Amor Fati atau yang diterjemahkan “Cintai Takdirmu” adalah buku kedua yang ditulis oleh Rando Kim setelah Time of Your Life. Buku ini ditulis untuk anaknya yang tengah melalui masa transisi dari remaja menuju dewasa. Pesan tulus yang disampaikan untuk anaknya ini ternyata berhasil menjadi best seller di negaranya. Salah satu buku self improvement yang sangat saya rekomendasikan bagi mereka yang belum bisa “menerima dirinya sendiri”.

Mengapa Amor Fati?

buku amor fati rando kim

Saat itu saya tengah mencari buku “ringan” sebagai pendamping saat senggang.
Setelah menyisir rak best seller paling depan dan mengambil 1 buku yang lebih mirip komik, saya menuju ke kasir. Antri. Mata pun tertuju pada rak psikologi di sebelah kasir.
Ada yang menarik perhatian saya dari judul bukunya. Amor Fati. Saya pun mendekat, mulai membaca bagian belakang buku, hal yang biasa saya lakukan sebelum memutuskan untuk mengadopsi sebuah buku.
Sebuah referensi pengembangan diri. Di belakangnya tertulis tiga paragraf yang akhirnya membuat saya mengambil sebuah keputusan.

“Buku ini ditulis untukmu yang sedang goyah dan berdiri di ambang pintu kedewasaan. Aku berpikir bahwa dewasa bukan merujuk pada satu titik dalam perkembangan manusia, melainkan sebuah proses untuk mampu mengatasi cobaan hidup. Kita menjadi dewasa setelah mengalami berbagai cobaan dan belajar sedikit demi sedikit tentang kehidupan.
Sebenarnya kita semua memiliki cobaan yang tidak bisa kita selesaikan dengan seluruh tenaga sekalipun. Karena itu, terimalah takdirmu, bertahanlah, jadikan ia teman. Pada akhirnya, kamu akan bisa melewatinya dengan baik, belajar setahap demi setahap “cara” mencintai takdir itu. Jika kita tabah melewati kerikil dalam takdir kita yang curam dan kasar, suatu saat kita pasti akan tiba di jalan kebahagiaan yang telah menunggu”.

Oke beli!
Dan disinilah review bukunya..

Baru-baru ini orang se-usia saya, yang seharusnya tidak lazim mengalami krisis identitas seperti remaja berusia 14 tahun, tapi akhirnya “siklus” itu saya rasakan kembali.
Sudahkah saya dewasa?
Sudahkah saya bahagia dengan pekerjaan saya?
Sudahkah saya menyelesaikan target hidup saya?
Atau sudahkah sudahkah yang lain.

Amor Fati menjadi salah satu jawaban atas kekhawatiran saya sebagai wanita yang tidak bisa lagi disebut sebagai remaja yang krisis identitas. Tapi ternyata wajar juga munculnya perasaan itu di umur yang sudah tidak bisa dibilang muda. Namanya juga self improvement, buku ini banyak memuat motivasi hidup serta jejak pengalaman mereka yang berhasil mengatasi kekhawatiran dirinya sendiri.

Bahkan usai membacanya, saya terinspirasi banyak sekali hal untuk dituliskan. Salah satunya bagaimana caranya menghadapi garis hidup yang sudah ditentukan oleh Tuhan. Saya merangkumnya dalam bentuk listicle article di salah satu media elektronik terbesar di Indonesia, dan gotcha! Berhasil terpublish di sana.

Karena memang sebagus itu pesan-pesan Rando Kim di dalamnya.

Semakin semangat juga ketika menyelesaikan bukunya ketika ada beberapa pesan singkat dari teman yang juga tertarik dari kutipan buku Amor Fati yang pernah saya unggah di sebuah media sosial. Teman yang bercerita soal resign-nya dari tempat kerja dan akhirnya merasa gamang.

Teman yang khawatir dengan pekerjaan yang tengah ditekuninya sekarang dan merencanakan untuk resign juga. Teman yang sudah mencari banyak pekerjaan, tapi tidak juga mendapat panggilan. Teman yang juga khawatir dengan jodoh nya, dan lain-lain.

Hingga saya membaca buku ini, saya baru menemukan jawabannya.

Hidup sampai tahun ini adalah sebuah nikmat dari Allah. Pilihan hidup yang saat ini dijalani, meskipun “belum bahagia” dengan pilihan diri sendiri, tapi akhirnya saya sadar, mencoba berdamai dengan diri sendiri, mencoba rendah hati dengan diri sendiri akan lebih mudah untuk menerima dan mencintai takdir.
Rando Kim mengungkapkan bahwa menjadi dewasa adalah melepaskan diri dari obsesi harus menjadi hebat.

Pohon Mojuk sebagai Refleksi Diri

amor fati dan pohon mojuk

unsplash.com/@jlmo9492

Teman sebaya kita, mungkin sudah mencapai titik puncak dalam hidupnya. Ada yang sudah menjadi pengusaha sukses, ada yang sudah menjadi abdi negara yang masa tua-nya sudah terjamin, ada yang sudah akan menjadi dokter spesialis, dan berbagai impian yang mereka bangun dari kecil.
Lalu, bagaimana dengan saya?
Apakah saya harus mencintai takdir saya disini?
Yah, mencintai takdir yang kejam memang tidak mudah. Tapi ternyata, bahkan pohon Mojuk di Tiongkok pun tidak menunjukkan perubahan apapun selama lima tahun selain mengeluarkan tunas kecil.
Menjelang berakhirnya tahun ke-lima, barulah pohon tersebut tumbuh dengan pesat hingga puluhan sentimeter dalam sehari. Serta mampu tumbuh hingga setinggi hampir 25 meter. Sebenarnya, selama lima tahun pertama, Mojuk bukannya tidak tumbuh, tapi ia memperkokoh akarnya di dalam tanah, dan membuat persiapan untuk melalukan lompatan. Lalu bila waktunya tiba, ia akan tumbuh dengan cepat dan lebih tinggi dari pohon lainnya.

Saya berharap  akan bisa seperti pohon Mojuk.
Kondisi mendidih yang stagnan saat ini akan membuat saya melesat seperti roket yang baru diisi dengan bahan bakar. Begitu juga dengan kamu, yang bimbang dan risau apakah memang ditakdirkan hidup dengan pekerjaan, jodoh, dan lingkungan yang seperti ini?
No, maksimalkan persiapanmu untuk bisa tumbuh melesat seperti pohon Mojuk.

Sedikit berbaik hatilah pada diri sendiri. Dengan demikian, kita akan merasa lebih baik dan akan mengubah lelah dalam pekerjaan menjadi hal menyenangkan untuk persiapan menuju “kematangan”.
Nah, mari kita genggam erat hal berharga yang kita miliki, yang akan kita bawa untuk memasuki sebuah titik balik dalam hidup. Persiapkan dan jangan berhenti serta mengutuk diri.
Jangan sampai menyesal karena kita hanya diam mengutuk takdir dan tidak melakukan apa-apa.

Sesungguhnya takdir pun bisa diubah dengan doa dan usaha.

Dan masih banyak lagi kiat-kiat dari Rando kim-ssaem untuk kita yang tengah berada dalam gerbang kedewasaan.

Selamat membaca dan semoga berhasil! 🙂

Amor Fati – Cintai Takdirmu
Penulis : Rando Kim
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer, April 2017, 305 halaman.
Rate : 3/5

Updated June 14th 2020