Akhirnya Miiko 32 Rilis Juga!

Setelah penantian selama satu tahun, akhirnya yang ditunggu-tunggu rilis juga.

Hai, Miiko! sebagai pengganti Doraemon yang tak pernah lekang oleh waktu, tsaah~

Komik yang selalu kutunggu rilisnya setiap tahun. Dulunya mungkin beberapa bulan sekali, tapi entah mengapa semakin kesini rilisnya semakin butuh banyak waktu. Keceriaan anak kelas 6 SD ini (iya, sekarang Miiko sudah kelas 6 SD lho, bukan lagi kelas 4 yang ngga pernah tamat SD) membuat hari saya berwarna lagi. Bagaimana tidak? Bab pertama saja sudah membuatku tertawa sampai tersedak. Bahkan ketika  dibaca kembali kelucuan itu masih saja fresh. Hari itu, meskipun badan lelah karena pekerjaan seharian, baca Miiko pun jadi lebih bahagia, tidur pun nyenyak.

Rasanya tidak berlebihan sih mengatakan ini. Memang begitulah adanya. Seperti karakter tokoh utama, Yamada Miiko, komiknya pun selalu membawa kebahagiaan bagi orang-orang yang ada di sekitarnya.

Miiko semakin dewasa sekarang. Begitu juga dengan Tappei, lelaki yang selalu menarik perhatian saya sebagai pembaca. Seperti biasa, kisah cinta monyet yang malu-malu dan khas anak-anak itu justru membuat saya senyam-senyum sendiri. Ikut berbunga-bunga ketika Tappei dan Miiko jadi panitia jerit malam. Keduanya kompak dan sukses membuat Tanimura Miho (gadis yang menyukai Tappei sejak lama) dan Yoshida Ikuya (bocah yang juga sangat menyukai Miiko sejak awal mereka bertemu) gagal menyatakan perasaan mereka.

Bahkan ketika Yoshida memberi tiket pada Miiko untuk pergi berice skeating bersama, Miiko malah mengajak teman-temannya untuk turut bergabung. Seperti biasa. Lagi-lagi Yoshida gagal berduaan dengan Miiko.

Miiko tidak hanya menghadirkan kisah-kisah persahabatannya dengan Mari Chan dan Yukko, tapi juga perkembangan keluarga Yamada. Selalu ada hal baru yang disuguhkan oleh Bu Ono Eriko meskipun hanya seputar persahabatan, keluarga, dan sedikit cinta monyet.

Saya tak pernah bosan membaca kisah Miiko. Ekspresi yang digambarkan Bu Ono begitu nyata dan tulus. Penantian panjang untuk bisa mengoleksi komiknya satu demi satu rasanya terbayarkan.

Kira-kira ada perkembangan tidak ya hubungan antara Miiko dan Tappei? Apakah mereka masih saja gengsi untuk mengakui bahwa keduanya saling peduli? Bagaimana dengan Miho? Masihkah ia tidak menyerah untuk memberi Tappei coklat di hari Valentine? Berhasilkah Yoshida menyatakan perasaannya pada Miiko di hari terakhir mereka berdarmawisata?

Baca saja yuk!

Leave a Reply