Pemuda merupakan embrio emas yang dapat menggerakkan serta mengubah sebuah tatanan budaya dan kehidupan di sekitarnya. Mengingat bahwa kebangkitan Islam dimulai dari kebangkitan pemudanya, maka siapa pun dan apa pun pekerjaan kita harusnya mau dan mampu ditempatkan sebagai ujung gerakan dakwah Islam yang saat ini dan akan datang diuji dengan tantangan baru dan besar. Yakni bagaimana membebaskan, memberdayakan, dan memajukan umat Islam maupun masyarakat Indonesia dari berbagai ketertinggalan menuju kehidupan yang berkemajuan di segala bidang. Termasuk dalam tindakan preventif pada anak usia remaja dan dewasa agar sehat jasmani dan rohaninya.

Melihat berbagai permasalahan yang muncul dalam masyarakat kota Malang khususnya (dan Indonesia umumnya) maka tidak dapat dipungkiri bahwa kota urban yang banyak menampung berbagai suku adat dan budaya ini memiliki banyak permasalahan kompleks. Terutama Narkoba, HIV dan AIDS. Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat peredaran narkoba terutama ganja dan pil koplo dikalangan pelajar di Kota Malang, Jawa Timur masih cukup tinggi. Ini bisa dilihat dari sejumlah kasus narkotika yang ditangani oleh BNN di Kota Malang. Tercatat kurang lebih 1300 kasus narkoba telah menjerat masyarakat Malang (2018), 35% diantaranya dari kalangan pelajar, sedangkan sisanya dari mahasiswa dan masyarakat umum.

Nah lho, siapa yang akan bertanggung jawab atas itu semua? Apakah kita hanya cukup berdiam diri dan berpangku tangan? Bisakah kita tidur nyenyak kalau anak atau saudara kita yang akan terjerumus dalam lingkaran gelap tersebut? Tak lama kemudian keresahan ini terjawab.

Terbitlah gagasan kesehatan dari organisasi keperempuanan, Nasyiatul Aisyiyah. Gagasan tersebut terintegrasi melalui Pelayanan Posyandu Remaja. Jadi tidak hanya bayi yang membutuhkan Posyandu untuk dipantau kesehatannya setiap bulan. Remaja juga butuh itu lho!

Pelayanan Posyandu Remaja merupakan wadah berkumpulnya para remaja dalam mengembangkan diri, bertukar pikiran tentang kesehatan, psikologi dan juga nilai-nilai keislaman yang harus tertanam dalam diri remaja. Layanan ini terdiri atas pos layanan kesehatan, layanan indeks masa tubuh dan pemeriksaan kadar HB, pos konsultasi kesehatan reproduksi, pos konseling bersama psikolog dan pos makanan bergizi, serta pos edukasi. Mirip posyandu balita kan, namun posyandu remaja menampung lebih banyak permasalahan yang terjadi saat remaja, sesuai namanya.

Kenyataan yang berkembang saat ini menunjukkan bahwa remaja mempunyai permasalahan yang sangat kompleks seiring masa transisi yang dialaminya. Masalah yang menonjol dikalangan remaja yaitu permasalahn seputar seksualitas, HIV/AIDS dan NAPZA, rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan median usia pernikahan dini yang masih sangat tinggi (Sumber : Sumber Demografi dan Kesehatan Indonesia, 2017). Dengan demikian remaja itu membutuhkan pendampingan, bimbingan dan penanganan serius dalam mengatasi masalah yang akan dan sudah dihadapinya.

Selama pelaksanaan Posyandu Remaja dua tahun belakangan ini, kami menempatkan Posyandu Remaja di masjid-masjid sebagai langkah awal untuk meramaikan masjid sebagai pusat gerakan pemuda. Selama pelaksanaan, kami bekerja sama dengan berbagai Universitas dan Lembaga Pemerintah (Dinas Kesehatan) di Kota Malang untuk menjadi volunteer pada kegiatan Posyandu Remaja yang sudah diadakan tiap bulan. Kami juga menggandeng masyarakat sekitar; Ibu-Ibu muda, remaja dan pemuda untuk bersedia menjadi volunteer di Pos-Pos sesuai dengan keahlian dan keterampilan masing-masing.

Pos Edukasi yang kami laksanakan hampir selalu dengan metode ceramah, sharing, dan diskusi dengan tema yang disesuaikan sesuai kebutuhan masyarakat setempat. Pos Kesehatan dibantu oleh Dinas Kesehatan Kota Malang dengan mengirimkan tim medis (minimal Perawat) di wilayah terdekat Puskesmas masing-masing lokasi Posyandu Remaja. Pos ini melayani pemeriksaan tekanan darah berikut konsultasi kesehatan yang tidak dipungut biaya sama sekali.

Pos IMT (Indeks Masa Tubuh) dilakukan oleh remaja atau pemuda setempat yang dilatih dan diedukasi terlebih dahulu, sehingga nantinya mereka akan dapat melakukan pengukuran IMT secara mandiri dan dapat dilakukan pada teman-temannya yang lain. Pos Parenting dibantu oleh Klinik Keluarga Sakinah yang melayani konsultasi bagi Ibu-Ibu muda dalam menerapkan pola asuh dan pendidikan pada anak-anaknya sesuai dengan kaidah Islam.

Pos Psikologi dibantu oleh tenaga Psikolog handal yang bersedia menjadi volunteer kami selama pelaksanaan. Pada pos ini, psikolog melayani berbagai masalah yang terjadi pada usia remaja dan dewasa. Sepanjang kami membuka Posyandu Remaja, pos ini lah yang paling ramai didatangi oleh remaja, baik sekedar curhat masalah teman sekolah, percintaan, belajar maupun tentang orang tua.
Pos Makanan Bergizi adalah Pos terakhir dimana para peserta mendapatkan makanan bergizi dari para donatur, minimal susu dan buah. Pos ini juga melayani konsultasi mengenai gizi yang harus didapat oleh pemuda dengan bantuan ahli gizi dari Politeknik Kesehatan Malang yang sudah bersedia menjadi volunteer pada kegiatan ini.

Bagaimana? Tertarik menjadi volunteer kami?

Intip kegiatan kami selanjutnya di tulisan berikutnya ya! 🙂

Untuk bergabung dengan volunteer wilayah Malang Kota bisa hubungi email saya di hanjihanhan@gmail.com

Kami tunggu sumbangsihmu untuk ummat dan bangsa ini.