Review Buku

sedikit cuplikan dan perasaan jeyjingga tentang sebuah buku

Sapiens pertama kali dipublikasikan di Israel dengan judul Kitzur Toldot Ha’enoshout di tahun 2011. Kemudian versi bahasa Inggrisnya diterbitkan pertama kali dengan judul Sapiens dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia pada tahun 2014. Dimana hak terjemahan bahasa Indonesia tersebut dipegang oleh KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) mulai dari cetakan pertama pada September 2017 hingga cetakan kedelapan […]

Read More

Part sebelumnya : I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki Pada pertengahan kisah dan treatmentnya bersama psikolog, Se Hee memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya. Ia merasa bosan dan tertekan karena rutinitas yang dijalaninya selama bekerja. Padahal tidak mudah mendapatkan pekerjaan sesuai dengan passion yang ia miliki. Distimia yang dialaminya terkadang mengalami perkembangan yang […]

Read More

Katanya mau mati, kenapa malah memikirkan jajanan kaki lima? Apa benar kau ingin mati? Perjalanan seorang distimia tentu tidak mudah. Menekan perasaan-perasaan negatif agar tidak keluar dari pikirannya tentu sangatlah sulit. Akhir-akhir ini banyak dijumpai artis-artis Korea yang mengalami depresi hingga bunuh diri. Dari kalangan bukan artis pun bahkan tidak sedikit yang berakhir dengan bunuh […]

Read More

Ulasan sebelumnya : Energi Menonggak Asal-Usul Semesta (1) Mantisa Sejak kelahirannya ke dunia, Mantisa disambut dengan hujan dan petir. Ibunya meninggal karena kehabisan darah saat melahirkannya. Mantisa dititipkan di sebuah rumah panti untuk anak-anak yang tak lagi memiliki orang tua. Dalam konsep logaritma-antilogaritma, mantisa adalah bilangan dalam posisi pangkat dari basis sepuluh (atau basis lainnya, […]

Read More

Alam semesta punya hukumnya sendiri, bahasanya sendiri, Tisa. Mereka berupa angka-angka yang terhampar dimana-mana. Menunggu kita temukan, notasikan, hubungkan dan kita terapkan. Termasuk urusan-urusan di depan mata kita. Urusan P dan NP ini. Urusan pencarianmu. Urusan reinkarnasi. Urusan siklus semesta dalam kitabmu. Urusan yin dan yang. Urusan kapan diam, kapan bergerak. Untuk mencari itu semua, […]

Read More

Isu sosial dan apa saja yang berhubungan dengan kesehatan mental selalu menarik untuk dibahas. Biasanya saya mendapatkan informasi mengenai hal-hal tersebut dari buku, baik fiksi maupun nonfiksi. Termasuk buku fiksi yang berjudul Egosentris ini. Bukan berarti saya sakit mental, namun lebih pada tindakan preventif jikalau seandainya saya berada dalam posisi mereka yang sedang tidak sehat. […]

Read More

Ketika ditanya apa yang melatarbelakangi seorang Syahid Muhammad menulis Novel Egosentris? Bang Iid menjawab, “jadi Egosentris ditulis berdasarkan keresahan banyak orang, termasuk saya. Karena rasanya kok sulit sekali cari buku yang isinya mengangkat isu sosial, terlebih pada kesehatan mental. Dalam Egosentris, saya menciptakan 3 tokoh utama yang ketiganya punya masalah masing-masing, setiap tokoh memiliki rahasia.” […]

Read More

“Halo Monyet!” Door! Senjata serbu meledak di kepala Atino. Tiga tentara muncul dari ruang belakang. “Aman.” Sesudah mengamankan perimeter dan berbicara cukup lama dengan Martin Kabiti, tentara-tentara itu pun pulang. Keesokan harinya, tersiarlah kabar yang sampai hari ini selalu dikisahkan turun-temurun itu, di gereja dan di Toko Subur, di kelas dan di musim hujan. Oetimu […]

Read More

“Dari pengalaman aku tahu, perkawinan bagiku tidak lagi merupakan tanda percintaan yang disatukan. Itu adalah pengesahan hukum yang dikarang manusia, di mana dua orang yang barangkali saling mencinta, setelah lima, sepuluh atau dua puluh tahun hidup bersama, tidak lagi menemukan pokok pembicaraan yang menarik satu sama lain. Dua orang yang kemudian disebut suami-istri, yang melanjutkan […]

Read More

Berarti kritik membangun yang membuat bangsa ini maju justru dianggap penghinaan? Lalu, kapan majunya negara ini, kalau kritik yang diajukan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi dibungkam dan dianggap menghina? Pantas saja. Alangkah sulitnya mencari figur yang jadi contoh untuk generasi milenial, generasi Y, dan generasi Z. Men Coblong jadi ingat kata-kata anak lelakinya, “Kekuasaan itu […]

Read More