Men Are From Mars, Women Are From Venus

Sebelumnya : Mengenal Penduduk Mars dan Venus

Setelah kita tahu bagaimana perbedaan cara komunikasi dan mengekspresikan perasaan ketika kecewa diantara keduanya, kita akan mengerti bagaimana logika antara Penduduk Mars dan Venus ini berjalan.

Pria Seperti Karet Gelang dan Wanita seperti Gelombang.

Kalau pria seperti karet gelang, yaitu saat mereka menarik diri, mereka hanya mulur sejauh mereka dapat mengerut kembali. Siklus ini meliputi mendekat, menarik diri, kemudian mendekat lagi.  Kebanyakan dari kita, seorang wanita akan shock atau kaget saat baru menyadari bahwa pria yang mencintai wanita pun secara berkala perlu menarik diri sebelum dapat lebih mendekat.

Coba kita pikirkan, ketika pria yang kita cintai tiba-tiba “menarik diri” kita menganggapnya sebagai sebuah serangan, kita pasti akan bertanya-tanya, “Apa salahku?” lalu tentu saja kita ingin mendekatinya untuk memperbaiki segalanya agar dia bisa kembali seperti ‘sifat’nya yang sebelumnya. Tapi semakin kita mendekat, maka pria juga akan semakin menjauhkan dirinya.

Kita perlu tahu bahwa apa yang sebenarnya pria lakukan adalah karena pria memang secara otomatis berubah-ubah antara membutuhkan kedekatan dan kemandirian. Setelah sesaat terpuaskan keinginannya akan kehangatan cinta dari seorang wanita, kini pria ingin merdeka, menjadi dirinya sendiri. Justru pada saat seperti inilah wanita akan panik, menyalahkan diri sendiri atas apa yang pria lakukan. Padahal bukan salah kita sebagai wanita. Tapi memang begitulah siklus emosi seorang pria ketika jatuh cinta. Bukan maksudnya untuk menjauh karena tidak mencintai, namun mereka membutuhkan waktu untuk menikmati otoritasnya, waktu untuk bersama dirinya sendiri, tidak dibebani tanggung jawab terhadap siapapun. Waktu baginya untuk mengurus dirinya sendiri. Jika mereka tidak diizinkan melakukan ini, pria akan kehilangan dirinya sendiri karena selalu terlibat dengan pasangannya. Tidak perlu khawatir, mereka akan kembali secepatnya.

Bagaimana halnya dengan wanita? Jika pria seperti karet gelang, maka wanita seperti gelombang. Ia memiliki fase harus menyentuh dasar sebelum dapat naik kembali. Ketika wanita masuk ke dalam sumur, menyentuh dasar, masalah-masalahnya yang paling dalam cenderung muncul. Mungkin masalah-masalah bukan hanya tentang hubungannya tapi juga tentang masa lalunya. Apapun yang tersisa untuk disembuhkan atau dipecahkan dari masa lalunya, mau tak mau akan muncul ke permukaan. Nah, pada saat inilah wanita membutuhkan dukungan. Dukungan dengan pelukan, mendengarkan, hingga melakukan apa yang diminta. Jika ia mendapat dukungan maka ia percaya akan hubungan tersebut dan pria akan bisa bebas keluar masuk sumurnya tanpa pertengkaran.

Memahami wanita seperti gelombang kita akan tahu bahwa munculnya kelemahan dan rasa tak aman itu merupakan hal yang wajar, tak bisa dihindarkan, dan yang paling penting sifatnya hanya sementara.

Jika kita menghalangi wanita untuk masuk ke dalam sumurnya, tidak memberinya dukungan, ia akan berusaha keras berpura-pura bahwa segala sesuatunya beres dan ia akan menekan perasaan-perasaan negatifnya.

Mungkin kita sering mendengar kisah-kisah pasangan yang tidak pernah bertengkar atau berselisih, dan tiba-tiba secara mengejutkan mereka memutuskan untuk bercerai. Dalam banyak kasus macam ini, si wanita telah menekan perasaan-perasaan negatifnya untuk menghindari perselisihan. Akibatnya wanita itu jadi mati rasa dan tak mampu merasakan cintanya.

Dan masih banyak lagi kiat-kiat yang diberikan oleh John Gray pada pasangan agar hubungan menjadi baik dan lebih berwarna. Apa artinya kesuksesan kita dalam pekerjaan, popularitas, serta harta yang kita punya kalau ternyata pasangan hidup kita tidak merasakan kebahagiaan?

John Gray secara lengkap, detail dan memuaskan memberikan contoh-contoh bagaimana bentuk komunikasi yang anggun dan bijak dengan pasangan. Bagaimana menghindari perselisihan, menyelesaikan persoalan dan mencari solusi dengan duduk bersama, dan banyak lagi hubungan yang selalu rumit antara dua makhluk yang berbeda planet ini. Membaca Men Are From Mars, Women Are From Venus membuat saya lebih memahami apa saja yang pria inginkan, apa saja yang ia hindari dan bagaimana rahasianya.

Buku yang sangat saya rekomendasikan untuk teman-teman semua baik yang masih jomlo maupun yang sudah punya pasangan, agar cinta kita selalu terjaga, sehat, dan membawa banyak kebaikan untuk diri sendiri serta orang lain.

Men Are From Mars, Women Are From Venus.

John Gray, Ph.D

Cetakan ketiga puluh tiga, Februari 2020, Gramedia Pustaka Utama

450 halaman.

4/5

 

Leave a Reply