Will You Be There adalah salah satu novel yang beberapa waktu lalu saya dapatkan dari Penerbit Spring. Masih satu rumpun dengan Penerbit Haru. Sudah pada tahu ya Penerbit Haru? Spesialis penerbitan buku-buku dari Korea Selatan dan Jepang. Jika teman bloger sudah pernah membaca I Want to Die but I Want To Eat Tteokpokki, buku pengembangan diri yang sempat booming di tahun 2019-2020 lalu, tentu sudah tidak asing lagi dengan penerbitan satu ini.

Will You Be There, Persembahan Guillaume Musso

Will You Be There kini hadir dalam Bahasa Indonesia. Diterjemahkan oleh Penerbit Spring dengan sangat baik dan mudah dipahami. Saya sendiri sangat jarang punya keinginan untuk membaca novel romance, namun kali ini saya diluluhkan oleh tulisan dari Guillaume Musso. Beliau adalah seorang pengajar ekonomi yang sangat menyukai sastra dan mulai menulis ketika dia menjadi mahasiswa.

Kesuksesan besar novel-novelnya seperti Et Apres … (XO, 2004), Sauve-Moi (XO, 2005) dan Seras-Tu La? (XO, 2006) yang sudah diterjemahkan ke dalam lebih dari dua puluh bahasa, membuatnya menjadi salah satu penulis Prancis Favorit para pembaca. Dua novelnya pun sedang diadaptasi menjadi film. Sedangkan novel-novelnya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia antara lain :

  1. The Girl On Papper
  2. Call From an Angel
  3. Central Park

Will You Be There yang secara garis besar mengisahkan tentang perjalanan waktu seorang dokter ahli bedah ke masa lalunya ini tidak terlepas dari sebuah teori kosmologi dalam perjalanan waktu The Grandfather Paradoks yang diambil oleh Guillaume dari buku Le Voyageur Imprudent karya Rene Barjavel. Perjalanan waktu yang menurut kita, adalah hal yang mustahil terjadi. Begitu pula yang dipikirkan Elliot, tokoh utama dalam novel ini.

Elliot dikisahkan sebagai seorang lelaki yang memiliki hati yang lembut, namun keinginannya sangat kuat. Apapun yang diinginkannya, sebisa mungkin akan diperjuangkan. Elliot juga seorang pekerja keras dan biasa disebut oleh teman-teman sejawatnya sebagai Hands of God. Sebab lewat tangannya, keajaiban Tuhan terjadi. Banyak pasien yang sembuh melalui perantara tangan Elliot. Sebagai ahli bedah yang disibukkan oleh pasiennya di rumah sakit, tentu saja Elliot tak pernah percaya dengan konsep perjalanan waktu, sekalipun itu adalah konsep The Grandfather Paradoks yang banyak diperbincangkan oleh ahli fisika.

Tokoh lainnya yaitu Ilena, pacar Elliot yang usianya terpaut satu tahun lebih muda darinya. Ilena seorang dokter hewan di sebuah lembaga konservasi binatang laut. Ilena juga seorang pekerja keras dan sangat mencintai Elliot. Keduanya menjalin hubungan Long Distance Relationship dan tenggelam dalam kesibukan pekerjaan masing-masing. Namun cinta mereka saling menguatkan. Bagaimana latar belakang mereka jatuh cinta dan saling menguatkan meski sudah sepuluh tahun menjalin hubungan, teman bloger bisa membaca kisah lengkapnya dalam buku ini.

will you be there

Perjalanan Waktu Elliot dalam Will You Be There

Pada suatu hari, masa depan akan menjadi masa lalu. Itulah saat kau memandang ke belakang dan melihat masa mudamu – Louis Aragon

Jika kita diberi kesempatan untuk kembali ke masa lalu, apa yang akan kita ubah dalam hidup kita? Kalau boleh memilih, saya pasti akan mengisi waktu yang telah terbuang sia-sia itu dengan banyak belajar. Belajar bisnis, belajar menulis, dan hal-hal positif lainnya.

Dalam novel ini dikisahkan tiga puluh tahun lalu, Elliot kehilangan Ilena. Hingga penyesalan selalu merongrongnya selama tiga puluh tahun terakhir kehidupannya. Bahkan ketika Elliot sudah memiliki anak perempuan yang cantik, tumbuh sehat, dan juga baik hatinya. Ketika Elliot sudah menjadi ahli bedah terkenal pada usianya yang ke 60 tahun.

Lalu pada suatu hari, Elliot mendapatkan kesempatan untuk kembali ke masa lalu, saat Ilena masih hidup. Kesempatan yang ia dapatkan dari seorang laki-laki yang telah ditolongnya di Kamboja, tempat bertugasnya sebagai volunteer kemanusiaan. Elliot diberi sepuluh pil ramuan agar ia bisa kembali masa lalu. Meski durasinya hanya beberapa menit, Elliot merasa itu cukup agar bisa melihat lagi wanita yang dicintainya itu.

Elliot yang berusia 60 tahun menggunakannya beberapa kali untuk bertemu dengan dirinya di usia 30 tahun. Pertemuan pertama, kedua dan ketiga tidak membawa dampak apa-apa sebenarnya. Karena Elliot memang hanya ingin menjumpai Ilena saja, cukup. Namun ternyata perjumpaannya bersama dengan Ilena di masa lalu, saat ia tahu seluruh masa depan dirinya dan juga Ilena, membuat Elliot melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya, sahabatnya serta Ilena. Takdir yang membawa dirinya hingga ia bisa memiliki Angie, anak perempuannya di masa depan, tidak juga membawa Elliot pada kehidupan yang damai.

