Essay

berisi semua tulisan random jeyjingga

Sebelumnya : Syariah yang Terkomersilkan (1) Seperti kata beberapa kawan bahwa tulisan ini memang bisa jadi pro atau kontra. Begitulah syariat. Ulama pun berbeda pendapat dalam hal syariat. Oleh karena itu tidak ada syariat tunggal berkaitan dengan urusan-urusan yang tidak bersifat pokok/ushul. Perbedaan adalah sebuah keniscayaan yang pasti terjadi pada persoalan-persoalan yang bersifat furu’ atau cabang. Oleh […]

Read More

Mulai dari urusan penampilan hingga kebutuhan sandang hingga papan labelisasi syariah akhir-akhir ini menjadi trend masyarakat Indonesia masa kini. Masyarakat Indonesia yang mayoritas memeluk agama Islam. Saya pernah punya pengalaman terkait dengan Labelisasi Syariah ini. Dulunya, sebelum syariah menjadi booming di masyarakat dan menjadi lifestyle tersendiri, saya sudah berpenampilan tertutup dan syari menurut sudut pandang […]

Read More

Part sebelumnya : Kekejaman Manusia dalam Revolusi (1)   Pada artikel sebelumnya, saya membahas tentang bagaimana perkembangan peradaban manusia memengaruhi lingkungan di sekitarnya, termasuk hewan dan tumbuhan. Kelompok-kelompok yang disebutkan dalam proses evolusi oleh Yuval Noah Harari ini diceritakan bukan berkembang ke arah yang lebih maju, tapi semakin mundur dan menyebabkan umur mereka pendek. Anatomi yang […]

Read More

Yuval Noah Hariri menuliskan bahwa salah satu di antara segelintir hukum besi sejarah adalah bahwa kemewahan cenderung menjadi kebutuhan dan melahirkan kewajiban-kewajiban baru. Begitu orang terbiasa terhadap satu kemewahan tertentu, mereka akan menerimanya sebagai suatu kewajaran. Lalu mereka mulai mengandalkannya. Akhirnya mereka mencapai satu titik dimana mereka tak bisa hidup tanpa kemewahan itu. Maka manusia […]

Read More

Bisnismu #KapanNaikKelas? Bertahun-tahun sebelum menjadi seorang pegawai di salah satu Instansi Negara, saya adalah pelaku bisnis yang moody. Tipikal moody ini menjadikan usaha yang pernah saya lakoni selama ini selalu berhenti di tengah jalan. Bisnis pertama yang saya jalani usai lulus kuliah adalah dengan berjualan kosmetik dan skin care. Itu pun saya tidak mengenal dengan […]

Read More

Masyarakat Indonesia memang memiliki budaya konsumtif yang amat besar. Tak heran jika Indonesia dijadikan target banyak perusahaan asing untuk menanamkan modalnya di negeri ini. Selain menjanjikan karena tingkat konsumerisme orang Indonesia cukup tinggi, juga karena jumlah penduduknya yang lebih dari 250 juta jiwa. Sebuah riset bertemakan “Economy SEA: Unlocking the $200 billion opportunity in Southeast […]

Read More

Martin Seligman, ahli psikologi dari University of Pennsylvania mengemukakan bahwa selama 30 atau 40 tahun terakhir ini, kita menyaksikan meningkatnya individualisme dan lenyapnya keyakinan yang lebih luas terhadap agama, serta terhadap dukungan masyarakat dan keluarga besar. Ini berarti menunjukkan hilangnya penopang seseorang dari kegagalan dan kekalahan.   Apapun sebabnya, depresi pada generasi muda merupakan masalah mendesak. Menurut […]

Read More

Seseorang pernah berkata, karya sastra ditujukan untuk seseorang dalam memahami pola pikir orang lain. Dengan membaca karya sastra, kita menjadi lebih mudah memahami sudut pandang orang yang berbeda dengan kita. Maka cukup adil jika kita lebih memahami bagaimana pola pikir orang yang tengah mengidap depresi lewat tulisan-tulisan mereka, lewat informasi yang bisa kita dapatkan dari […]

Read More

Isu sosial dan apa saja yang berhubungan dengan kesehatan mental selalu menarik untuk dibahas. Biasanya saya mendapatkan informasi mengenai hal-hal tersebut dari buku, baik fiksi maupun nonfiksi. Termasuk buku fiksi yang berjudul Egosentris ini. Bukan berarti saya sakit mental, namun lebih pada tindakan preventif jikalau seandainya saya berada dalam posisi mereka yang sedang tidak sehat. […]

Read More

Ketika ditanya apa yang melatarbelakangi seorang Syahid Muhammad menulis Novel Egosentris? Bang Iid menjawab, “jadi Egosentris ditulis berdasarkan keresahan banyak orang, termasuk saya. Karena rasanya kok sulit sekali cari buku yang isinya mengangkat isu sosial, terlebih pada kesehatan mental. Dalam Egosentris, saya menciptakan 3 tokoh utama yang ketiganya punya masalah masing-masing, setiap tokoh memiliki rahasia.” […]

Read More