Soal waspada diabetes mellitus 2 ini saya sudah ngeh sejak Ayah saya harus mengonsumsi insulin setiap hari sih. Dulu belum aware banget soal ini dan terkesan bodo amat kali ya. Mungkin karena saya belum mendapatkan informasi lengkap seperti sekarang akhirnya pola makan dan gaya hidup tidak sehat dibiarkan begitu saja.

Sampai akhirnya saat Ayah saya terkena serangan jantung dan harus menjalani operasi pemasangan ring atau yang biasa disebut kateterisasi. Dari situlah kemudian saya baru memahami kenyataan bahwa Ayah berasal dari “keluarga” yang memang sudah membawa “penyakit gula” atau diabetes mellitus ini.

Dulu, Kakek dan Nenek dari Ayah saya juga menderita Diabetes Mellitus. Jadi tidak heran kalau Ayah juga mengalami hal yang sama meskipun sebenarnya gaya hidupnya juga sehat-sehat aja sih. Tapi yang namanya penyakit ya kan, pasti ada pemicu yang kita tidak ketahui.

Bisa jadi “gula” tersebut memang penumpukan dari 10 atau bahkan 15 tahun yang lalu. So, mumpung masih muda, mumpung penyakit belum berdatangan terutama Diabetes Mellitus yang dapat memicu penyakit-penyakit lainnya, lebih baik melakukan tindakan preventifnya dari sekarang bukan?

Waspada Diabetes Mellitus, Cegah dengan Cara Ini Yuk!

pencegahan diabetes mellitus 2

Sebelum terlambat, sebelum kita terpaksa harus berobat “seumur hidup” dengan insulin, ada baiknya teman-teman melakukan pencegahan agar tidak sampai terkena diabetes mellitus dengan cara-cara sebagai berikut :

1. Mulai Mengonsumsi Makanan yang Sehat

Menerapkan pola hidup sehat, terutama makanan memang sangat susah. Apalagi kalau sejak kecil kita sudah “terbiasa” dengan makan makanan yang tidak sehat. Huhu.. beruntungnya saya terbiasa makan makanan rumahan yang dibuat sendiri oleh Ibu. Namun makin dewasa, bisa beli ini itu, rasanya makanan yang saya makan jadi tidak sehat.

Oleh karena itu teman-teman perlu nih membuat jadwal untuk makan dan camilan sehat yang teratur. Makan makanan dengan porsi yang tidak berlebihan. Kalau saya sih berusaha untuk mengurangi porsi (karena selama ini makan saya banyak banget).

Selain itu juga mulai membiasakan dengan mengonsumsi makanan dengan tinggi serat dan menghindari konsumsi makanan olahan, makanan yang mengandung tepung, camilan manis dan juga permen.

2. Berolahraga Secara Teratur

Selain mengatur pola makan sehat yang juga sulit jika tidak dibiasakan, olahraga rutin menjadi salah satu hal sulit jika tidak kita paksa untuk rutinkan. Orang bilang, harus dipaksa agar jadi terbiasa.

Karena olahraga secara rutin ini juga dapat membantu memaksimalkan metabolisme tubuh. Apalagi untuk orang-orang yang pekerjaannya lebih banyak duduk, tidak banyak melibatkan aktivitas fisik.

Beberapa latihan fisik yang bisa dilakukan seperti aerobik, latihan ketahanan dan sering meluangkan waktu untuk berdiri, berjalan atau aktivitas ringan setiap hari, minimal 30 menit lah ya. 

Percaya atau tidak, saya mulai rutin untuk berjalan kaki atau berlari 30 menit setiap hari selama dua minggu belakangan ini. Memang benar, badan jadi lebih segar, keluhan sakit kepala sudah tidak pernah datang lagi, dan tentu saja makan apapun jadi lebih lahap (tapi tetap kontrol makanan yang masuk yaa, hehehe).

3. Pantau Kadar Gula Secara Berkala

Sebenarnya ungkapan “takut periksa jadi ketahuan penyakitnya” ini sering banget saya dengar baik dari teman-teman maupun orangtua di sekitar saya. Oleh karena itu kesadaran untuk “memantau” tubuh kita sendiri sebenarnya harus selalu dilakukan. Jika tidak, kita tidak akan bisa mengontrol diri lho.

Kalau tahu kadar gula dalam darah sekian, kita bisa tahu apa yang harus ditingkatkan atau apa yang harus dilakukan segera.

Apalagi sekarang cek kadar gula dalam darah bisa dilakukan di puskesmas, klinik terdekat atau bahkan di apotek terpercaya ya, tidak perlu ke rumah sakit. Jadi sebenarnya prosesnya lebih cepat dan ngga ribet.

Kenapa sih harus dipantau? Karena memang kebanyakan penderita diabetes tidak menyadari keberadaan penyakit ini guys sebelum akhirnya muncul gejala-gejala yang akhirnya mengharuskan kita untuk suntik insulin sebagai pertolongan terakhir.

Gejala seperti apa?

Gejala Diabetes Mellitus yang Harus Diwaspadai

gejala diabetes mellitus 2

Melansir dari laman RS EMC di emc.id disebutkan gejala diabetes mellitus yang perlu diwaspadai sebagai berikut :

  • Peningkatan frekuensi buang air kecil terutama pada malam hari.
  • Merasa haus terus menerus.
  • Merasa sangat lelah.
  • Sering merasa lapar.
  • Tiba-tiba mengalami penurunan berat badan.
  • Mengalami rasa gatal di sekitar kelamin.
  • Sering mengalami sariawan.
  • Adanya luka-luka yang sulit disembuhkan.
  • Penglihatan kabur.
  • Mudah terserang infeksi.
  • Nyeri atau mati rasa pada bagian kaki dan tangan.
  • Sering kesemutan.

Selain gejala tersebut di atas, terdapat pula komplikasi yang dapat dialami oleh penderita diabetes tipe 2 yang meliputi penyakit jantung, luka diabetik, hingga penyakit alzheimer.

Jadi, ada baiknya menerapkan tindakan pencegahan bukan sebelum terjadi gejala-gejala seperti di atas? Mengubah pola hidup dengan yang lebih sehat tidak ada ruginya kok. 

Namun jika di antara teman-teman atau kerabat terdekat mengalami gejala-gejala seperti di atas, segera periksakanlah ke dokter terdekat agar dapat ditangani lebih lanjut. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai diabetes tipe 2, teman-teman dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis penyakit dalam atau dokter ahli Endokrin Metabolik dan Diabetes yakni salah satunya dr. Roi P. Sibarani, SpPD-KEMD, FES di RS EMC Sentul.

Tim dokter dan perawat dari EMC HealthCare siap membantu masalah yang teman-teman hadapi untuk mendapatkan penanganan terbaik yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Percayakan perawatan teman-teman di Rumah Sakit EMC yuk!

RS EMC Healthcare

Kesehatan kita yang tak ternilai harganya ini harus dijaga baik-baik, jangan sampai sudah terlambat lalu menyisakan penyesalan tak berkesudahan.

Semoga artikel ini bermanfaat ya, dan selalu jaga kesehatan teman-teman!