Mengatasi trust issue sebenarnya mudah, asal ada kemauan kuat dari diri kita sendiri.

Beberapa orang yang beranjak dewasa, seperti saya misalnya, memiliki trust issue yang biasa orang sebut sebagai kekhawatiran-kekhawatiran yang berlebihan terhadap suatu hal. Bagaimana ia menjadi trust issue dan cata mengatasi sudah dibahas di artikel lain dalam blog ini. Teman bloger boleh lho main-main kesana dulu.

Namun pernahkah kita berpikir bahwa trust issue ini juga berkaitan dengan lifetrap seseorang? Berbicara soal lifetrap tentu kita akan dihadapkan pada persoalan lingkungan masa kecil. Dimana bisa jadi ketika mengenali lifetrap kita, akan lebih mudah mengatasi trust issue yang menghampiri diri kita.

mengatasi trust issue

Mengatasi Trust Issue dengan Mengenali Lifetrap

Apa itu trust issue? Trust issue dapat diartikan sebagai masalah kepercayaan. Lebih persisnya, trust issue ini adalah masalah kepercayaan terhadap orang lain yang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti luka dan pengkhianatan di masa lalu.

Sedangkan lifetrap, kita bisa mengenalinya dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :

  • Apakah teman bloger pernah berulang kali tertarik berhubungan dengan orang-orang yang bersikap dingin? Apakah teman bloger merasa bahkan orang terdekat pun tidak begitu peduli atau memahami kita?
  • Apakah teman bloger pernah merasa bahwa pada hakikatnya kehidupan yang kita miliki tidak berharga, bahwa bila orang benar-benar mengenal kita, mereka tak mungkin bisa mencintai dan menerima kita?
  • Apakah teman bloger pernah merasa takut sesuatu yang buruk akan menimpa kita, sehingga sakit sedikit tenggorokan saja kita khawatirkan sebagai penyakit yang sangat parah?
  • Apakah teman bloger pernah menyadari bahwa seberapa banyak pun pujian atau penerimaan publik terhadap kita, kita akan merasa tidak bahagia, tidak puas atau tidak layak?

Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas, tentu ada yang menyebabkan kita juga mengalami trust issue. Lalu bagaimana cara mengatasi trust issue itu sendiri? Yuk kita perjelas dulu apa dan bagaimana lifetrap itu.

Memperjelas Lifetrap

Sebuah lifetrap adalah pola yang dimulai dari masa kecil dan bergaung di sepanjang hidup kita. Ia dimulai dengan sesuatu yang telah dilakukan terhadap kita oleh keluarga atau anak-anak lain. Kita merasa ditinggalkan, dikritik, terlalu dilindungi, mendapat kekerasan, diasingkan, atau disingkirkan. Kira dirusak dalam arti tertentu.

Perlahan-lahan lifetrap itu menjadi bagian dari diri kita. Meskipun sudah lama kita meninggalkan rumah tempat kita dibesarkan, kita melanjutkan untuk menciptakan situasi dimana kita diperlakukan buruk, diabaikan, direndahkan atau dikontrol dan dimana kita gagal untuk mencapai gol-gol yang paling kita inginkan.

Mengenal lifetrap juga akan mengetahui pangkal dari trust issue yang menghinggapi diri kita. Lalu setelah itu mengatasi trust issue pun menjadi lebih mudah. Pada dasarnya ada tiga sikap mengatasi trust issue sebagaimana kita menghadapi lifetrap. Yaitu :

  • Menyerah
  • Melarikan Diri
  • Melawan

Mari kita renungkan, jika kita menyerah dengan lifetrap atau trust issue yang menghalangi pandangan kita akan banyaknya kebaikan di dunia ini, maka secara tidak langsung kita juga mendistorsi pandangan terhadap situasi-situasi yang menegaskan lifetrap atau cara mengatasi trust issue itu sendiri.

Sikap menyerah meliputi semua pola merusak diri yang terus kita ulang-ulang. Itulah cari kita mereplikasi masa kecil kita yang mungkin buruk. Kita masih menjadi anak kecil dan menjalani kesakitan lama yang sama. Sikap menyerah bukannya menyembuhkan, namun ia justru memperpanjang situasi sulit ini.

Karena alasan ini juga ia membuat kita merasa putus asa untuk berubah, bagai lingkaran tanpa ujung.

Bagaimana jika melarikan diri? Hal ini juga tidak akan bisa mengatasi trust issue dan lifetrap dalam diri kita. Wajar memang jika kita melarikan diri dari sesuatu yang memicu perasaan negatif, sedih, malu, khawatir, dan marah. Kita tak mau menghadapi apa yang sebenarnya kita rasakan karena terlalu menyakitkan untuk dirasakan.

Kerugian melarikan diri adalah kita tidak akan pernah mengatasi lifetrap dan trust issue yang sewaktu-waktu akan menyerang kita tersebut. Karena kita tidak pernah menghadapi kebenaran, kita menemui jalan buntu.

Kita tak dapat mengubah hal yang tidak kita akui sebagai problem kan?

Ketika kita melarikan diri, kita menolak tawar menawar dengan diri sendiri. Kita tidak akan merasa sakit dalam waktu dekat, namun jangka panjang kita akan menderita karena menghindari masalah bertahun-tahun. Karena kita menghindari masalah, kita seringkali justru menyakiti orang di sekitar kita. Kita juga mudah kecanduan pada alkohol atau obat-obatan.

Mengatasi Trust Issue dengan Melawan. Bolehkah?

Maksudnya di sini adalah melawan untuk mengatasi perasaan tak berharga.

Ketika memakai gaya melawan (counter attack) kita berusaha membangun lifetrap dengan meyakinkan diri sendiri dan orang lain bahwa yang benar adalah yang sebaliknya. Kita merasa bertindak, berpikir seolah kita spesial, superior, sempurna, tak terkalahkan. Kita berusaha keras menjadi pribadi ini.

Counterattack menjadi berkembang karena ia menawarkan alternatif lain selain tak dihargai, dikritik dan direndahkan. Itu adalah cara untuk keluar dari kerapuhan yang parah. Melawan akan membantu kita menghadapi banyak hal. Namun jangan sampai sikap melawan ini menjadi terlalu ekstrem sehingga ia akan berbalik menyerang dan justru menyakiti kita.

Counterattack mengasingkan kita. Kita begitu sibuk untuk tampil sempurna sehingga kadang kita tak peduli siapa yang tersakiti dalam prosesnya.

Pada hakikatnya, pribadi yang melakukan counterattack biasanya sangat rapuh. Superioritas mereka mudah kempis.

Jika ditanya bolehkah mengatasi trust issue dengan melawan? Boleh saja jika tidak terlampau ekstrem dan kita masih bisa mengendalikan diri dengan tidak menyakiti diri sendiri dan orang lain. Saya sih cenderung memilih melawan dibanding harus menyerah atau melarikan diri. Meskipun pada akhirnya berdamai dengan keadaan serta berlapang dada untuk menerima semuanya adalah hal terbaik yang bisa dilakukan.

Jika sulit, melawan adalah langkah awal yang bisa kita lakukan sebelum bisa berdamai kan. 

Kebanyakan dari kita mungkin menggunakan kombinasi diantara ketiganya. Menyerah, melarikan diri, dan melawan. Diantara teman bloger, mana cara yang paling mudah untuk mengatasi masalah trust issue ini?

Referensi : Reinventing Your Life (Jeffrey E. Young, PH.D)

Yuk baca juga https://jeyjingga.com/tanya-veronika-asisten-virtual/