Gimana deh? Nekat aja apa? Kalau ngga selesai ya udah, kita stop, yang penting nyicil bikin dulu sebelum semuanya pada naik, apalagi bentar lagi Isya udah masuk TK, trus SD.

Saya meyakinkan suami untuk “berani” mengambil risiko agar untuk urusan rumah tidak tertunda-tunda lagi. Sebidang tanah sudah kami kantongi, tinggal bangun rumahnya aja. Setidaknya meskipun belum bisa jadi seindah rumah impian, kita masih punya tempat untuk berteduh dan beristirahat.

Habis berapa Mbak bikin rumah kayak gitu?

Cash apa ngga? 

Lebih hemat mana Mbak, beli rumah atau bangun rumah? 

Pertanyaan-pertanyaan tersebut kerap kali muncul dari kerabat, teman, hingga keluarga. Yang selalu saya jawab dengan: sebenarnya tergantung preferensi dan kebutuhan juga sih. 

beli rumah atau bikin rumah

Kalau memang kita mau praktis dan lebih cepat, beli rumah jadi bisa jadi pilihan yang tepat. Namun kalau memang kita ingin mendesain rumah sendiri, ngurusin bangunan beserta segala tetek bengeknya, dan ingin mendapatkan kualitas terbaik di bawah pengawasan kita sendiri, maka bikin rumah juga jadi pilihan yang tepat.

Namun apakah lebih hemat? Belum tentu juga beli rumah atau bikin rumah lebih hemat. Di antara kedua pilihan tersebut ada kelebihan dan kekurangan yang bisa menjadi pertimbangan bukan? 

Pengalaman Bikin Rumah Sendiri Pasca Pandemi

Karena kemarin saya bikin rumah sendiri, jadi dalam artikel ini lebih banyak membahas tentang perjalanan bikin rumah sendiri ya. Jadi untuk ukuran rumah 13mx6,5m dengan pondasi bangunan 3 lantai, saya baru bisa menyelesaikan 2 lantai (itu pun lantai 2 belum kita bikinin atap, budget kurang Bun!).

Kalau ditanya habis berapa? Ya sekitar 250 juta sudah termasuk finishing cat anti bocor, pagar, jendela, pintu, sekaligus kusennya, hingga kitchen set sepanjang 3,5 meter dan juga 2 spring bed size Queen. Adapun yang lain-lain, kami masih jeda dulu, kumpulin duitnya dulu.

Karena rumah ini dibangun di atas tanah orang tua yang kami beli, jadi ada pinjaman lunak untuk urusan pelunasan tanah. Alhamdulillah-nya, tanah sudah kami lunasi setahun sebelum rumah ini dibangun. Jadilah kalau ditotal tanah dan biaya untuk bangun rumah itu sendiri, sekitar 400 juta (harga tanah dengan pinjaman lunak tanpa bunga wkwkw).

Namun jika dipikir-pikir, bisa mencapai 500 juta sendiri kalau pembelian normal. Tidak berbeda jauh dengan beli rumah jadi yang langsung bisa ditempati. Oleh karena itu saya katakan bahwa beli rumah baru atau bikin rumah dengan desain dan keinginan sendiri tergantung prioritas dan kebutuhan masing-masing 🙂

beli rumah atau bangun rumah

Yang terpenting sebelum bikin rumah maupun beli rumah, perhitungan soal keuangan yang kita miliki harus tepat dan jangan sampai menyisakan penyesalan di belakang. Kok bisa menyisakan penyesalan?

Iya, karena beberapa kasus ada yang memaksakan untuk bikin rumah sendiri namun tidak menggunakan RAB alias Rencana Anggaran Biaya. Sehingga anggaran membengkak, lalu berhutang kesana kemari sampai gaji yang diterima habis tak bersisa setiap bulannya.

Akhirnya untuk biaya kehidupan sehari-hari, jadi megap-megap dan sibuk mencari pekerjaan sampingan sana sini.

Itulah pentingnya perencanaan, hitung-hitungan harga properti yang akan kita beli di masa depan. Apakah mampu kita bayar selama 5 tahun? Apakah kita bisa melunasinya dalam rentang waktu tertentu?

Nah, masalahnya tidak semua orang punya ilmu untuk perhitungan soal properti seperti ini. Dalam artikel ini, saya juga merekomendasikan kalkulator properti untuk teman-teman yang mungkin ingin punya pandangan seberapa besar budget yang dibutuhkan untuk bikin rumah atau beli rumah.

Pentingnya Hitung-Hitungan Harga Properti di Masa Depan

Seperti yang sudah saya jelaskan di paragraf sebelumnya seberapa penting menghitung terlebih dahulu sebelum deal membeli rumah atau bikin rumah? Iya, sepenting itu.

Berikut yang harus teman-teman pikirkan sebelum beli rumah atau bikin rumah dilansir dari laman finansialku:

  1. Persiapkan uang muka rumah, kurang lebih 30%. Nah, teman-teman dapat menyiapkan uang muka pembelian rumah dengan berinvestasi. Salah satu jenis investasi yang memudahkan adalah reksa dana online, gunakan fitur auto debet investasi.
  2. Pastikan juga ada biaya-biaya tambahan, seperti bea balik nama, biaya notaris, biaya kpr, ppn dan lain sebagainya. Biasanya besaran biaya tambahan ini mencapai 5% – 10% dari harga rumah.
  3. Cicilan bulanan yang harus teman-teman bayarkan tidak boleh lebih dari 30% pendapatan.
  4. Rumah adalah kebutuhan pokok (NEEDS), tetapi rumah mewah adalah keinginan (WANTS). Prioritaskan terlebih dahulu kebutuhan Anda.
  5. Sebisa mungkin ambil KPR dengan rentang waktu 5 – 15 tahun. Terkadang kelamaan nyicil, malah menyebabkan kerugian.

Untuk mengira-ngira atau menghitung-hitung, kira-kira sanggup ngga ya saya nyicil? Kira-kira tahun depan harganya gimana naiknya? dan lain sebagainya, teman-teman bisa menggunakan kalkulator properti dari https://www.mortgagecalculator.uk/

kalkulator properti

Seperti ini contohnya: (meskipun kurs bukan dalam rupiah, nanti teman-teman bisa mengkonversikan sendiri dong yaa)

Salah satu yang bisa dimanfaatkan dari website ini untuk kita masyarakat Indonesia yang sering menggunakan KPR untuk membeli rumah adalah dengan menggunakan kalkulator hipotek lewat laman https://www.mortgagecalculator.uk/affordability/  agar bisa menentukan seberapa besar kemampuan kita untuk mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

menghitung KPR

Melalui perhitungan ini kita juga bisa mempertimbangkan pada akhirnya, mau beli rumah atau bangun rumah sendiri?

Semoga artikel ini bermanfaat ya dan selamat mencoba!