Daridulu saya suka membaca. Terlebih lagi membaca komik. Bisa jadi seharian di kamar hanya untuk membaca komik ataupun novel keluaran terbaru. Saat SMA saya pernah memecahkan rekor baca saya dengan menuntaskan Harry Potter selama dua hari saja. Begitu pulang sekolah langsung masuk kamar dan menuntaskan rasa penasaran saya dengan menenggelamkan diri di dunia milik J.K Rowling. Berhenti hanya untuk makan, salat dan mandi. Jangan ditiru ya.

Ibu saya juga pernah marah karena saya terlalu sering meminjam novel dan komik saat sekolah. Bukannya membaca buku pelajaran saya malah membaca komik yang berjilid-jilid itu. Kebetulan rumah saya juga dekat dengan berbagai persewaan komik dan novel mana saja. Ada tiga perpustakaan kalau tidak salah waktu itu yang sering saya datangi bersama teman-teman semasa SMA. Akhirnya kadang meminjam komik dan novel dengan sembunyi-sembunyi, takut ketahuan Ibu. Habis bagaimana ya, buku pelajaran sangat membosankan bagi saya. Hehehe…

Setelah lama vakum membaca novel ataupun komik karena kesibukan saat kuliah, tak lama kemudian saya menemukan komunitas Gerakan One Week One Book (OWOB) atas rekomendasi seorang teman. Saat itu juga saya masih baru di dunia instagram. Kalau tidak salah dua atau tiga tahun yang lalu. Saya baru aktif dan giat belajar foto-memfoto karena ada instagram. Namun isi feed hanya itu-itu saja, membosankan. Setelah direkomendasikan teman untuk mengikuti instagram milik OWOB yang saat itu followernya masih 200-an saya merasa tertantang untuk menyelesaikan satu buku dalam satu minggu ditambah dengan menulis reviewnya.

Sejak saat itulah saya mengarahkan instagram yang saya gunakan untuk menebar virus baca pada sebanyak-banyaknya orang. Selang beberapa bulan kemudian OWOB membutuhkan beberapa orang admin untuk membantu pergerakan mereka yang semakin hari semakin padat lalu lintas feednya. Mulanya saya hanya ingin membantu untuk memperbarui blog OWOB, tapi entah bagaimana ceritanya (saya lupa) saya dijadikan admin presensi.

Admin presensi disini tugasnya merekam jejak para OWOB-ers yang sudah menyelesaikan bacaan dan reviewnya selama satu bulan. Satu per satu member harus saya pastikan jejak bacaannya terekam lewat presensi ini. Gagasan untuk memberikan Consistent Reader Challenge pun hadir. Mekanismenya siapa yang paling banyak membaca dan memberikan review di bulan itu, dialah pemenangnya. Tentu saja kualitas review buku juga diperhatikan. Hadiahnya juga kami dapatkan dari sponsor tunggal yang akan memberikan hadiah pada pemenang setiap bulannya.

Selama ini saya menjadi admin bersama beberapa teman yang lain seperti Founder OWOB yaitu Lintang dan admin instagram yang setiap hari bertugas memilih satu review untuk direpost, yaitu Mbak Reni, Ajoy, Mbak Dini (sekarang sudah bukan admin lagi), Kak Uta, Dea (sekarang juga sudah bukan admin lagi, hehe Miss you Dea), ditambah dua orang lagi saat ini yaitu Kak Tri dan Kak Vy. Sejauh ini saya senang bisa bekerjasama bareng mereka. Ghibah buku bersama, serta saling memberikan support saat yang lain sedang tidak bersemangat. Tidak kalah serunya saat rapat menentukan program, mendadak grup bakalan ramai dari pagi hingga petang.

Pasang surut komunitas ini sudah saya lalui dengan berbagai macam masalah dan kejadian. Masalah dan kejadian tersebut lebih mendewasakan dan memberikan saya  social skill yang mungkin tidak saya dapatkan di bangku pendidikan formal. Komunitas yang lebih mengakrabkan saya dengan buku. Komunitas yang selama ini saya cari dan sedikit demi sedikit merubah gaya hidup saya yang semula negatif menjadi produktif. Memang benar ya kata pepatah, untuk menjadi baik butuh teman untuk saling menopang. Itulah fungsi sebuah komunitas. Saling memberikan semangat dan support sehingga kita akan tetap pada jalur kebaikan yang tepat.

Saat meet up bersama dua admin OWOB dan beberapa member OWOB di TIM, Jakarta.

Disini kamu tidak akan bosan. Karena selain diskusi soal buku, OWOB juga memberikan banyak jaringan pertemanan untuk saling bertukar informasi perihal literasi. Sampai sekarang OWOB sudah memiliki pengikut lebih dari sepuluh ribu akun. Angka yang luar biasa dalam waktu lebih dari satu tahun ini. Semoga OWOB terus menyebarkan semangat membacanya untuk semua orang. Mulai dari balita hingga manula, mulai dari Aceh sampai Papua (minjem kata-katanya Om Squ).

Terimakasih OWOB, berkatmu saya bisa kembali menemukan diri sendiri. Berkatmu saya punya teman setia seumur hidup yang paling dipercaya, buku. Berkatmu juga saya bisa mengenal pribadi-pribadi hebat tak kenal lelah dibalik berjalannya program One Week One Book. Lintang, Mbak Reni, Ajoy, Mbak Dini, Kak Uta, Dea, Kak Tri dan Kak Vy. Terus berikan energi positif ya!

Buat kamu yang ingin waktunya produktif dan selalu mendapat suntikan semangat literasi silakan bergabung bersama kami di instagram https://www.instagram.com/gerakan_1week1book/

Atau kamu bisa mampir ke blog kami disini :

https://gerakan1week1book.wordpress.com/

Boleh baca ini juga untuk mengetahui bagaimana komunitas kami bergerak (PS. di dalamnya ada foto kegiatan kami saat workshop bareng IDNTimes lho!) :

https://www.idntimes.com/life/inspiration/stella/gerakan-one-week-one-book-ajak-semua-orang-punya-kesadaran-baca-buku/full

Kami tunggu kalian untuk bergabung ya! 🙂