Cara memperbaiki kualitas tidur tentu tidak bisa serta merta dilakukan dalam sehari dua hari. Namun melalui proses yang harus kita temukan terlebih dahulu penyebab tidur tidak tenang atau penyebab kualitas tidur yang tidak baik yang selama ini kita alami.

Berdasarkan pengalaman, selama ini saya mengalami gangguan tidur saat pekerjaan sedang berat, pikiran stres, dan tak jarang karena hati tidak tenang. Entah itu karena pekerjaan yang belum selesai, masalah dengan teman atau klien, dan beberapa hal lain yang mungkin tidak saya sadari. Seperti minum kopi misalnya.

Karena gangguan tidur inilah saya jadi punya mood yang berantakan di hari-hari tertentu dimana saya merasa jam tidur sangatlah kurang. Akhirnya tak jarang anak jadi sasaran. Salah dikit langsung marah, kadang saat anak saya tidak mau makan saya juga jadi ikutan marah. Duh, rasanya sangat tidak menyenangkan dan tidak nyaman kalau terus menerus seperti itu.

Oleh karena itu ketika ada webinar yang akan memaparkan tentang mengatasi gangguan tidur saya langsung terpikat dan ingin mengikutinya. Beruntung banget bisa jadi bagian dari Ibu-Ibu Doyan Nulis yang terus haus ilmu, terus punya semangat untuk belajar memperbaiki kualitas diri. Gayung bersambut, akhirnya saya bisa mendapat kesempatan untuk ikut bersama ibu-ibu lainnya menimba ilmu dan memperbaiki kebiasaan tidur yang tidak berkualitas. Yuk intipin resumenya di sini.

cara memperbaiki kualitas tidur

Sepenting Apa sih Kuantitas dan Kualitas Tidur Itu?

Bersama kami saat sesi pertama yaitu dokter Inggrid Tania, M.Si (beliau ahli di bidang herbal dan saat ini menjadi kandidat doktor). Beliau juga Ketua Umum PDPOTJI (Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia). Lalu sesi kedua bersama Apoteker Victor S. Ringoringo.

Berbicara soal kuantitas tidur tentu kita tahu ya, yaitu waktu yang kita habiskan untuk tidur. Sedangkan kualitas tidur adalah nilai atau tingkat baik/buruknya tidur kita.

Menurut dr. Inggrid, kebanyakan orang dewasa membutuhkan 7 hingga 9 jam tidur setiap hari. Namun kita juga perlu tahu bahwa kebutuhan kuantitas tidur setiap individu bisa saja berbeda. Ada yang butuh 6 jam ada pula yang butuh 10 hingga 11 jam tidur di malam hari.

Saya sendiri biasanya 6 jam tidur di malam hari rasanya sudah cukup. Namun tak jarang 6 jam tidur di malam hari inipun kadang juga tak merasa cukup.

Sedangkan kualitas tidur, dijabarkan oleh dokter Inggrid. Contoh tidur berkualitas itu misalnya ketika kita dapat tertidur dalam waktu 30 menit atau kurang. Lalu tidur di malam hari tanpa terbangun di tengah malam atau hanya terbangun 1 kali dan kembali dapat tidur dalam waktu 20 menit setelah terbangun. Pernah kan ya mengalami hal seperti ini?

Kalau saya sih memang sering. Apalagi sejak ada bayi. Kualitas tidur di malam hari jadi semakin buruk. Bahkan keesokan paginya pun kadang tidak bisa tidur lagi.

Beruntung hal seperti itu tidak berlangsung selamanya ya ibu-ibu. Bayi umur tiga atau lima bulan sudah mulai menyesuaikan waktu tidur kita di malam hari. Jadi saat itulah saya juga mulai mengembalikan kualitas tidur yang buruk.

Namun belum selesai urusan bayi, kadang pekerjaan pun menuntut kita untuk begadang. Inilah penyebab tidur tidak nyenyak dan sering terbangun. Sehingga kualitas dan kuantitas tidur di malam hari pun jadi buruk. Keesokan paginya badan pegal-pegal dan menjadi tidak bersemangat.

Jangan dibiarkan terus yuk Buu, karena tidur itu benar-benar memengaruhi kesehatan kita lho. Apa saja yang dipengaruhi? Berikut penjelasan dokter Inggrid.

Tidur Memengaruhi Kesehatan Kita Lho!

