takaran kolesterol agar tetap normal, teman bloger dapat mengerjakannya dengan menghindari makanan pantangan kolesterol dan beragam makanan yang lain. Apa saja makanan yang mengandung kolesterol yang tinggi dan harus dijauhi? Simak penjelasannya dalam artikel ini yuk!

makanan tinggi kolesterol

Makanan Tinggi Kolesterol yang Seharusnya Dijauhi

Ada beberapa model makanan yang mempunyai kandungan kolesterol tinggi. Oleh karena itu, untuk pasien yang memiliki kolesterol tinggi, beberapa makanan yang selanjutnya akan saya tuliskan di bawah ini, seharusnya dijauhi ya. Berikut ini adalah daftar makanan yang harus diperhatikan.

Makanan Tinggi Lemak Jenuh dan Lemak Trans

Salah satu macam makanan yang seharusnya jadi pantangan adalah makanan yang tinggi kandungan lemak jenuh atau lemak trans. Rata-rata, lemak ini dijumpai pada makanan yang diproses dari hewan, mulai dengan daging merah sampai produk buatan susu.

Mengonsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh dan lemak trans bisa menaikkan takaran kolesterol baik (HDL) sekalian takaran kolesterol jahat (LDL). Hal ini berarti ada kemungkinan orang yang mengonsumsi makanan dengan lemak jenuh yang tinggi akan mengalami beragam penyakit jantung seperti penyakit serangan jantung dan gagal jantung bisa bertambah.

Saat itu lemak trans rata-rata dijumpai pada beberapa model makanan, walau banyak yang tidak besar. Tidak hanya itu, lemak trans pun dibuat dari minyak yang dibuat melalui proses pengerjaan makanan yang dikatakan hidrogenasi sebagian. Lemak trans yang dibuat dari proses ini rata-rata menaikkan keseluruhan takaran kolesterol dalam darah.

Bila teman bloger melatih diri mengonsumsi makanan yang mengandung lemak trans yang tinggi, takaran kolesterol jahat dan trigliserida pun berpotensi bertambah. Sama seperti mengonsumsi lemak jenuh, mengonsumsi lemak trans pun menaikkan kemungkinan untuk mengalami penyakit jantung.

Makanan Cepat Saji (Fast Food)

Makanan cepat saji barangkali tak dapat dikatakan makanan yang jangan dikonsumsi sama sekali. Akan tetapi, makanan ini tak dianjurkan untuk dikonsumsi tiap hari, apalagi untuk pasien kolesterol tinggi. Kenapa?

Selain mempunyai kandungan kolesterol yang tinggi, makanan cepat saji tergolong memiliki kandungan gula, lemak jenuh, dan lemak trans yang tinggi. Jika teman bloger sering mengonsumsi makanan tinggi kolesterol bisa jadi pemicu kolesterol tinggi dan beragam soal kesehatan lain seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan peningkatan bobot tubuh.

Makanan yang mempunyai kandungan lemak trans yang tinggi seperti pantangan makanan bagi pasien kolesterol tinggi ini bisa menaikkan takaran LDL pada badan. Malah takaran kolesterol baik akan turun dan kapasitas teman bloger mengalami diabetes tipe 2 pun makin tinggi.

Menurut penelitian di Amerika, jika terus menerus mengonsumsi makanan cepat saji maka hal ini akan menaikkan takaran kolesterol di dalam darah, lemak di ruangan perut, dan gula darah pada badan. Tidak hanya itu, makanan cepat saji juga menjadi pantangan makanan buat pasien kolesterol tinggi lho. Lantaran makanan dari restoran cepat saji rata-rata tak mempunyai gizi komplit yang diperlukan oleh tubuh.

Makanan yang Digoreng

Tahukah teman bloger teknik mengolah makanan dengan cara digoreng sesungguhnya bukan teknik mengolah yang sehat untuk jantung? Ya, karenanya makanan yang digoreng rata-rata memiliki kandungan kolesterol yang tinggi dan selayaknya dijauhi. Sayang, masih ada banyak orang yang tak menyadari jika teknik mengolah lewat cara menggoreng tergolong kurang bagus untuk kesehatan.

