Ngemil Bijak! Dua kata tersebut berhasil membuat saya begitu ingin tahu bagaimana seharusnya ngemil itu? Ngemil yang tidak merusak metabolisme tubuh, tidak menyebabkan kegemukan, dan yang terpenting menyehatkan. Berlabuhlah saya pada sebuah materi webinar yang membahas tentang ngemil bijak. Dalam hati saya bersorak, duh ini aku banget deh! 

Hakikat Camilan

ngemil bijak

pict from freepik

Camilan adalah makanan dalam porsi kecil yang dimakan di antara dua waktu makan. Kebanyakan orang menganggap bahwa camilan adalah penyebab obesitas, padahal camilan berfungsi untuk menjaga metabolisme tubuh selama jeda menuju jam makan besar. Untuk mencegah kenaikan berat badan yang tidak diinginkan, kita dapat memilih camilan sehat yang akan membuat kita tidak kelaparan hingga jam makan tiba.

Sebagai orang yang suka banget ngemil, baca paragraf di atas jadi happy. Maksudnya tidak seketika menyalahkan diri sendiri karena punya hobi ngemil. Karena ternyata ngemil juga banyak manfaatnya, dengan catatan : camilan sehat dan bijak saat ngemil. Saya juga teringat dengan Hypnotic Diary #DietKenyangkarya Dewi Hughes yang berhasil menurunkan berat badannya tanpa menahan rasa lapar. #DietKenyang yang digagas Dewi Hughes tersebut berhasil menghilangkan setengah dari berat badan awal miliknya tanpa menghilangkan kebiasaan ngemil. Banyak sekali orang yang terinspirasi dari buku Best Seller itu. Termasuk saya.

Takut Gendut Karena Ngemil

diet kenyang

pict from freepik/@macrovector

Selama masa pandemi ini saya memang tidak bisa mengontrol jam makan. Ketika merasa sedikit lapar, langsung berburu mencari makanan. Kalau tidak, ya bikin sendiri. Mulai dari pie susu, churros, sampai sekadar pisang goreng atau segala macam gorengan yang berlemak itu. Anak saya? Tentu saja dia ikut. Tanpa sadar, berat badan saya akhirnya naik. Setelah sekian lama tidak bisa menaikkan berat badan, akhirnya berat badan menyentuh angka 65 kilogram! Tinggi badan saya 162 cm, meskipun masih dikatakan ideal, tapi saya merasakan tubuh saya “membesar”.

Disampaikan oleh Khrisma Fitriasari selaku Head of Corporate Communications Mondelez Indonesia, selama masa pandemi tingkat kegiatan ngemil di Indonesia naik berkali lipat. Kondisi yang memaksa banyak orang untuk stay di rumah saja, menjadikan ngemil sebagai pelarian. Nah, kan!

Saya sempat senang, karena orang bilang saya lebih segar dan berisi. Namun, saya merasa ada yang tidak beres ketika naik tangga saja sudah ngos-ngosan. Banyak makan dan kurang olahraga. Ditambah ngemil yang tidak terkontrol. Mulai dari camilan berat sampai ringan. Saya merasa berdosa pada badan yang diamanahkan Allah ini. Ketika menyimak materi webinar tentang ngemil bijak, saya seketika sadar bahwa ngemil itu ngga boleh asal kalau mau tetap sehat. Yah, paling tidak harus meminimalisir distraksi dan porsi yang terkontrol.

This is not only about my food. This is about my mind. Jika pikiran kita benar, maka hal lain akan mudah diatur (Dewi Hughes)

Benar sih, kalau mau ngemil ya boleh saja kan. Asal kita tahu batasan dan porsi yang ideal untuk ngemil itu sendiri. Kalau kita sudah punya pikiran yang benar tentang ngemil, maka akan mudah mengaturnya kemudian. Senang sekali ada yang membenarkan hobi saya itu, hihi. Meskipun mulai sekarang saya harus mengganti camilan dengan yang lebih sehat dan diatur porsinya. Tak masalah, yang penting tetap bisa ngemil kan? Hehehe..