 

1. Tidur berpengaruh pada sistem imun. Kurangnya kuantitas dan kualitas tidur akan menurunkan imunitas. Apalagi di tengah pandemi seperti ini, kita butuh imunitas yang lebih banyak dan lebih tangguh. Jadi jangan sampai kuantitas dan kualitas tidur kita kurang ya.

memperbaiki kualitas tidur

penjelasan Bapak Victor dalam webinar

2. Working memory. Kurang kuantitas dan kualitas tidur akan menurunkan fungsi kognitif dan working memory span sebesar 38%.

3. Mood. Kurang kuantitas dan kualitas tidur akan membuat rentan mengalami moodiness dan depresi.

Jelas sih ya, maka tidak heran mengapa ibu-ibu yang baru saja melahirkan dan terlalu sering begadang rentan depresi dan berubah-ubahnya mood. Maka yang harus kita lakukan adalah bagaimana caranya mengatur waktu tidur kita dan disesuaikan dengan waktu tidur bayi sampai ia bisa mengikuti ritme biologis tubuhnya di dunia ini.

4. Kecelakaan. Kurang kuantitas dan kualitas tidur membuat semakin besar kemungkinan mengalami kecelakaan.

5. Kesehatan Kulit. Kurang kuantitas dan kualitas tidur membuat rentan mengalami penuaan dini.

6. Kebiasaan Makan. Kurang kuantitas dan kualitas tidur meningkatkan selera makan junk food atau makanan yang tidak sehat.

Bagaimana dengan orang-orang yang tidur malamnya cukup 4 hingga 5 jam saja namun dia tidak mengalami hal-hal yang berkaitan dengan mood, stres, maupun efek lain karena kekurangan waktu tidur?

Dokter Inggrid menjelaskan bahwa kualitas tidur memang lebih dominan dalam memengaruhi kesehatan secara keseluruhan daripada kuantitas tidur itu sendiri (US National Sleep Foundation). 

Itulah mengapa kualitas tidur menjadi indikator yang lebih baik dalam menilai mood dan kepuasan hidup dibandingkan kuantitas tidur.

Berikut adalah data yang didapatkan dari usd.ac.id tentang kualitas tidur menurut WHO

cara memperbaiki kualitas tidur

source : https://usd.ac.id/

Berdasarkan infografis di atas kita tahu bagaimana ciri-ciri kualitas tidur yang baik ya. Jadi bukan berdasarkan kuantitasnya saja, meskipun itu juga penting untuk tidur di malam hari.

Maka tak heran jika seseorang dengan kualitas tidur yang baik mendapati tubuhnya segar, mood yang baik dan emosi yang stabil bahkan ketika ia hanya menghabiskan waktu tidur selama 4 hingga 5 jam saja. Begitu juga dengan seseorang yang tidak memiliki kualitas tidur yang baik. Bahkan ketika ia tidur 9 jam pun, kadang tubuhnya masih lemas, mood berantakan, dan pola makan yang akhirnya tidak sehat. Hal itu karena kualitas tidurnya buruk.

Yuk kita telaah berbagai permasalahan tidur yang sering dialami oleh masyarakat menurut penjelasan dokter Inggrid.

Masalah Tidur yang Biasa Dialami Masyarakat

Masalah tidur yang sering dialami masyarakat yaitu symptomps of Insomnia. Insomnia itu sendiri adalah ketidakmampuan dalam menjaga atau mempertahankan kuantitas dan kualitas tidur yang baik.

Sekitar 1 dari 3 orang di dunia kadang-kadang mengalami insomnia dalam derajat yang bervariasi. Bahkan prevalensi gangguan tidur di dunia sebanyak 5-15% kemudian 31-75% berkembang menjadi masalah insomnia kronik.

Sedangkan survei terhadap 2.944 responden Indonesia usia 18-24 tahun, lebih dari 2/3 diantaranya mengalami kurang tidur.

Faktor Penyebab Masalah Tidur

Berikut beberapa faktor penyebab masalah tidur yang bisa kita alami. Harapannya ketika kita tahu masalahnya, maka sebisa mungkin menghindari faktor-faktor ini.

1. Gangguan Fisik

Gangguan fisik penyebab masalah tidur seperti sedang sakit kepala, nyeri sendi, nyeri perut, dan lain-lain juga menjadi faktor penyebab masalah tidur lho.

Biasanya kalau di rumah sakit, paramedis akan memberikan obat pereda nyeri sehingga kita bisa lekas istirahat dan mendapatkan kualitas tidur yang baik.