Sekalinya makanan sehat seperti kol, bila diolah lewat cara digoreng, dapat menjadi makanan yang kurang sehat. Perihal ini dipicu makanan yang digoreng berkadar kalori yang semakin tinggi dan kandung lemak trans yang bisa menaikkan kemungkinan penyakit jantung, adipositas, dan diabetes.

Oleh karena itu bila teman bloger masih kerap mengolah makanan dengan cara digoreng, saat ini waktunya untuk mengganti perlahan-lahan trik mengolah berbagai macam makanan. Seperti mengolah makanan dengan cara dipanggang, dikukus, direbus, dan beragam trik yang lain relatif aman untuk kesehatan.

Udang

Makanan lain yang tidak kalah tinggi kandungan kolesterol di dalamnya ialah udang. Makanan ini jadi salah satu pantangan makanan buat teman bloger yang mempunyai kolesterol tinggi. Udang dibanding makanan laut yang lain tergolong dalam makanan yang memiliki kandungan kolesterol tertinggi di dalamnya. Walau udang mempunyai gizi yang lain dan sehat untuk badan, teman bloger tetaplah harus mengonsumsinya dengan berhati-hati. Maksudnya tidak dalam jumlah yang berlebihan. Sebaiknya imbangi juga udang yang kita makan dengan sayur dan buah-buahan fresh.

Namun jika teman bloger ragu dan takut mengonsumsi udang karena kandungan kolesterolnya lebih baik tak mengkonsumsi udang lebih dahulu. Sebaiknya bertanya ke dokter bagaimanakah cara mengolah udang yang baik agar bisa mendapat manfaat dari salah satu makanan laut yang paling lezat ini. Selain udang, ada juga makanan laut yang lain dengan kadar kolesterol dengan kandungan lemak jenuh yang termasuk rendah. Seperti lobster, cumi-cumi, juga gurita. Untuk meyakinkan diri apakah aman mengonsumi semua makanan tersebut? Ataukah sampai mana batas aman mengonsumsi makanan tersebut? Teman bloger bisa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu ya. 

makanan tinggi kolesterol

Kulit

Kecuali dagingnya, kulit pun sebagai salah satu sisi makanan yang banyak dicintai dari sapi, kikil, sampai ayam. Apalagi kulit ayam yang gurih dan krispi yang rata-rata dijumpai pada ayam di restoran cepat saji. Akan tetapi, bila takaran kolesterol teman bloger termasuk tinggi, kulit akan jadi salah satu pantangan yang seharusnya dijauhi. Bahkan jika memang perlu, teman bloger tidak perlu mengonsumsi kulit sama sekali. Kenapa?

Daging dan kulitnya mempunyai kandungan lemak jenuh yang semakin banyak dibandingkan daging tanpa ada kulit. Oleh karenanya, bila teman bloger bermaksud mengonsumsi ayam goreng, lebih bagus menghindari untuk memakan kulitnya. Bila memang perlu, buang kulitnya sebelum disediakan. Agar kita tak terbujuk ketika akan mengonsumsinya. Perihal ini pastinya jadi salah satu usaha keras yang harus dijalankan untuk menjauhi makanan tinggi kolesterol. Cobaan yang berat memang. 

Kesimpulan

Jika teman bloger menyukai jenis makanan diatas, mulai sekarang yuk belajar menjauhinya dan beralih untuk mengonsumsi makanan sehat. Jika kita melakukan pengolahan makanan yang tepat, maka hal itu akan meminimalisir datangnya penyakit sebab kolesterol tinggi yang bisa menyerang kapan saja. Cukup berolahraga dan menerapkan gaya hidup sehat adalah salah satu upaya menuju kehidupan yang bahagia.