Storytel menjadi salah satu kawan baru saya akhir-akhir ini ketika menghabiskan waktu bersama si Caca. Bocah tiga tahun yang sudah mulai ketagihan dibacakan buku. Tapi kan saya capek banget ya kalau harus bacakan dia buku sampai berjam-jam. Ya, si Caca ini tidak bisa terima jika hanya dibacakan satu buku. Ia akan meminta lagi dan lagi meski buku tersebut sudah saya bacakan berulang-ulang.

Antara senang dan sedih sih. Sedih karena saya ngga bisa istirahat ketika capek banget karena pekerjaan kantor maupun rumah tangga. Kadang saya hanya bisa bertahan membacakannya dua buku bergambar favoritnya. Selebihnya dengan sangat menyesal saya memberi pengertian padanya bahwa saya sedang lelah. Si Caca bisa sih menerima semua itu, namun dalam hati saya juga merasa bersalah. Senang karena anak saya suka membaca.

storytel

Beruntung banget kami bisa berkenalan dengan Storytel, audiobook Indonesia yang menjadi kawan baru bagi Caca dan saya. Kebayang kan gimana tertolongnya saya dengan adanya AudioBook Indonesia dengan koleksi buku best seller dan juga buku anak-anak yang lengkap dan menarik? Yuk ikuti bagaimana pengalaman saya menggunakan Storytel ini bersama Caca. Siapa tahu teman-teman Bibliophile juga kepincut dengan aplikasi audiobook yang satu ini.

Pengalaman Berharga Anak di Masa Golden Age Bersama Storytel

Sebagai pelahap buku alias Bibliophile saya mewajibkan untuk diri sendiri agar menyisihkan pendapatan tiap bulannya untuk membeli buku satu saja. Karena sesuai dengan target pribadi juga, setidaknya ada satu buku yang harus saya khatamkan dalam satu bulan. Jika lebih, itu jadi bonus dan saya “bolehkan” diri sendiri untuk belanja buku lagi.

Sejak punya anak, saya pun memberlakukan hal yang sama. Si Caca setidaknya juga membeli satu buku dalam satu bulan (saya sisihkan dari tabungannya juga). Oleh karena itu tak heran, kecintaannya terhadap buku menjadi hal yang saya syukuri karena hobi positif yang saya tanamkan sejak ia masih bayi cukup berhasil. Meskipun belum bisa dikatakan berhasil sepenuhnya karena usianya masih tiga tahun.

Adanya , aplikasi audiobook yang baru saya kenal ini menjadi instrumen yang sangat saya nantikan ketika Si Caca belum bisa membaca. Seperti yang telah saya sebutkan di atas, Si Caca tak pernah puas hanya dengan satu buku, ia pasti meminta dibacakan banyak buku ketika sangat suka dengan buku tersebut.

Mengapa Memilih Audiobook Storytel? 

Adanya Aplikasi Audiobook ini menjadi penolong bagi saya sekaligus menjadi pengalaman baru yang sangat berharga bagi Caca. Ia tetap bisa mendengarkan kisah yang dia inginkan, diputar berulang-ulang pun tak masalah. Si Caca juga bisa mendengarkan kisah yang dibacakan oleh banyak dubber yang suaranya sungguh mengagumkan. Kemampuan membacakan ceritanya juga sangat menghibur dan membangkitkan daya imajinasi kami.

audiobook indonesia

1. Meningkatkan Daya Imajinasi pada Anak

Si Caca perlahan mendengarkan dengan seksama, meskipun di beberapa bagian ia terlihat bosan (itu wajar juga ya, karena seusia Caca hanya bisa berkonsentrasi paling lama 30 menit dengan aktivitasnya). Namun Si Caca ini mampu menceritakan kembali apa yang baru saja ia dengar. Ini bukti pengalamannya bersama Storytel dengan cerita-cerita menakjubkan di dalamnya sungguh sangat berharga karena ia mampu berimajinasi sesuai dengan umurnya.

2. Memperbanyak Kosakata Untuk Anak 

Selain mengasah daya imajinasi anak, memperdengarkan audiobook pada anak juga dapat menambah kosakatanya. Berbeda dengan layar Youtube yang dapat menyebabkan gangguan konsentrasi pada anak, audiobook justru membantu anak-anak kita untuk menambah kosakatanya, serta memberikan anak-anak pengalaman perjalanan tak terlupakan melalui imajinasi mereka masing-masing.