Ia merasa ada sesuatu yang kurang. Ada sesuatu yang harus diselesaikannya dengan Ilena di masa lalu.

Pertemuan demi pertemuan yang dilakukan oleh Elliot di usianya yang 60 tahun itu dalam perjalanannya mengubah jalan hidup dirinya sendiri di usianya yang 30 tahun. Elliot muda menyetujui tawaran Elliot 60 tahun bahwa ia boleh menyelematkan Ilena, namun Elliot muda harus berjanji untuk meninggalkan Ilena untuk selamanya. Berpura-pura tak ada yang pernah terjadi diantara mereka. Maka dengan begitu Ilena akan selamat, tetap hidup, meskipun terpisah dari lelaki yang dicintainya.

Bagaimanapun misi Elliot 60 tahun untuk melihat wanita yang dicintainya sekali lagi ternyata sudah bergeser pada keinginannya yang lebih, yaitu menyelamatkan nyawa Ilena. Namun ia tak ingin mengubah jalan hidup yang sudah terjadi. Maka terjadilan perjanjian itu dengan Elliot 30 tahun. Apakah mereka berdua berhasil menyelamatkan Ilena? Akankah takdir Ilena berubah dan bisa menjalani hari-harinya hingga tua dengan bahagia? Mampukah Elliot muda meninggalkan Ilena?

Pelajaran Soal Tidur Paradoks dalam Will You Be There

Semua yang harus terjadi akan terjadi. Apapun upayamu untuk menghindarinya. Semua yang tidak seharusnya terjadi, tidak akan terjadi. Apapun upayamu untuk mendapatkannya. -Ramana Maharshi

Sebelum mempercayai bagaimana Elliot bisa kembali ke masa lalu hanya dengan pil yang diberikan oleh seorang lelaki di Kamboja, Elliot sempat sangsi. Apakah dirinya benar-benar waras? Apakah perjalanan waktu yang dialaminya itu hanya mimpi?

Elliot berusaha mencari fakta ilmiah, bisakah manusia kembali ke masa lalu? Melalui pencarian itulah saya ikut belajar bersama Elliot dari buku Will You Be There ini tentang sebuah konsep tidur paradoks sehingga menghasilkan mimpi yang seolah nyata terjadi. Padahal itu hanya terjadi di kepala kita.

Tidur terdiri dari berbagai fase yang terjadi berturut-turut dan diulang sepanjang malam. Tidur yang ringan berkaitan dengan fase-fase Gelombang Lambat. Sementara tidur yang nyenyak berhubungan dengan fase-fase tidur paradoks.

Ekspresi itu mengacu pada fase tidur ketika aktivitas otak paling kuat sementara tubuh dalam kondisi lemah total dengan relaksasi semua otot, dari leher ke kaki. Selama hidup, kita melewatkan rata-rata 25 tahun untuk tidur dan 10 tahun untuk bermimpi. Itu mencakup antara 100.000 hingga 500.000 mimpi. Jadi, kehidupan manusia dipenuhi ratusan ribu mimpi. Hal ini sangat menarik sekaligus mengkhawatirkan bagi Elliot.

Periode Tidur Paradoks terjadi setiap sekitar sembilan puluh menit dan berlangsung selama seperempat jam. Selama fase inilah muncul mimpi-mimpi yang lebih kompleks. Jadi, beginilah cara kerja pil yang diminum Elliot; Selama periode aktivitas otak itu, bahan yang terkandung dalam pil membuatnya kembali ke masa lalu. Semua itu terasa mustahil memang, karena yang dialami Elliot bukanlah mimpi.

Dari banyak sisi, mimpi tetaplah menjadi sebuah teka-teki. Seperti semua aktivitas tubuh atau otak yang terprogram, mimpi pasti memiliki fungsi, memiliki tujuan. Namun belum ada yang bisa menjawab pertanyaan tentang mimpi itu secara ilmiah. Sains tidak banyak menjelaskan tentang mengapa kita bermimpi?

Mengubah Masa Depan Menantang Takdir

Sebuah pelajaran yang bisa diambil dari kisah dalam Novel Will You Be There ini adalah jangan pernah menantang takdir. Teringat sebuah kajian yang pernah saya ikuti, dan dalam forum tersebut sedang membahas persoalan mengenai takdir. Karena bagaimanapun keadaannya, kita adalah kaum manusia yang lemah. Tidak punya kuasa atas hal-hal ghaib, termasuk apa yang terjadi di masa depan.

Melalui bab demi bab dalam novel ini saya menyadari pentingnya sebuah iman dalam diri. Menerima takdir seburuk apapun itu adalah sebuah bentuk perdamaian dengan diri sendiri juga keadaan. Karena bagaimanapun kondisinya kita sebagai manusia tidak akan pernah menang melawan takdir. Siapapun yang berusaha untuk menantangnya, dapat dipastikan ia akan babak belur. Hancur karena dirinya sendiri.

Will You Be There, oleh Guillaume Musso
Penerjemah : Yudith Listriandi
Diterbitkan Pertama Kali oleh Penerbit Spring
Cetakan Pertama November 2020, 380 halaman
4/5

Teman-teman juga bisa membaca dan juga mendengarkan audiobook di Storytel lho!