Camilan Sehat

Pada umumnya, camilan dikaitkan dengan makanan manis, seperti kue, biskuit, es krim, atau kacang berondong. Bahkan ketika saya mengadakan survey di instagram tentang camilan apa saja yang banyak dikonsumsi oleh teman-teman? Kebanyakan mereka menjawab gorengan, kacang, cilok, hadeuh bahkan ada yang menjawab nasi goreng aja jadi camilan! Sama sih, kadang saya juga ngemil mie goreng. Aduh banyak istighfar deh. Dari puluhan responden, hanya dua orang yang camilannya “tampak sehat” seperti peach gum dan buah-buahan. 

Memang sih, camilan seperti kue, biskuit, es krim, kacang, gorengan dan lain sebagainya lebih banyak mengandung lemak dan karbohidrat tinggi dengan nilai gizi yang minim. Padahal banyak pilihan camilan sehat bersumber dari buah, sayur, kacang, dan biji-bijian, serta produk olahan susu rendah lemak.

memilih camilan

pict from freepik/@pikisuperstar

Produk Olahan Susu Rendah Lemak

Keju, yogurt, dan produk olahan susu lain merupakan sumber kalsium dan protein, serta vitamin dan mineral. Untuk mendapatkan camilan sehat, pilih produk rendah lemak. Sebagian lagi, memiliki tambahan gula. Sebaiknya kamu memilih produk dengan label tanpa pemanis tambahan atau label rendah kalori.

Camilan yang terbuat dari biji-bijian utuh, seperti oatmeal, kaya akan serat dan karbohidrat kompleks agar tubuh senantiasa berenergi. Menurut penelitian, makanan kaya serat diduga mampu menurunkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kelebihan berat badan. Jika tidak suka dengan rasa oatmeal yang hambar, campurkan saja dengan kacang-kacangan.

Kacang dan Biji-Bijian

Berkat kandungan protein dalam kacang dan biji-bijian, camilan jenis ini akan membuat kamu merasa kenyang lebih lama. Keduanya juga mengandung lemak tidak jenuh yang sehat. Namun jangan mengonsumsi berlebihan karena tingkat kalorinya cukup tinggi.

Buah dan Sayur

Dengan mengonsumsi kedua makanan ini akan memberikan rasa kenyang dengan asupan kalori yang sedikit. Buah dan sayur sekaligus mengandung vitamin, mineral, dan serat. Apakah semua buah? Menurut saya iya. Meskipun banyak yang bilang bahwa buah ini dan itu adalah penyebab gendut.

Alpukat misalnya. Banyak orang yang takut gendut kalau makan alpukat. Kasihan alpukat, dilabeli sebagai sumber lemak yang membuat tubuh jadi gendut. Padahal alpukat itu sehat lho. Alpukat menjadi bahaya dan bikin gendut karena diberi susu dan gula. Kita seringkali menyalahkan buah yang baik hati dan menuduh dia menjadi sumber penyakit.

Manfaat Ngemil Bagi Kesehatan

 

yuk sehat

pict from freepik

Ngemil sering dianggap sebagai penyebab kegemukan, ternyata camilan mempunyai manfaat untuk kesehatan tubuh. Tidak hanya di kala senggang, ketika sedang mengerjakan tugas atau bekerja terkadang saya akan melakukannya sambil ngemil. Kebiasaan ini ternyata mempunyai dampak positif, terutama jika kita menyantap camilan yang kaya akan protein karena bisa membuat kinerja otak jadi lebih aktif. Hmm, pantas yaa ketika ngeblog seperti ini pun saya inginnya sambil ngemil.

Memakan camilan itu bisa membantu mengontrol nafsu makan. Camilan akan membuat perut terasa penuh dan mengurasi hasrat untuk makan. Ngemil juga bisa membuat penyebaran kalori sepanjang hari menjadi lebih teratur sehingga berat badan jadi lebih terkendali. Metabolisme pun jadi lebih lancar sehingga lemak jadi mudah terbakar. Syaratnya, carilah camilan yang kaya serat seperti buah, sayur atau puding.