Selain itu, anak-anak yang hidup di zaman serba digital ini bisa mengurangi interaksinya dengan layar karena sudah ada Audiobook yang menemani mereka. Entah sambil bermain,

3. Anak Dapat Belajar Memahami dengan Baik Sebuah Alur Cerita

Ketika Caca mampu menceritakan Kisah Bambi yang menelusuri hutan. Saya kemudian dapat mengambil pelajaran bahwa, read aloud atau membacakan cerita pada anak juga dapat mengasah memorinya dan belajar kemampuan berbahasa dengan memahami sebuah alur cerita untuk kemudian diceritakan kembali. Ini menjadi salah satu instrumen untuk mengasah literasi pada anak lho. Keren banget lah. 

4. Ratusan Ribu Koleksi Buku dengan Berbagai Genre

Tidak hanya ribuan lho. Storytel punya lebih dari 150.000 judul, mulai dari buku bestseller lokal sampai internasional, ada banyak cerita hebat yang menunggu kita. Jadi ngga usah takut kehabisan bahan bacaan. Ada ratusan ribu yang menunggu kita untuk dibaca dan didengarkan. Semua bisa diakses dimana saja dan kapan saja.

Jika membutuhkan cerita anak, kita bisa memilih buku yang seru untuk si kecilPerlu. Bahkan jika kita adalah tipe pembaca yang suka dengan tantangan, coba saja mendengarkan genre yang belum pernah kita jelajahi. Bebas sesuai yang kita mau lho!

5. Harga Terjangkau

Harga promo Rp 39.000 setiap bulannya dan kita sudah bisa menikmati buku best seller kesukaan lho. Yuk tunggu apalagi segera download Aplikasi Storytel untuk Android atau Aplikasi Storytel untuk iOS.

Tak punya kuota untuk membaca atau mendengarkan? Tenang, teman-teman bisa download bukunya secara offline kok.

6. Narator Berkualitas

Mulai dari narator berpengalaman hingga public figure ternama yang dapat membawakan cerita dan imajinasi kita lebih jauh lagi ada di Storytel. Aplikasi Audiobook ini ngerti banget bagaimana cara memanjakan telinga pendengar hehe.. Saya sudah mencobanya, teman-teman kapan nih?

rekomendasi buku

Cara Baru Menikmati Buku Bersama Storytel

Banyak orang yang sebenarnya suka membaca buku, tapi mungkin tidak ada waktu untuk itu. Bisa saja waktunya dihabiskan untuk perjalanan dari kantor ke rumah yang bisa memakan waktu satu hingga dua jam misalnya. Atau sebenarnya ia suka membaca buku, namun pekerjaan rumah yang tak habis-habis membuatnya terpaksa merelakan waktu-waktu berharganya yang semula biasa digunakan untuk membaca buku jadi teralihkan untuk pekerjaan lain. Seperti saya misalnya.

Seharian ngurus anak, pekerjaan kantor, sampai membereskan blog, praktis waktu membaca saya juga jauh berkurang dibanding dulu ketika belum memiliki anak. Saya paham juga sih hal tersebut juga tidak semestinya digunakan sebagai alasan untuk tidak membaca buku.

Namun yang terjadi, boro-boro bisa habis membaca Hunger Games atau Sapiens yang terkenal itu, bisa menuntaskan novel romance Divortiare yang banyak didominasi oleh percakapan saja saya sudah bersyukur hehe.. Ketika ada waktu, kadang saya memilih membacakan buku untuk anak atau kadang saya gunakan untuk tidur. Jadi waktu saya untuk membaca buku berkurang banget huhu..

Adanya aplikasi Audiobook ini tentu menolong saya. Menuntaskan daftar wishlist rekomendasi buku dari teman-teman, novel fiksi yang juga banyak diperbincangkan di klub buku yang saya ikuti, buku best seller yang sampai sekarang belum sempat terjamah sampulnya, dan genre-genre fantasi seperti Game of Thrones, Hunger Games, hingga novel ringan semacam Dilan, Selamat Tinggal, dan Negeri Lima Menara. Atau novel thriller karya Greg Bear berjudul Mariposa? Bukan Mariposa yang diperankan Zara mantan penyanyi JKT48 ya, hehe..