2. Isu Medis seperti sleep apnea, dan lain-lain.

3. Gangguan Psikologis/Psikiatrik 

Seperti stress, depresi atau ansietas. Ansietas dapat diartikan sebagai suatu respon perasaan yang tidak terkendali.

Saya juga pernah nih mengalami hal seperti ini. Stres hingga tak bisa tidur. Juga perasaan yang terkadang muncul dan menimbulkan sesak di dada, sehingga kesulitan untuk bisa tidur dengan baik dan berkualitas. Kalaupun bisa tertidur, biasanya akan mudah terbangun dan akan sulit tidur lagi.

4. Gangguan Lingkungan

Seperti lampu kamar yang nyalanya terlalu terang, suara berisik, dan lain-lain.

5. Genetik bisa berupa narkolepsi.

Narkolepsi adalah gangguan tidur kronis yang ditandai dengan rasa kantuk di siang hari dan serangan tidur yang tiba-tiba. Oleh karena itu malam harinya ia kadang susah untuk tertidur.

6. Faktor Usia

Saya sering nih mendapati nenek dan orangtua saya hanya tidur empat hingga lima jam saja dalam sehari. Katanya setelah bangun, mereka tidak bisa tidur lagi.

Karena memang secara medis, setengah dari lansia yang berumur 65 tahun atau lebih mengalami masalah tidur. Namun tak jarang juga tidur mereka juga tidur yang berkualitas.

7. Obat-obatan

Obat-obatan seperti hipertensi, antidepresi, obat yang mengandung kafein juga menjadi salah satu penyebab masalah tidur.

8. Bekerja di malam hari

Hayoo, bloger perempuan mana yang tidak seperti ini? Hehe..

Kebanyakan dari kita, pekerja teks komersial apalagi yang sudah memiliki suami dan anak, ditambah lagi dengan pekerjaan di luar hobi tentu seringkali bekerja di malam hari. Sehingga aktivitas yang dilakukannya berlawanan dengan biological clock. Lalu bagaimana cara memperbaiki kualitas tidur kita yang sudah terlanjur buruk itu?

Cara Mendapatkan Kualitas Tidur yang Baik dan Memperbaiki Kualitas Tidur yang Tidak Baik

cara mendapatkan kualitas tidur yang baik

Kalau sudah tahu berbagai macam penyebab terganggunya kualitas tidur kita, maka saatnya kita perbaiki kualitas tidur kita dengan cara seperti :

  • Makan makanan yang sehat. Terlebih makanan yang kaya akan magnesium dan zinc.
  • Baca buku sebelum tidur
  • Membatasi konsumsi kafein
  • Mandi air hangat
  • Matikan televisi, komputer, maupun gawai
  • Olahraga secukupnya
  • Tidur dengan pencahayaan yang tidak terlalu terang
  • Rilex (bisa dengan banyak berdzikir)

Jika langkah-langkah tersebut di atas masih tidak mempan, jangan terburu-buru untuk mengonsumsi obat tidur ya. Karena obat tidur memiliki efek adiktif/efek kecanduan. Belum lagi bahan-bahan kimia yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, dokter Inggrid dan Apoteker Victor S. Ringoringo sebagai narasumber dalam webinar kali ini menyarankan untuk mengonsumi bahan-bahan alami yang dapat memperbaiki kualitas tidur kita.

Antangin Goodnight : Salah Satu Cara Memperbaiki Kualitas Tidur

Pernah dengar kan orang-orang yang kesulitan tidur lalu mengonsumsi obat tidur? Apa dampaknya? Sebenarnya penggunaan obat tidur atau obat-obat barbiturat jangka pendek tidak terlalu terlihat efek sampingnya.

Barbiturat adalah golongan obat penenang yang biasa digunakan sebelum operasi atau untuk mengatasi kejang. Obat golongan ini dapat menyebabkan efek rileks dan kantuk, karena  barbiturat dapat mengurangi aktivitas saraf di otak. Berbeda dengan kandungan bahan alami dari Antangin Good Night.

Deltomed sangat percaya pada kekuatan alam. Kokohnya batang pohon, indahnya kuntum bungga hingga bulir-bulir biji-bijian. Deltomed ingin jamu-jamu di Indonesia bisa mendunia. Memberi manfaat bagi dunia dan demi melestarikan serta memanfaatkan apa yang alam berikan pada kita. Karena alam sudah mempercayakannya pada kita semua.