Camilan yang kita santap ketika bekerja dapat berubah menjadi energi yang membuat konsentrasi jadi lebih fokus. Meski sering dipandang sebagai sesuatu yang negatif, ternyata ngemil juga mempunyai banyak manfaat lho. Tentunya manfaat-manfaat tersebut baik bagi kesehatan tubuh kita.

1. Mengontrol Nafsu Makan

Kebiasaan ngemil ternyata dapat menghindarkan dari makan yang terlalu berlebih dan banyak. Hal ini karena, camilan membuat perut selalu penuh sehingga nafsu makan yang seharusnya ada akibat perut kosong pun berkurang. Selain itu, ngemil juga dapat mengontrol nafsu makan. Misalnya, dengan ngemil kacang-kacangan, buah atau puding yang kaya akan serat. Makanan kaya serat sendiri sangat bagus untuk ngemil karena bisa mengontrol nafsu makan yang berlebihan.

2. Menjaga Gula Darah Stabil

Kebiasaan ngemil ternyata dapat membantu kamu mengisi energi serta gula dalam darah ketika kamu sedang melakukan aktivitas berat yang dapat menguras energi. Kebiasaan ini bahkan dapat membantu para penderita diabetes untuk menjaga gula darahnya tetap normal. Namun, bagi para penderita diabetes perlu dipastikan dulu bahwa camilan yang dikonsumsi adalah camilan yang sehat.

Ngemil Bijak ala Jingga

ngemil bijak

Setelah membaca banyak literatur dan menyimak obrolan webinar tentang ngemil bijak, saya pun memutuskan untuk membuat plan ngemil di keluarga kecil ini. Harapannya hobi ngemil ini tidak mengganggu kesehatan kami sekeluarga. Selain meningkatkan mood, juga mengontrol nafsu makan saya yang sudah terbilang gawat.

1. Menentukan Jam Ngemil bersama Anak

Saya menentukan jam ngemil dengan anak mulai pukul sepuluh pagi. Karena kami sudah selesai sarapan pukul tujuh atau delapan pagi. Maka jam sepuluh pagi biasanya saya sudah mulai sedikit lapar, pun dengan anak saya. Biasanya dia mulai merengek minta susu. Ngemil selanjutnya yaitu pukul empat sore, dua atau tiga jam sebelum makan malam.

Saya ingin jam-jam ngemil ini nanti jadi kebiasaan. Seharusnya di luar jam itu, jangan ngemil hehehe. Maksud dari menentukan jam ngemil ini agar kami bisa menahan diri untuk tidak ngemil di saat tubuh memang tidak membutuhkan. Seperti yang telah disampaikan oleh Mbak Tara dalam #ngemilbijak, kenali dulu bahasa tubuh. Apakah tubuh saya membutuhkan ini? Apakah perut saya benar-benar lapar? Karena seharusnya yang menilai adalah perut kita untuk urusan makanan kan, bukan mata atau hidung.

Ngemil bijak ternyata tidak mudah, namun bukan berarti tidak bisa. Hari pertama saya membiasakan ini, sudah ada saja godaannya. Jam dua siang tukang bakso lewat, eh tergoda ingin ngemil bakso. Tapi kan belum jamnya. Apalagi perut saya juga tidak membutuhkannya karena masih merasa kenyang. Godaan bakso lewat itu karena saya mendengar kentongan bakso dan harumnya aroma bawang dari kuah bakso.

2. Menentukan Menu Camilan Sehat

Ketika menentukan menu, saya agak bingung juga. Namun, saya dan suami berkomitmen untuk ngemil kenyang dengan real food. Maksudnya adalah makanan alami. Seperti buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, umbi-umbian dan semua yang tumbuh di bumi serta disinari matahari.