Jadi say goodbye lah sama ketinggalan “berita” di klub buku yang sedang saya ikuti. Cara baru baca buku online ini juga digadang-gadang menjadi salah satu upaya untuk mengurangi penebangan pohon sebagai bahan baku produksi kertas. Meskipun membaca buku fisik belum ada tandingannya bagi saya, namun baca buku online atau audiobook seperti ini menjadi terobosan baru bagi siapa saja yang ingin menghemat waktu ketika ingin membaca buku.

Fitur Pendukung Audiobook Storytel

Selain itu adanya fitur-fitur pendukung yang ada di dalam aplikasi Storytel ini juga membantu kita jadi “pelahap buku” sejati. hehe.. Beberapa fitur pendukung yang bisa kita manfaatkan sebagai pengguna Storytel yakni :

  • Bookshelf : Fitur ini laksana rak buku yang menjadi tempat “koleksi buku” kita berada. Buku apapun yang sudah kita masukkan ke dalam daftar favorit, bisa diakses kapan saja dan dimana saja melalui Bookshelf ini.
  • Search : Temukan buku kesayangan, buku best seller atau novel fiksi yang sedang trend dan menjadi incaranmu di sini.
  • Alihkan ke Mode anak : untuk fitur ini kita bisa lho mempercayakan gadget pada anak dengan mengalihkannya pada mode anak, sehingga buku-buku yang terfilter oleh sistem akan otomatis dialihkan ke buku-buku anak saja. Mode anak juga dilengkapi dengan password.
  • Mode baca untuk beberapa judul buku tertentu jika kita sedang ingin “membaca” saja tanpa mendengarkan audionya.
  • Atur kecepatan baca narator jika teman-teman merasa terlalu cepat atau terlalu lambat.
  • Listening : Ketika teman-teman memutuskan untuk membaca sebuah buku melalui aplikasi audiobook ini, kita juga bisa lho menggunakan tombol listening untuk mendengarkan kisah yang dibacakan dari buku tersebut. Jadi tidak hanya sebagai aplikasi baca buku online, tapi juga sebagai audiobook yang bisa kita manfaatkan dimana saja dan kapan saja.
  • Listening Goal : di sini juga kita juga bisa punya target membaca dan juga mendengarkan lho. Sebagai orang yang selalu penuh dengan target, ini sangat membantu saya untuk evaluasi diri. Tahun ini sudah mencapai target baca buku belum? Apa sebabnya? Semacam itulah.

aplikasi audiobook

Kangen ngga sih bisa dengerin kisah yang dibacakan dari buku kesayangan? Berasa kembali ke zaman radio ya, zaman sekarang mana ada 🙂 Untung ada Storytel.

Beberapa buku yang saya coba dengarkan melalui audiobook ini diantaranya adalah Bambi (dan akhirnya menjadi favorit si Caca), Dunia Sophie yang saya dengarkan ulang dengan dubber sang idola, Dhian Sastrowardoyo. Lalu ada juga Harry Potter Audiobook, serta Sapiens yang dulu sempat saya tinggalkan karena butuh waktu lama banget bacanya hehe..

Selain buku-buku di atas, teman-teman juga bisa lho ikut mendengarkan Harry Potter Audiobook berbahasa Inggris yang tentu saja lebih seru ketimbang membacanya sendiri. Ada juga novel fantasi seperti Game of Thrones dan juga Hunger Games. Buku-buku nonfiksi yang paling dicari semacam Sapiens, Why We Sleep-nya Matthew Walker, dan yang semisal juga tersedia di Storytel.

Bahkan buku ringan penuh romansa seperti Dilan yang juga sudah difilmkan dengan akting yang memukau dari Iqbal juga bisa kita nikmati di sini. Tak hanya itu, romantisme dari Ika Natassa berjudul Divortiare, dan juga judul buku Selamat Tinggal dan juga Negeri Lima Menara juga bisa kita baca dan dengarkan kisahnya melalui audiobook Storytel.

Jangan sampai deh teman-teman pencinta buku melewatkan aplikasi baca buku online sekaligus audiobook Storytel ini. Masa iya mau ketinggalan serunya membaca buku sekaligus bisa mendengarkan dubber kesayangan kita lewat aplikasi Audiobook Storytel? Jangan dong. Yuk segera download dan boleh juga lho bagikan keseruan teman-teman ketika menggunakan aplikasi Storytel di kolom komentar. Kita rumpi bareng soal buku dan manfaatkan waktu berharga bersama sang anak bersama Storytel 🙂 Atau kasih rekomendasi buku dari teman-teman dong di kolom komentar.

Semoga artikel ini bermanfaat ya!

Referensi :

Storytel.com