Ngga kerasa banget setelah beberapa hari ke depan Ramadan pergi meninggalkan kita. Kalau bukan masa pandemi, hari-hari terakhir seperti inilah yang membuat kita haru. Masjid-masjid malah lebih ramai dibanding biasanya, semua ingin mendapatkan keutamaan hari-hari terakhir di bulan Ramadan. Senang rasanya berada di lingkungan seperti itu. Namun, selama pandemi belum berakhir, akhirnya semua harus berpuas diri untuk ibadah di rumah masing-masing. Sensasinya tentu saja berbeda.

Saya jadi khawatir, semangat Ramadan ini akan hilang. Hanya doa-doa yang mampu saya panjatkan di kala menjelang Subuh seperti saat ini. Doa-doa saya di penghujung Ramadan kali ini sangat sederhana. Ingin semua umat manusia kembali bahagia, kembali beraktivitas seperti biasanya. Bukannya saya belum siap menghadapi tatanan dunia baru, namun rasanya semua yang sudah kita lalui hampir tiga bulan ini masih seperti mimpi buruk yang tak berkesudahan. Harapan saya masih ada, mudah-mudahan Pandemi benar-benar hilang.

Doa-doa itu sederhana, mudah-mudahan :

Allah mengangkat pandemi ini

Sehingga anak-anak bisa kembali bersekolah, bertemu dengan teman-teman dan guru-gurunya, dan juga bisa belajar bersama. Mereka sudah bosan berada di rumah. Orangtuanya pun juga sudah kehabisan akal untuk merancang aktivitas yang lebih bermanfaat.

Allah pertemukan kembali dengan Ramadan tahun depan dan tahun-tahun berikutnya

Doa yang sangat lazim karena siapapun pasti ingin dipanjangkan umurnya. Bahkan sebelum Ramadan pergi pun saya berharap ada bulan-bulan seperti Ramadan lagi di sebelas bulan berikutnya. Masya Allah.

Allah ampuni dosa-dosa

Ada suatu hadis dari Rasulullah yang sangat saya ingat ketika Ramadan akan berakhir seperti ini,

Jibril telah mendatangiku, kemudian ia berkata : “Celaka! Orang yang menjumpai Ramadan tapi dosanya tidak terampuni” (HR. Al-Hakim dengan riwayat Shahih)

Allah berikan berkah di setiap harta yang didapat

Keberkahan itu tidak melulu ada pada harta yang melimpah. Bisa jadi dari yang sedikit itu pun ada harta kita yang mengandung berkah. Keluarga sehat, ilmu terserap dengan baik, hingga suasana hati yang tentram adalah satu keberkahan tersendiri dari Allah.

Allah anugerahkan kesabaran dalam menghadapi pandemi

Ramadan kali ini memang berbeda. Allah ingin kita lebih sabar, lebih kuat dan tentu saja lebih berempati pada sesama. Maka luar biasa keutamaan orang-orang yang bisa tetap bersabar melewati pandemi di bulan Ramadan saat ini.

Allah beri kesehatan untuk keluarga dan orang-orang yang saya kenal

Saya selalu berdoa memohon kesehatan untuk orang yang saya sayangi. Karena saya tahu rasanya sakit. Saya pernah berada di ambang kematian sendirian. Sangat menyakitkan. Membayangkannya saja saya tak mampu. Maka sebisa mungkin saya ingin Allah selalu memberikan kesehatan bagi keluarga dan teman-teman yang saya kenal agar mereka semua bisa produktif dan lebih maksimal beribadah pada Allah.

Doa-doa ini tentu saja yang bisa keluar lewat tulisan, ada juga doa-doa yang tidak saya ucap maupun tuliskan. Mudah-mudahan apapun doa baik yang kita panjatkan, Allah ijabah dan turunkan kasih sayangnya untuk kita semua. Aamiin.

#BPNRamadan2020