Kebetulan juga anak saya sangat suka buah-buahan, terutama buah yang manis seperti semangka, mangga, jambu, melon, dan jeruk peras. Saya pun suka sekali dengan buah. Apalagi suami, dia bukan tipe orang yang suka memilih-milih makanan. Jadi konsep real food ini dia setuju saja. Maka untuk hari pertama ngemil bijak saya menyediakan puding jeruk. Airnya saya ambil dari perasan jeruk manis yang dibeli dari tukang buah di pasar. Lalu sorenya, saya siapkan semangka dan kwaci. Alhamdulillah, tanpa makanan manis-manis seperti kue atau cake yang biasanya saya sajikan untuk anak dan suami.

3. Porsi Cukup untuk Ngemil

Porsi cukup berarti tidak berlebihan, juga tidak terlalu sedikit. Karena cukup itu relatif, maka untuk porsi si Bapak, saya buatkan dua kali lipat dari porsi saya. Karena porsi makan dia memang besar. Ketika perut sudah mengatakan, woi di sini udah penuh, maka saat itulah waktunya berhenti untuk ngemil. Seterusnya, harapan saya ngemil bijak ini bisa konsisten kami lalui bersama-sama. Doakan ya!

4. Bersyukur

Selain praktik relaksasi yang diajarkan Mbak Tara ketika ngemil, juga ada tips bagaimana #ngemilbijak ini bisa menjadi habit yang baik. Relaksasi maksudnya ketika hasrat ngemil ini bergejolak ketika saya emosi, stres atau sedang banyak tekanan pekerjaan. Relaksasi akan membantu saya untuk perlahan-lahan menghilangkan emosi yang sedang naik. Perlahan-lahan dengan inhale exhale fokus memikirkan, apakah ngemil ini solusinya? Apakah saya benar-benar butuh ngemil?

Tarik napas, tersenyum, tahan, buang napas, tarik napas lagi, tahan lagi, lalu buang. Yah, setidaknya kita punya waktu untuk berpikir apakah cake kesukaan di depan mata perlu dihabiskan saat itu juga atau tidak.

ngemil bijak

Tidak lupa dengan mensyukuri makanan apa saja yang masuk dalam tubuh. Karena ketika saya bahagia, maka pikiran saya juga bahagia. Apapun realfood yang saya makan, memberikan kebahagiaan tersendiri yang berlipat-lipat. Tarik napas, tersenyum, dan makan dengan bahagia dan penuh syukur. Terima kasih ya Allah.

3 Tips #NgemilBijak dari Mondelez :

1. Kenali isyarat tubuh mengapa teman bloger ingin ngemil, misalnya apakah karena lapar ataukah perlu untuk mengembalikan mood.
2. Kemudian teman bloger bisa memilih apa camilan yang tepat berdasarkan isyarat tubuh tersebut, tentunya dengan memperhatikan porsi camilan dan waktu ketika ngemil.
3. Perhatikan bagaimana teman bloger ngemil, dengan memaksimalkan semua indera kita, karena kita akan dapat mengenali isyarat tubuh, kapan harus berhenti ngemil.

Pada akhirnya, saya tidak bisa pungkiri bahwa makanan adalah salah satu sumber kebahagiaan. Namun, makanan yang masuk dalam tubuh juga harus kita seleksi dan atur porsinya agar tidak membahayakan diri sendiri. Meskipun kebahagiaan, kepuasan, dan penghargaan diri itu harus dimulai dengan menghargai dan mencintai diri sendiri dulu. Karena dicintai orang lain itu bonus dari sikap kita yang penuh welas asih sama diri sendiri.

Bagaimana, masih takut gendut karena ngemil? Yuk terapkan kebiasaan #ngemil bijak ini pada diri sendiri terlebih dahulu, lalu beranjak ke keluarga dan orang di sekitar kita. Jangan lupa bahagia 🙂

lomba ngemil bijak

“Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba  yang diadakan oleh Ibu-Ibu Doyan Nulis” 

Referensi :
halodoc.com/camilansehat
#Dietkenyang Hypnotic Diary by Dewi Hughes
#NgemilBijak by Mondelez dan IIDN

Baca Juga Konsep Dasar Sehat dan Sakit. Temukan Resep Sehat dan Bahagia