Antangin Good Night mengandung beberapa komponen yang dapat membantu memperbaiki kualitas tidur dan membantu meredakan gejala masuk angin. Yaitu Passion Flower dan Ekstrak Valerian berkhasiat untuk memperbaiki kualitas tidur serta kandungan Jahenya mampu meredakan masuk angin.

memperbaiki kualitas tidur

Valerian memiliki kandungan volatile oil (camp hene, borneol) sesquiterpene alkaloids (valerenic acid), iridiod esters, dan lain-lain. Akar Valerian ini memiliki efek menekan aktivitas sistem saraf pusat dengan cara reseptor GABA (gamma-aminobutyric) dalam otak. Lalu GABA itu dilepas dan dihambat degradasinya. Oleh karena itu kemudian ia bisa bersifat menenangkan dan antispasmodik (melemaskan otot yang spasme/tegang).

Efek tersebut akan membantu mengatasi ketegangan saraf, spasme otot, kolik usus, mugrain, neuralgia, gangguan cemas hingga insomnia. Namun tetap ada efeknya, yaitu ia memiliki efek hipotensif alias dapat menurunkan tekanan darah dan denyut jantung.

Sedangkan Passion Flower memiliki kandungan Alkaloids (harman, harmoline), flavonoids (vitexin, saponarin, luteolin, rutin,kaempferol, quercitin), fatty acids (linoleic, linolenic, palmitic, oleic, myristic), acids (formic & butyric), sugar, gum, dan lain-lain.

Passion flower ini akan memiliki efek menekan aktivitas Sistem Saraf Pusat dengan cara meningkatkan kadar GABA (gamma-aminobutyric) dalam otak → punya sifat menenangkan (soothing) dan sedatif serta antinyeri (analgetik) → membantu mengatasi ketegangan saraf, spasme otot, sakit kepala, neuralgia, gangguancemas/ ansietas dan insomnia. Namun ia juga dapat menurunkan tekanan darah dan denyut jantung.

Adapun jahe yang ada di dalam antangin good night dapat membantu mengatasi gejala masuk angin seperti meriang, nyeri kepala, mual/muntah, kaku otot, ketegangan saraf dan batu atau pilek.

 

Pada saat kita tidur tubuh akan mengalami detoksifikasi dan sistem saraf (neurotransmiter) akan diseimbangkan ketika kita tidur. Oleh karena itulah pentingnya kualitas dan kuantitas tidur di malam hari. Agar tubuh dapat melakukan detoksifikasi dengan baik.

Apakah Antangin Good Night Aman?

Antangin Good Night aman dan tidak membuat efek ketergantungan/aditif seperti obat tidur atau obat-obat barbiturat lainnya. Sehingga kita pun tidak perlu merasa khawatir ketika mengonsumsi Antangin Good Night sebagai #temanterbaik untuk tidur.

Bagi teman-teman yang memiliki kebiasaan mengonsumsi obat tidur atau obat-obat barbiturat lainnya, yuk coba tinggalkan terlebih dahulu obat-obat kimia tersebut. Kita coba dulu ikhtiar herbal, kebaikan dari alam yang dikemas dalam Antangin Good Night dan dapatkan tidur yang berkualitas demi kesehatan dan produktifitas kita sebagai ibu pekerja maupun ibu rumah tangga.

Cukup diminum 1 atau 2 tablet sebelum tidur untuk mendapatkan tidur berkualitas. Antangin Good Night dapat juga dikatakan sebagai terapi untuk meningkatkan kualitas tidur dan salah satu cara mengatasi susah tidur.

Jika masih merasa tidak ada efeknya, boleh ditambah dosisnya ke 3 atau maksimal 4 tablet sebelum tidur. Namun, berdasarkan saran dari Bapak Apoteker Victor, lebih baik mengonsumsi 1 tablet terlebih dahulu. Karena kan tubuh kita butuh penyesuaian terlebih dahulu dengan jamu yang masuk. Jika satu masih belum terlalu ngefek, bisa naik ke dua tablet, dan maksimal 4 tablet untuk hari-hari berikutnya.

antangin good night

Antangin Good Night bisa dibeli secara langsung di store seperti : Watson, Viva Generik, Lotte Mart, Borma, Lulu. Atau di Deltomed Official Online Store : Tokopedia, Shopee, Blibli, Lazada, Bukalapak, JD.ID, serta di apotek dan toko obat terdekat. Cek info selengkapnya bisa di instagram Antangin ya teman-teman.

Yuk, beli Antangin Good Night sekarang untuk meningkatkan kualitas tidur dan meredakan masuk angin.